Ucapan Terima Kasih Persib untuk Borneo FC dan Persija

Ucapan Terima Kasih Persib untuk Borneo FC dan Persija

Bima Bagaskara - detikJabar
Minggu, 24 Mei 2026 14:00 WIB
Sejarah ! Persib Juara 3 Kali Beruntun Liga
Pemain Persib merayakan gelar juara Super League 2025/2026. (Foto: Rifkianto Nugroho/detikfoto)
Bandung -

Persaingan panjang dan melelahkan di Super League 2025/2026 mencapai garis akhir. Persib Bandung keluar sebagai juara setelah menutup musim dengan raihan 79 poin, jumlah yang sama dengan pesaing terdekatnya, Borneo FC Samarinda.

Namun, 'Maung Bandung' berhak berdiri di podium tertinggi karena unggul secara head to head atas 'Pesut Etam'. Gelar itu sekaligus mengantar Persib mencetak sejarah sebagai juara tiga musim beruntun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di tengah euforia juara, manajemen Persib turut memberikan apresiasi kepada para rival yang ikut membuat perebutan gelar berlangsung hingga pekan terakhir.

Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, secara khusus menyampaikan terima kasih kepada Borneo FC, Persija Jakarta, dan seluruh kontestan Super League yang telah menghadirkan musim kompetisi dengan tensi tinggi.

ADVERTISEMENT

"Saya ingin ucapkan pada Borneo, Persija dan seluruh tim lain, terima kasih telah menciptakan atmosfer kompetisi yang begitu luar biasa," kata Adhit, Minggu (24/5/2026).

Menurutnya, musim ini menjadi bukti bahwa kualitas kompetisi sepak bola Indonesia terus bergerak ke arah yang lebih baik. Persaingan berjalan ketat, hasil sulit diprediksi, dan perebutan juara tidak ditentukan jauh sebelum musim berakhir.

Persib sendiri sempat memimpin klasemen cukup nyaman sebelum tekanan datang di fase akhir. Di saat yang sama, Borneo FC terus menempel dan bahkan mampu menyamakan perolehan poin hingga pekan terakhir.

Adhit menilai, ketatnya persaingan tersebut menjadi pesan positif bahwa kompetisi Indonesia mampu berjalan sehat. "kita bisa menunjukkan ke dunia bahwa liga Indonesia itu liga yang kompetitif, fair, nggak ada aneh-aneh," ujarnya.

Ia mengatakan, kualitas kompetisi justru lahir ketika setiap klub mendapatkan ruang untuk bersaing secara terbuka tanpa kontroversi yang merusak jalannya liga.

"Terbukti kalau liga fair liga berjalan seru dan kompetitif," tutup Adhit.

(bba/orb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads