Akhir Dahaga 4 Musim dan Pecahnya Tangis Cristiano Ronaldo

Akhir Dahaga 4 Musim dan Pecahnya Tangis Cristiano Ronaldo

Randy Prasatya - detikJabar
Jumat, 22 Mei 2026 11:30 WIB
RIYADH, SAUDI ARABIA - APRIL 3: Cristiano Ronaldo of team Al Nassr FC celebrates scoring their fourth goal during the Saudi Pro League game between Al Nassr and Al Najmah at Al Awwal Park on April 3, 2026 in Riyadh, Saudi Arabia. (Photo by Abdullah Ahmed/Getty Images)
Cristiano Ronaldo. (Foto: Getty Images/Abdullah Ahmed)
Jakarta -

Gemuruh di Alawwal Park, Jumat (22/5/2026) dini hari WIB, bukan sekadar perayaan gol biasa. Bagi Cristiano Ronaldo, malam itu adalah puncak dari segala emosi yang membuncah. Di pekan terakhir yang menentukan, Al Nassr akhirnya resmi mengunci gelar juara Liga Arab Saudi musim 2025/2026 setelah melumat Damac dengan skor telak 4-1.

Kemenangan ini memastikan trofi liga ke-11 bagi klub berjuluk Faris Najd tersebut. Al Nassr bertengger kokoh di puncak klasemen akhir dengan raihan 86 poin, unggul tipis dari rival abadi mereka, Al Hilal, yang harus puas di posisi runner-up dengan 84 poin. Ronaldo menjadi aktor utama dengan menyumbang dua gol penutup yang mengunci kemenangan timnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, bukan hanya dua gol itu yang menjadi sorotan, melainkan apa yang terjadi sesudahnya. Sesaat setelah mencetak gol terakhir, pertahanan emosional Ronaldo runtuh. Sang megabintang tak kuasa membendung air mata. Sambil menyeka mata dengan jemarinya, ia menunjuk ke arah tribune, tempat istri dan anak-anaknya setia memberikan dukungan.

Dikutip dari detikSport, tangis itu kembali pecah saat wasit meniup peluit panjang tanda laga usai. Ronaldo tampak begitu emosional hingga harus didekap erat oleh salah satu staf Al Nassr untuk menenangkannya. Ini adalah momen penebusan setelah empat musim lamanya ia berkelana di tanah Arab demi merasakan manisnya gelar juara liga.

ADVERTISEMENT

Perjalanan menuju takhta ini memang penuh drama dan luka. Publik tentu belum lupa pada kejadian 13 Mei, saat Al Nassr nyaris mengunci gelar lebih awal kala menjamu Al Hilal. Kemenangan 1-0 yang sudah di depan mata sirna dalam hitungan detik akibat gol bunuh diri kiper Bento. Hasil imbang 1-1 saat itu memaksa pesta juara tertunda dan menyisakan trauma mendalam.

Kekecewaan itu bahkan sempat merembet ke panggung Asia. Hanya berselang empat hari, tepatnya pada 17 Mei, Al Nassr harus menelan pil pahit setelah kalah 0-1 di final Asian Champions League Two. Rangkaian kegagalan yang menyesakkan itulah yang membuat gelar juara liga kali ini terasa berkali-kali lipat lebih emosional bagi CR7.

Kini, sejarah baru telah tertulis. Cristiano Ronaldo resmi menjadi manusia yang berhasil menaklukkan liga di empat negara berbeda. Ia telah merengkuh kejayaan di Inggris bersama Manchester United, mendominasi Spanyol dengan Real Madrid, berjaya di Italia dengan kostum Juventus, dan kini menyempurnakannya di Arab Saudi bersama Al Nassr.

Artikel ini telah tayang di detikSport

(ran/orb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads