Musim Penuh Sanksi, Persib Bandung Kena Denda Rp 5,9 Miliar

Musim Penuh Sanksi, Persib Bandung Kena Denda Rp 5,9 Miliar

Bima Bagaskara - detikJabar
Selasa, 19 Mei 2026 15:30 WIB
Kericuhan usai Persib tersingkir dari ACL 2 karena kalah agregat dari Ratchaburi FC
Kericuhan usai Persib tersingkir dari ACL 2 karena kalah agregat dari Ratchaburi FC. Foto: Bima Bagaskara/detikJabar
Bandung -

Perjalanan Persib Bandung di musim 2025/2026 nyaris sempurna di atas lapangan. Maung Bandung berada di ambang sejarah juara tiga kali beruntun Super League. Namun di balik performa impresif itu, Persib harus menanggung konsekuensi mahal akibat rentetan pelanggaran disiplin.

Sepanjang musim ini, Persib terus dihantam sanksi dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI dan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC). Total denda yang harus dibayar bahkan sudah menembus lebih dari Rp5,9 miliar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pelanggaran yang terjadi pun beragam. Mulai dari kehadiran suporter di laga tandang, penyalaan flare dan petasan, invasi lapangan, pelemparan benda ke area pertandingan, hingga kerusuhan suporter di kompetisi Asia.

Denda dari Komdis PSSI

Sanksi domestik pertama datang saat Persib menghadapi Arema FC pada 22 September 2025. Komdis PSSI mendenda Persib Rp25 juta karena adanya suporter Persib di tribun tim tamu.

ADVERTISEMENT

Masalah serupa kembali terulang saat Persib melawan Persik Kediri pada 5 Januari 2026. Kehadiran Bobotoh di laga tandang kembali membuat Persib dihukum denda Rp25 juta.

Komdis kemudian menjatuhkan sanksi lebih besar usai laga Persib kontra Persija Jakarta pada 11 Januari 2026 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Dalam laga panas tersebut, terjadi pelemparan botol dan benda lain ke lapangan dari tribun penonton.

Persib didenda Rp30 juta akibat pelemparan benda. Selain itu, penyalaan petasan di tribun utara dan selatan membuat Persib kembali dihukum Rp60 juta.

Sanksi terbesar dari Komdis PSSI datang di penghujung musim. Persib dihukum total Rp455 juta akibat berbagai pelanggaran dalam laga melawan Bhayangkara FC dan PSIM Yogyakarta.

Saat melawan Bhayangkara FC pada 30 April 2026, Persib didenda Rp25 juta karena suporter tandang hadir, Rp60 juta akibat dua suporter masuk lapangan, Rp60 juta karena flare dan petasan dan Rp30 juta akibat pelemparan botol air.

Sementara saat menghadapi PSIM Yogyakarta pada 4 Mei 2026, Persib kembali dihukum Rp30 juta akibat pelemparan botol air, Rp250 juta karena petasan dilempar ke lapangan hingga pertandingan sempat terhenti empat menit.

Tak hanya klub, beberapa pemain Persib juga terkena hukuman pribadi. Frans Putros dan Luciano Guaycochea masing-masing mendapat tambahan larangan bermain serta denda Rp10 juta.

Hukuman AFC Jauh Lebih Berat

Sanksi dari AFC menjadi yang paling menguras kantong Persib. Hukuman pertama datang usai laga kontra Port FC di AFC Champions League Two 2024/2025 karena dianggap gagal memenuhi kewajiban sebagai tuan rumah. Persib didenda USD5.000 atau sekitar Rp81 juta.

Masalah administrasi stadion kembali membuat Persib dihukum saat menjamu Manila Digger di babak playoff ACL 2 2025/2026. AFC menjatuhkan denda USD2.000 atau sekitar Rp33 juta karena kursi stadion dan tiket tidak memiliki nomor.

Situasi mulai memburuk ketika Persib menghadapi Selangor FC pada 23 Oktober 2025. Dalam laga itu, AFC mencatat berbagai pelanggaran serius seperti penyalaan flare, pelemparan kursi dan benda berbahaya, spanduk bermuatan politik hingga penonton memanjat pembatas stadion.

Akibatnya, Persib didenda USD26.250 atau sekitar Rp436 juta serta mendapat hukuman penutupan sebagian stadion.

Asisten pelatih Miro Petric juga terkena hukuman berat. AFC menjatuhkan larangan mendampingi tim empat pertandingan plus denda USD10.000 atau sekitar Rp166 juta akibat protes keras kepada perangkat pertandingan.

Masalah kembali muncul saat Persib bertandang ke markas Selangor FC pada 6 November 2025. AFC menghukum Persib USD30.000 atau sekitar Rp499 juta karena adanya invasi lapangan dan pelemparan benda oleh suporter.

Belum selesai sampai di situ, laga melawan Bangkok United pada 10 Desember 2025 kembali berujung hukuman. AFC menjatuhkan total denda USD30.000 atau sekitar Rp503 juta karena flare, gangguan akses evakuasi stadion, serta lemahnya pengamanan.

Persib juga dihukum usai kerusuhan suporter dalam laga tandang melawan Ratchaburi FC di Thailand pada 11 Februari 2026. AFC menyebut suporter Persib terlibat bentrok dengan pendukung tuan rumah dan menjatuhkan denda USD8.750 atau sekitar Rp144 juta.

Hukuman Terbesar: Rp3,5 Miliar

Puncak hukuman AFC datang setelah laga Persib kontra Ratchaburi FC di GBLA pada 18 Februari 2026. Dalam keputusan resminya, AFC menyebut terjadi sederet pelanggaran berat, penyalaan flare dan kembang api, pelemparan kursi, botol, dan benda lain ke lapangan, perusakan fasilitas stadion, tindakan kekerasan, invasi lapangan, penghinaan kepada lawan dan perangkat pertandingan.

AFC pun menjatuhkan hukuman super berat kepada Persib berupa denda USD200 ribu atau sekitar Rp3,5 miliar. Tak hanya itu, Persib juga dihukum bermain tanpa penonton dalam dua laga kandang AFC berikutnya. Satu hukuman ditangguhkan selama masa percobaan dua tahun.

Total Denda Tembus Rp5,9 Miliar

Jika seluruh sanksi dari Komdis PSSI dan AFC dijumlahkan, total hukuman finansial Persib Bandung musim ini diperkirakan sudah mencapai lebih dari Rp5,9 miliar. Jumlah itu belum termasuk potensi kerugian akibat hukuman tanpa penonton dan biaya pengamanan tambahan.

Prestasi Persib di lapangan memang mengantar mereka ke ambang sejarah. Namun di sisi lain, musim ini juga menjadi alarm keras bahwa euforia suporter dan buruknya pengelolaan pertandingan bisa berujung denda yang sangat mahal bagi klub.

(bba/sud)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads