Penjelasan Persib soal Disanksi FIFA

Penjelasan Persib soal Disanksi FIFA

Oris Riswan Budiana - detikJabar
Sabtu, 30 Mei 2026 12:51 WIB
Logo Persib Bandung.
Logo Persib Bandung. (Foto: ChatGPT)
Bandung -

Persib Bandung disanksi oleh FIFA dilarang mendaftarkan pemain baru. Keputusan ini berlaku mulai 29 Mei 206 hingga waktu yang tidak ditentukan.

Pihak Persib pun buka suara menanggapi sanksi ini. Manajemen 'Maung Bandung' pun memaparkan penyebab sanksi hingga langkah yang diambil.

Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) Adhitia Putra Herawan mengatakan keputusan FIFA itu berasal dari satu perkara spesifik berkaitan dengan penyelesaian terminasi kontrak mantan pemain Persib, Daisuke Sato, pada 2023.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seperti diketahui, Daisuke Sato pernah jadi bagian Persib. Namun, kontraknya diakhiri lebih cepat, tepatnya saat memasuki pertengahan musim 2023/2024.

Yang pasti, persoalan ini bukan karena tunggakan gaji. Hal ini juga bukan terkait hak yang tidak diselesaikan pihak Persib.

ADVERTISEMENT

"Sebagai klub yang berkomitmen menjalankan tata kelola sepak bola yang baik, Persib senantiasa berupaya memenuhi seluruh kewajiban kontraktual serta menjalankan setiap proses sesuai regulasi yang berlaku, baik di tingkat nasional maupun internasional. Penghormatan terhadap hak pemain, pelatih, karyawan, mitra, dan seluruh pemangku kepentingan merupakan prinsip yang selalu kami pegang dalam menjalankan klub," kata Adhitia dalam keterangan resminya, Sabtu (30/5/2026).

Menurutnya, saat ini Persib sedang menyelesaikan kewajiban yang menjadi bagian dari keputusan tersebut dan menindaklanjuti seluruh proses administratif yang diperlukan.

"Setelah kewajiban tersebut diselesaikan, kami akan melanjutkan proses sesuai mekanisme yang berlaku di FIFA agar status tersebut dapat ditinjau dan dicabut sebagaimana ketentuan yang berlaku," jelasnya.

Meski disanksi FIFA, Adhitia memastikan situasi yang ada tidak memengaruhi stabilitas maupun arah pengembangan klub. Aktivitas operasional, persiapan tim, serta berbagai agenda strategis yang telah direncanakan tetap berjalan dengan baik dan sesuai target.

"Dalam ekosistem sepak bola profesional global, persoalan administratif maupun sengketa kontraktual dapat terjadi dan merupakan bagian dari dinamika yang dihadapi banyak klub. Yang terpenting adalah bagaimana setiap pihak menunjukkan itikad baik, tanggung jawab, dan komitmen untuk menyelesaikannya secara profesional. Itulah yang saat ini sedang dilakukan oleh Persib," tuturnya.

Adhitia menambahkan, Persib perlu menanggapi sanksi dari FIFA itu secara terbuka. Sebab, Persib merupakan tim yang banyak menuai perhatian publik, sekaligus sebagai bentuk keterbukaan dan meluruskan misinformasi.

"Kami memahami besarnya perhatian dan kecintaan bobotoh terhadap klub ini. Karena itu, kami merasa penting untuk memberikan penjelasan yang utuh agar seluruh pihak memperoleh konteks yang tepat mengenai situasi yang sedang berlangsung. Kami percaya bahwa keterbukaan, tanggung jawab, dan kepatuhan terhadap regulasi merupakan fondasi penting dalam membangun klub yang sehat dan berkelanjutan," paparnya.

"Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan, kepercayaan, dan perhatian yang terus diberikan kepada Persib. Kami akan menyelesaikan proses ini dengan penuh tanggung jawab dan tetap fokus menjalankan komitmen untuk terus bertumbuh, menjaga standar profesionalisme, serta memberikan yang terbaik bagi Bobotoh dan sepak bola Indonesia," pungkas Adhitia.

Halaman 3 dari 2
(orb/orb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads