Arsenal kini semakin dekat untuk merengkuh gelar juara Premier League 2025/2026. Kemenangan terbaru The Gunners membuat beban berat kini sepenuhnya berpindah ke pundak sang rival, Manchester City.
Kepastian itu didapat setelah Arsenal sukses menumbangkan Burnley dengan skor tipis 1-0. Hasil ini membuat Meriam London berpeluang mengunci gelar juara lebih awal pada dini hari nanti, dengan syarat Manchester City terpeleset saat menghadapi AFC Bournemouth.
Drama Kemenangan Tipis di Emirates
Bermain di hadapan pendukung sendiri di Emirates Stadium, Selasa (19/5/2026) dini hari WIB, Arsenal dipaksa memeras keringat lebih dalam. Tim asuhan Mikel Arteta tersebut akhirnya berhasil memecah kebuntuan lewat gol tunggal yang dilesakkan Kai Havertz.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski Burnley sudah dipastikan terdegradasi musim depan, mereka tetap memberikan perlawanan sengit yang merepotkan barisan pertahanan tuan rumah. Namun, kematangan mental Arsenal teruji dengan tetap menjaga fokus hingga peluit panjang berbunyi.
Menariknya, ini merupakan kemenangan 1-0 ke-11 bagi Arsenal sepanjang musim ini. Catatan tersebut menjadi rekor kemenangan identik terbanyak mereka dalam satu musim sejak tahun 1994.
"Saya bisa merasakan ketegangannya. Saya punya banyak rambut, tapi sekarang saya mulai khawatir semuanya rontok!" kata Arteta di situs resmi Premier League.
Senjata Mematikan dari Bola Mati
Gol penentu kemenangan Arsenal berawal dari skema sepak pojok yang dilepaskan dengan akurat oleh Bukayo Saka. Dengan tambahan gol ini, Arsenal tercatat selalu berhasil mencetak gol melalui situasi bola mati dalam 19 pertandingan Premier League musim ini.
Catatan impresif tersebut menyamai rekor kompetisi untuk format 38 pertandingan. Legenda hidup Arsenal, Patrick Vieira, menyebut kemenangan "minimalis" seperti ini adalah ciri khas calon juara.
"Yang penting hanya memenangkan pertandingan dan mengambil tiga poin. Tugas selesai hari ini. Ketika Anda sudah sangat dekat dengan gelar, tidak penting bagaimana caranya menang," ujar Vieira.
Rekor Spesial Bukayo Saka
Tak hanya soal poin penuh, laga ini juga menjadi panggung spesial bagi Bukayo Saka. Assist yang ia berikan untuk gol Havertz menjadi milestone baru dalam kariernya, yakni assist ke-50 di panggung Premier League.
Saka kini sejajar dengan para legenda Arsenal lainnya yang pernah mencapai angka tersebut, seperti Dennis Bergkamp, Thierry Henry, Cesc Fabregas, dan Mesut Özil.
Selain itu, Saka juga menasbihkan diri sebagai pemain termuda kedua dalam sejarah Premier League yang mampu mengoleksi 50+ gol dan 50+ assist, hanya kalah dari rekor milik Wayne Rooney.
Manchester City Terpojok
Tambahan tiga angka ini membuat Arsenal kokoh di puncak klasemen dengan koleksi 82 poin dari 37 laga. Manchester City membuntuti di posisi kedua dengan 77 poin, namun masih memiliki tabungan satu pertandingan.
Situasi ini memaksa City wajib menang saat bertandang ke markas Bournemouth, Rabu (20/5) dini hari WIB. Jika The Citizens gagal meraih poin penuh, maka pesta juara Arsenal dipastikan akan dimulai lebih cepat.
Namun, misi City diprediksi tidak akan mudah. Bournemouth tengah dalam grafik menanjak dengan rekor 16 laga tak terkalahkan. Di sisi lain, City juga datang dengan modal kepercayaan diri tinggi lewat tren 14 laga tanpa kekalahan. Pertarungan mental di sisa musim ini benar-benar mencapai titik didih.
Artikel ini telah tayang di detikSport. Simak selengkapnya di sini.
(krs/orb)
