Penantian panjang Saddil Ramdani untuk kembali mengenakan seragam Timnas Indonesia akhirnya terbayar lunas. Winger Persib Bandung itu kembali mendapat panggilan ke skuad Garuda untuk agenda FIFA Matchday Juni 2026.
Nama Saddil masuk dalam daftar 23 pemain pilihan pelatih John Herdman untuk menghadapi dua laga internasional melawan Oman pada 5 Juni dan Mozambik pada 9 Juni di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemanggilan ini menjadi momen spesial bagi Saddil. Sebab, terakhir kali ia merumput bersama Timnas Indonesia adalah lebih dari setahun lalu, tepatnya saat Indonesia kalah 1-2 dari Libya dalam laga uji coba pada 5 Januari 2024.
Setelah hampir 17 bulan absen dari skuad Garuda, Saddil mengaku bersyukur kembali mendapatkan kesempatan membela Merah Putih di level internasional.
"Alhamdulillah, saya sangat bersyukur kembali mendapat kepercayaan untuk memperkuat Timnas Indonesia," kata Saddil, Selasa (2/6/2026).
Pemain berusia 27 tahun itu menegaskan tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan emas ini. Baginya, target utama adalah memberikan kontribusi maksimal setiap kali dipercaya tampil oleh tim pelatih.
"Target saya tentu memberikan yang terbaik setiap kesempatan yang diberikan pelatih, bekerja keras di setiap latihan maupun pertandingan, dan membantu tim meraih hasil maksimal untuk membanggakan masyarakat Indonesia," ujarnya.
Kembalinya Saddil juga menambah warna dalam skuad Timnas Indonesia. Bersama Beckham Putra yang juga dipanggil dari Persib Bandung, keduanya menjadi representasi Maung Bandung dalam agenda FIFA Matchday kali ini.
Meski hanya bertajuk laga persahabatan, Saddil memastikan Timnas Indonesia tidak akan menganggap remeh lawan. Oman maupun Mozambik dinilainya sebagai tim yang memiliki kualitas dan karakter permainan yang patut diwaspadai.
Karena itu, ia menilai persiapan matang menjadi kunci agar Indonesia bisa meraih hasil positif di hadapan pendukung sendiri.
"Semua tim yang akan kami hadapi tentu memiliki kualitas yang baik. Karena itu kami harus mempersiapkan diri dengan maksimal, fokus menjalankan instruksi pelatih, dan terus meningkatkan kondisi fisik maupun taktikal," tuturnya.
"Kami menghormati setiap lawan, tetapi tetap optimistis dan percaya dengan kemampuan tim yang kami miliki," lanjut Saddil.
Persaingan di dalam skuad Timnas Indonesia dipastikan tidak mudah. Di era John Herdman, deretan pemain berkualitas bersaing ketat memperebutkan tempat di tim utama, terutama di sektor sayap yang merupakan posisi alami Saddil.
Namun, pemain kelahiran Raha, Sulawesi Tenggara itu justru memandang persaingan sebagai hal yang sehat dan dibutuhkan untuk mendongkrak kualitas tim secara keseluruhan.
Baca juga: Persib Sudah Deal dengan Patrick Robson? |
"Menurut saya persaingan yang ketat adalah hal yang positif karena membuat setiap pemain termotivasi untuk terus berkembang. Siapa pun yang mendapat kesempatan bermain pasti adalah yang terbaik menurut kebutuhan tim," ungkapnya.
"Yang terpenting adalah tetap bekerja keras, menjaga profesionalisme, dan selalu siap kapan pun dibutuhkan untuk Timnas Indonesia," tambah Saddil.
(iqk/iqk)
