Perjalanan Persib yang Kini Tinggal Selangkah Menuju Hattrick Juara

Perjalanan Persib yang Kini Tinggal Selangkah Menuju Hattrick Juara

Bima Bagaskara - detikJabar
Sabtu, 23 Mei 2026 14:00 WIB
Perayaan juara Persib Bandung di Kota Bandung, Minggu (25/5/2025).
Perayaan Persib juara musim lalu. Foto: Dok. Humas Jabar
Jakarta -

Sabtu (23/5/2026) sore nanti, Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya pertandingan sepak bola. Stadion itu akan menjadi panggung penentuan apakah Persib Bandung benar-benar menyelesaikan perjalanan panjangnya dengan gelar juara Super League 2025/2026.

Persib hanya membutuhkan satu poin saat menjamu Persijap Jepara. Secara hitungan, syaratnya sederhana. Tapi jika melihat perjalanan musim ini, tidak ada satu pun yang datang dengan mudah.

Persib tidak tiba di ambang juara karena segalanya berjalan mulus. Mereka sampai di titik ini setelah melewati musim yang penuh tikungan, tekanan, dan momen-momen ketika gelar yang sempat terasa dekat mendadak terlihat menjauh.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada awal musim, Persib bahkan belum menunjukkan wajah tim juara. Setelah membuka kompetisi dengan hasil positif menghadapi Semen Padang di Stadion GBLA pada 9 Agustus 2025, Maung Bandung langsung mendapat tamparan.

ADVERTISEMENT

Bertandang ke Stadion Gelora Bumi Kartini, markas Persijap, lawan yang kini kembali berdiri di hadapan mereka. Persib mengalami kekalahan saat itu dengan skor 1-2 pada 18 Agustus 2025.

Persib yang datang sebagai juara bertahan ternyata tidak otomatis menjadi tim paling menakutkan di liga. Bahkan di laga berikutnya, Maung Bandung ditahan imbang PSIM Yogyakarta 1-1.

Dari situ, penampilan Persib masih inkonsisten. Dua kemenangan didapat saat melawan Persebaya dan Arema. Tapi setelahnya, Persib kembali tumbang di pekan ke-7 saat menghadapi tuan rumah Persita Tangerang.

Tetapi perlahan, tim racikan Bojan Hodak menemukan bentuk permainan. Pertahanan mulai solid, lini tengah semakin matang, dan kemenangan demi kemenangan datang.

Bahkan Persib meraih enam kemenangan beruntun, termasuk ketika menaklukkan Borneo FC 3-1 di GBLA pada 5 Desember lalu, hasil yang menjadi penegasan bahwa mereka masih menjadi kandidat juara musim ini.

Namun saat bertandang ke markas Malut United, 12 Desember 2025, Persib kembali tumbang 2-0. Tapi itu jadi kekalahan terakhir Persib Bandung musim ini. Hingga pekan ke-33, Marc Klok cs tidak terkalahkan di 20 laga dengan hasil 15 menang dan 5 imbang.

Persib kemudian merebut puncak klasemen pada 7 Januari 2026 usai menaklukkan Persija Jakarta 1-0. Sejak saat itu, Persib Bandung menjadi kandidat terkuat dalam perebutan gelar juara.

Tetapi sepak bola selalu punya cara menguji keyakinan. Saat kompetisi memasuki fase penentuan, Persib justru mulai kehilangan ritme. Yang awalnya nyaman di puncak perlahan mulai terancam.

Dua pertandingan menjadi titik balik yang membuat jantung Bobotoh berdegup lebih cepat. Persib gagal menang saat menghadapi Dewa United dan Arema pada pekan 28 dan 29.

Sampai akhirnya terjadi momen yang sempat membuat publik Bandung cemas; Borneo FC berhasil menyamai perolehan poin Persib di angka 69 pada pekan ke-30. Persaingan juara yang tadinya terasa mulai mengerucut mendadak terbuka lagi.

Untuk pertama kalinya setelah lama memimpin, Persib benar-benar merasakan tekanan. Setiap pertandingan terasa seperti final. Tetapi justru di momen paling sulit itulah Persib kembali menunjukkan karakternya. Mereka melewati laga demi laga dengan hasil yang memuaskan.

Kemenangan penting datang saat menundukkan Bhayangkara FC, PSIM, Persija, dan terakhir PSM Makassar. Hasil ini menjaga ritme dan membuat mereka masuk ke pekan-pekan terakhir dengan posisi yang tetap berada di tangan sendiri.

Dan ketika tekanan mencapai titik tertinggi, angin yang ditunggu akhirnya datang. Borneo FC yang terus mengejar justru terpeleset di pekan ke-33. Pesut Etam gagal meraih kemenangan saat menghadapi Persijap Jepara dan hanya membawa pulang satu poin.

Hasil itu mengubah segalanya. Persib kembali membuka jarak. Dari situasi yang sempat membuat mereka kehilangan kendali, kini Maung Bandung kembali memegang nasibnya sendiri.

Kini, setelah 33 pertandingan, Persib berdiri di puncak dengan 78 poin. Borneo ada di belakang dengan 76 poin.

Menariknya, pertandingan terakhir itu mempertemukan Persib dengan tim yang pernah melukai mereka di putaran pertama dan tim yang pekan lalu ikut membuka jalan juara dengan menahan Borneo.

Dan kini, tim itu pula yang akan menjadi ujian terakhir. Sore nanti di GBLA, Persib tidak hanya mengejar kemenangan biasa. Mereka sedang mengejar penutup musim yang sempurna.

Tapi ada hal yang harus diwanti-wanti di laga sore nanti. Bobotoh diminta untuk tidak mencederai pesta jika Persib keluar sebagai juara. Flare, petasan, hingga invasi lapangan adalah hal yang tak boleh ada di stadion.

"Tetap jaga ketertiban, no flare, no pitch invasion. Kita rayakan bersama, kasih ruang pemain untuk selebrasi di lapangan bersama keluarganya, bersama semuanya," tegas Ketua Umum Viking Persib Club, Tobias Ginanjar.

Hal serupa juga disampaikan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Ia meminta agar tidak ada pihak mana pun yang mencederai makna kemenangan karena gelar juara sudah di depan mata.

"Pertama bahwa juara di depan mata. Kalau juara sudah di depan mata kita tinggal menjaga sikap dan ketertiban kita dalam mengelola itu," kata Dedi.

Ia menegaskan, semangat merayakan prestasi klub kebanggaan warga Jawa Barat itu tidak boleh berubah menjadi tindakan yang merugikan.

"Artinya jangan ada sikap yang aneh, yang mencederai kita seorang juara," tegasnya.

(bba/sud)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads