Persib Bandung kembali dihadapkan pada ujian berat di penghujung musim Super League 2025/26. Maung Bandung kini harus melakoni laga tandang yang tak kalah sulit dengan menghadapi PSM Makassar di Stadion B.J. Habibie, Parepare, Minggu (17/5/2026) malam.
Di atas kertas, Persib memang datang dengan kepercayaan diri tinggi. Kemenangan 2-1 atas Persija Jakarta menjadi suntikan moral penting dalam perburuan gelar juara musim ini. Sementara PSM kalah dengan skor 0-3 dari tuan rumah Arema FC.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, markas PSM dalam beberapa musim terakhir kerap menjadi tempat yang angker bagi Persib. Bahkan, dua lawatan terakhir ke kandang Juku Eja berakhir dengan kekalahan telak yang masih membekas di ingatan Bobotoh.
Pada musim 2022/23, Persib dipermalukan dengan skor mencolok 1-5. Saat itu, Persib masih ditukangi pelatih asal Spanyol, Luis Milla. Di putaran kedua, PSM kembali menaklukkan Persib dengan skor 2-1 saat laga dimainkan di Stadion Pakansari, Bogor.
Musim berikutnya, yakni 2023/24, nasib serupa kembali terjadi. Persib lagi-lagi tumbang di Parepare dengan skor 2-4. Kali ini, Persib ditangani Yaya Sunarya yang ditunjuk sebagai caretaker setelah Luis Milla mengundurkan diri.
Baru pada pertemuan kedua, Persib mampu sedikit mematahkan kutukan setelah menahan imbang PSM tanpa gol. Persib saat itu sudah mulai dilatih Bojan Hodak, yang pada akhirnya mengantar Persib juara di akhir musim.
Dalam lima pertemuan terakhir kontra PSM, Persib memenangkan tiga pertandingan, sementara dua laga lainnya berakhir imbang. Kini, tantangan serupa kembali datang di momen yang jauh lebih krusial.
Persib tidak hanya menghadapi tekanan atmosfer Stadion B.J. Habibie yang terkenal panas, tetapi juga datang dalam kondisi pincang serta butuh poin penuh untuk mengamankan posisi puncak klasemen.
Bek andalan Federico Barba dan gelandang Luciano Guaycochea dipastikan absen karena akumulasi kartu kuning. Pelatih Bojan Hodak pun harus menepi dari sisi lapangan akibat hukuman serupa.
Meski demikian, Persib tetap diunggulkan di pertandingan nanti. Bahkan hilangnya dua pemain serta tanpa kehadiran Bojan diyakini bukan masalah besar bagi tim kebanggaan warga Jawa Barat itu.
"Memang tanpa Barba dan Lucho, tapi kami punya 22 pemain dan mereka harus menunjukkan performa yang terbaik. Saya melakukan seluruh latihan, di sesi latihan kami akan melakukan segalanya untuk bisa membangun rencana," ucap Bojan.
"Kemudian Igor akan duduk di bangku cadangan dan itu saja. Tidak ada masalah. Dia sudah tahu, dia sudah siap, karena dia melakukan ini ketiga kalinya tahun ini," ujarnya.
(iqk/iqk)
