Kota Bandung mulai diselimuti atmosfer pesta menyambut Persib meraih gelar juara. Dari jalanan, warung kopi, hingga lingkungan permukiman warga, gairah bobotoh terasa semakin hangat demi menyambut momen bersejarah bagi tim kebanggaannya.
Persib Bandung memang belum resmi mengunci gelar Super League 2025/2026. Namun laga melawan Persijap Jepara di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Sabtu (23/5/2026) sore, diyakini bakal menjadi penentuan sebelum Kota Kembang larut dalam malam perayaan.
Di pertandingan itu, Persib hanya membutuhkan hasil imbang untuk memastikan gelar juara ketiga secara beruntun. Jika skenario itu terjadi, pesaing terdekatnya, Borneo FC, dipastikan tak lagi mampu mengejar selisih poin di klasemen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski trofi belum resmi digenggam, euforia warga Bandung sudah telanjur dirayakan. Layaknya suasana menjelang peringatan Hari Kemerdekaan, atribut biru Persib mulai bermunculan di jalanan kota. Bendera Maung Bandung berkibar di kendaraan warga, warung kopi, hingga sudut-sudut permukiman.
Optimisme bobotoh begitu terasa. Warga percaya Persib berada di ambang sejarah baru dalam sepak bola Indonesia.
Euforia serupa tampak di kawasan taman kolong Flyover Mochtar Kusumaatmadja atau Pasupati, Kelurahan Tamansari, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung. Di taman yang baru direnovasi itu, warga menyiapkan layar lebar untuk menggelar nonton bareng pertandingan Persib.
Agenda nobar tersebut digagas kelompok pemuda setempat. Selain menjadi ruang berkumpul pencinta sepak bola, kegiatan itu juga disiapkan sebagai tempat warga menyambut kemungkinan pesta juara Persib secara bersama-sama.
Saat berbincang dengan detikJabar, koordinator acara, Dadus Gunawan (46), bercerita tentang awal mula taman kolong flyover itu dipilih jadi lokasi nobar. Semuanya bermula saat warga sekitar punya animo yang tinggi untuk bisa menyaksikan tim kebanggannya berlaga di atas lapangan.
"Jadi tadinya ini teh iseng-iseng dari anak-anak, pengin nobar Persib. Hayu, ah, katanya adain. Ya sudah, waktu itu nobar pertama cuma pakai TV doang, seadanya aja," katanya.
Tak disangka, antusiasme warga terus membesar dari waktu ke waktu. Layar televisi kecil tak lagi cukup menampung euforia warga yang datang. Perlahan, para pemuda di kawasan itu kemudian patungan dan mengumpulkan biaya swadaya demi menghadirkan layar lebar untuk agenda nobar tim kebanggaan.
Setelah layar lebar ditancapkan, animo bobotoh ternyata makin membesar. Laga melawan Persija Jakarta pada 10 Mei 2026 menjadi salah satu momen yang paling diingat warga sekitar. Malam itu, taman kolong flyover berubah menjadi lautan biru setelah Persib berhasil memenangkan pertandingan.
Sorak sorai, nyanyian bobotoh, hingga konvoi kecil spontan memenuhi kawasan tersebut. Antusiasme warga yang datang bahkan disebut membludak hingga ribuan orang.
"Ini udah kelima kalinya. Waktu lawan Persija itu membludak banget, hampir ribuan yang datang," ucap Dadus.
Kini, pesta penyambutan juara untuk Persib mulai disiapkan. Layar lebar sudah berdiri, sementara warga sibuk menata area nobar sembari menunggu ribuan bobotoh berdatangan.
Dadus memperkirakan sekitar dua ribu orang akan memadati lokasi tersebut. Untuk mengantisipasi membludaknya penonton, panitia membagi titik nobar di dua area berbeda. Lapangan basket disiapkan untuk warga sekitar, sedangkan kawasan taman sepeda diperuntukkan bagi bobotoh yang datang dari luar kota.
"Soalnya ada yang dari Tangerang, Bekasi, Garut, itu pada ngontak. Kami mau otw katanya. Pengen nobar, euforia perayaan sama bobotoh, lalu ikut pawai besoknya, kang," ujarnya.
Namun di balik gegap gempita menyambut malam juara, warga sadar euforia besar juga datang bersama tanggung jawab menjaga suasana tetap aman dan nyaman. Karena itu, panitia nobar memilih menyiapkan perayaan secara tertata, mulai dari pembagian titik kumpul hingga berkoordinasi dengan aparat keamanan.
Dadus menyebut pihaknya sudah menyampaikan pemberitahuan kepada kepolisian sebelum agenda nobar digelar. Harapannya sederhana, warga bisa menikmati malam perayaan Persib dengan aman, tertib, dan tanpa kericuhan.
"Harapannya tentu pengen kondusif. Dan Alhamdulillah, beberapa kali nobar, lancar. Pokoknya Persib sekarang udah ada di pintu juara, warga udah pede banget bakal juara musim ini. Insyaallah menang," tuturnya.
Euforia juga turut dirasakan kelompok suporter Persib, Bobotoh Maung Bandung Bersatu (Bomber). Mereka rencananya akan mendampingi Persib langsung di GBLA, sekaligus menyambut perayaan gelar juara.
Namun, Ketua Bomber Apin Purnama mengimbau bobotoh untuk tetap menjaga kondusifitas. Bobotoh diminta tidak melakukan tindakan yang merugikan seperti masuk ke lapangan sebelum pertandingan selesai, termasuk menyalakan flare dan petasan.
"Untuk bobotoh kita harus jaga kondusifitas di laga final ini. Jangan sampai mencederai laga di ambang juara ini karena tindakan ceroboh. Jangan sampai laga ini berubah dengan hal yang tidak diinginkan. Jangan sampai turun ke lapangan sebelum selesai, jangan sampai menyalakan petasan, flare, karena itu akan menjadikan juara yang diraih oleh persib bisa digagalkan," katanya.
"Kita harus jaga perjuangan pemain Persib yang sudah mengerikan yang terbaik untuk bobotoh. Jangan sampai tindakan itu merugikan semua. Jadikan euforia ini kebahagiaan untuk kita, jangan euforia berlebihan," pungkasnya.
(ral/sud)
