Dua laga penentuan masih menanti Persib Bandung di penghujung Super League 2025/26. Tim Maung Bandung dijadwalkan menjalani laga tandang menghadapi PSM Makassar pada 17 Mei mendatang, sebelum menutup musim lewat pertandingan kandang kontra Persijap Jepara pada 23 Mei 2026.
Di tengah antusiasme Bobotoh yang semakin membuncah menyambut peluang Persib meraih gelar juara, Polda Jawa Barat mengingatkan seluruh pendukung untuk tetap menjaga situasi tetap aman dan kondusif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, meminta seluruh elemen masyarakat, khususnya Bobotoh, agar tidak larut dalam euforia berlebihan yang justru berujung bentrokan maupun kerusakan fasilitas umum.
"Kami harapkan bahwa kepada seluruh aparat keamanan, warga, dan sebagainya untuk bisa menahan diri, sehingga tidak terjadi adanya jatuhnya korban dan perusakan fasilitas umum. Sayang kalau seandainya euforia dan juga ketidaksenangan terhadap klub Persib ini bentrok," kata Hendra, Rabu (13/5/2026).
Menurut Hendra, dukungan terhadap Persib bukan hanya datang dari Kota Bandung semata, melainkan telah menyebar ke seluruh wilayah Jawa Barat. Namun di balik besarnya fanatisme tersebut, terdapat dinamika tersendiri, khususnya di kawasan jalur Pantura yang memiliki kelompok pendukung Persija Jakarta.
Situasi itulah yang, menurutnya, memicu gesekan antarsuporter usai laga El Clasico antara Persib melawan Persija beberapa waktu lalu.
"Ada satu keunikan tersendiri di Jawa Barat ini bahwa Persib ini tidak hanya dimiliki oleh di Kota Bandung saja, tapi menyeluruh di seluruh Jawa Barat. Tetapi di sini juga ada anomali terkhusus, utamanya di jalur Pantura, ini ada beberapa kelompok tertentu yang dia ngefans-nya juga kepada Jakmania. Ini menjadi suatu persoalan tersendiri ketika contoh kemarin kita merayakan El-Classico, di mana kita melawan Persija yang notabene-nya akhirnya untuk Persib kita menang, alhamdulillah, 2-1. Tetapi efeknya di beberapa tempat di jalur Pantura, baik Karawang, kemudian Purwakarta, Cirebon, itu ada aksi bentrok," ungkapnya.
Menjelang dua pertandingan terakhir Persib, aparat kepolisian bersama TNI dan pemerintah daerah telah menyiapkan langkah pengamanan, termasuk mengantisipasi kemungkinan adanya konvoi kemenangan apabila Persib berhasil meraih hasil positif.
Meski demikian, Hendra kembali menegaskan agar perayaan dilakukan secara tertib dan tidak membahayakan keselamatan pengguna jalan lainnya. Ia menyoroti masih adanya aksi berbahaya seperti penggunaan flare, kebut-kebutan, hingga aksi nekat naik ke pembatas flyover saat konvoi berlangsung.
"Kami juga sangat mendukung dan mengharapkan kemenangan ini, tetapi juga tetap mengimbau bahwa aksi-aksi mencegat lalu lintas, kemudian menggunakan flare, dan juga kebut-kebutan di jalan raya ini tolong betul-betul dijaga keamanannya. Karena saya lihat ada yang naik kepada pembatas jalan yang ada di jembatan flyover itu. Kami takut terjatuh dan sebagainya sehingga ada jatuh korban," jelasnya.
Polda Jabar berharap semangat dukungan terhadap Persib tetap diwujudkan dengan cara-cara yang positif dan tidak menimbulkan kerugian bagi masyarakat lain.
"Saya harapkan bahwa euforia nanti lebih bermartabat dan menjaga keamanan dan ketertiban khususnya lalu lintas," pungkasnya.
(wip/dir)
