Panasnya duel klasik antara Persib Bandung dan Persija Jakarta di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (10/5/2026) menyisakan banyak drama. Di laga yang berakhir dengan skor 2-1 untuk Maung Bandung itu, terjadi keributan antarpemain.
Namun di balik keributan itu, muncul sosok yang justru mendapat pujian karena dianggap menunjukkan sikap dewasa dan sportif. Sosok itu adalah kiper senior Persija, Andritany Ardhiyasa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat situasi memanas dan beberapa pemain Persija terlibat ketegangan dengan pemain Persib, khususnya Beckham Putra, Andritany terlihat sigap mengamankan Beckham dari kerumunan.
Dalam sejumlah video yang beredar di media sosial, Andritany tampak merangkul Beckham, menenangkan situasi, lalu membawanya menjauh dari keributan. Sikap itu menuai banyak apresiasi dari Bobotoh maupun pencinta sepakbola nasional.
Sekretaris Umum Viking Persib Club Arland Sidha menilai apa yang dilakukan Andritany seharusnya menjadi contoh bagi seluruh pemain di lapangan.
"Saya pikir itu sikap yang harusnya nggak hanya dilakukan oleh Andritany saja, tapi oleh semua pemain. Saya melihat Andritany jauh lebih dewasa dan kemudian bisa mengontrol apa yang terjadi di akhir pertandingan, memilih untuk menenangkan Beckham," kata Arland, Selasa (12/5/2026).
Tak hanya Andritany, Arland juga menyoroti sikap sportif dua pemain muda Persija, yakni Dony Tri Pamungkas dan Rayhan Hannan. Keduanya terlihat tetap cair usai pertandingan dan bahkan berfoto bersama bek muda Persib, Kakang Rudianto.
"Kita lihat ya ketika misalnya Dony Tri, Rayhan Hanan itu berfoto dengan Kakang Rudianto. Artinya itu menunjukkan sikap sportif. Mereka bisa jadi rival, jadi musuh dalam pertandingan, tapi di luar pertandingan mereka bersikap sebagai pemain profesional, berteman. Itulah indahnya sepakbola," ungkap Arland.
Di sisi lain, Arland juga menyoroti sejumlah pemain yang dinilai belum mampu mengendalikan emosi di akhir pertandingan. Salah satu yang paling disorot adalah kapten Persija, Rizky Ridho, yang tertangkap kamera diduga menjambak rambut Beckham dari belakang saat keributan berlangsung.
"Tapi masih juga banyak pemain yang belum menunjukkan sikap sportif, misal kita lihat dari video yang beredar, seharusnya sebagai kapten bisa membuat situasi tenang," katanya.
"Tapi justru Rizky Ridho yang melakukan provokasi dengan menjambak rambut Beckham, menurut saya ini perlu pendewasaan sebagai seorang kapten," lanjut Arland.
Menurutnya, sikap pemain di lapangan sangat berpengaruh terhadap perilaku suporter di luar stadion. Ia menilai tensi yang tidak diredam dengan baik usai pertandingan turut berdampak pada munculnya insiden lanjutan di bandara saat rombongan Persib hendak pulang ke Bandung.
"Sebagai pemain mereka harus bersikap sportif agar kejadian di lapangan tidak berimbas di kalangan suporter. Sehingga hal yang terjadi di lapangan seharusnya selesai di lapangan secara sportif dan tidak ada lagi pemikiran lain di suporter," tegasnya.
Arland menyebut, akhir laga Persib kontra Persija kemarin justru meninggalkan kesan emosional yang belum selesai. Kondisi itu, menurutnya, ikut memengaruhi psikologis suporter.
"Saya melihat bahwa pertandingan kemarin dengan yang berakhir tidak menunjukkan sikap sportif, ada ketidaksukaan pemain di akhir, berimbas pada pola pikir suporter, sehingga terjadi di bandara ada insiden," katanya.
"Kalau kemarin mungkin Rizky Ridho membuat tenang, merangkul pemain, damai di akhir, saya pikir kejadian dari akumulasi kekecewaan suporter tidak terjadi di luar lapangan. Tapi yang terjadi kekecewaan suporter dikuatkan untuk tidak bersikap sportif," lanjutnya.
Ia berharap rivalitas besar antara Persib dan Persija ke depan tetap berjalan panas di dalam lapangan, namun tetap dibingkai sikap profesional dan saling menghormati, khususnya di kalangan suporter.
"Akhirnya inilah kejadiannya dan saya harap ke depan semua suporter harus mulai mengesampingkan ego yang sifatnya negatif," pungkasnya.
(bba/sud)
