Bela Marc Klok, Bojan Hodak: Wasit Pasti Tahu Jika Ada Rasisme

Bela Marc Klok, Bojan Hodak: Wasit Pasti Tahu Jika Ada Rasisme

Bima Bagaskara - detikJabar
Minggu, 03 Mei 2026 13:00 WIB
Pelatih Persib Bojan Hodak usail laga menghadapi Persebaya di Stadion GBT Surabaya
Pelatih Persib Bojan Hodak (Foto: Rossa Izza Amalia/detikJatim)
Bandung -

Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, angkat bicara terkait tuduhan rasisme yang diarahkan kepada kapten timnya, Marc Klok. Ia menilai isu tersebut tidak berdasar, bahkan menyayangkan langkah pihak Bhayangkara FC yang telah mengangkat persoalan ini ke publik.

Tuduhan itu sebelumnya muncul setelah laga Persib kontra Bhayangkara, di mana Klok dituding melakukan tindakan rasis terhadap pemain lawan, Henri Doumbia. Bhayangkara bahkan telah melayangkan laporan resmi ke Komdis PSSI.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, Bojan dengan tegas membantah tudingan tersebut. Ia menilai, jika memang terjadi pelanggaran serius di lapangan, seharusnya wasit sudah langsung mengambil tindakan.

"Saya ingin menjelaskan satu hal. Saat insiden itu terjadi, ada wasit dan beberapa pemain di sekitar. Wasit tersebut adalah wasit top. Jika Marc melakukan pelanggaran serius, dia pasti langsung mendapat kartu merah," ujarnya, Minggu (3/5/2026).

ADVERTISEMENT

Lebih lanjut, Bojan mengaku telah mengonfirmasi kejadian tersebut kepada sejumlah pemain yang berada di lapangan. Hasilnya, tidak ada yang membenarkan adanya tindakan rasis seperti yang dituduhkan.

"Saya juga bertanya kepada beberapa pemain setelah pertandingan, dan mereka mengatakan hal itu tidak benar. Mungkin terjadi kesalahpahaman bahasa," katanya.

Bojan pun mempertanyakan mengapa isu ini justru mencuat dan berkembang ke ranah publik. Ia bahkan menyebut situasi ini sebagai sesuatu yang memalukan bagi pihak yang menyebarkannya.

"Saya tidak mengerti kenapa isu ini muncul. Ini justru memalukan bagi pihak yang menyebarkannya," tegasnya.

Sebelumnya, Klok juga telah memberikan klarifikasi dan membantah keras tuduhan tersebut. Ia menyebut interaksinya dengan Doumbia di lapangan hanya sebatas komunikasi biasa yang disalahartikan.

"Saya dengan tegas membantah tuduhan rasisme yang ditujukan kepada saya. Penyebaran informasi yang tidak benar mengenai sesuatu yang tidak pernah terjadi merupakan hal yang tidak dapat diterima dan merugikan nama baik saya. Sepanjang hidup, saya selalu menjunjung tinggi nilai rasa hormat, kesetaraan, profesionalisme, dan anti-rasisme," kata Klok.

Ia menjelaskan, perbincangan dengan Henri Doumbia terjadi setelah Persib mencetak gol di akhir babak pertama. Klok kemudian meminta bola yang ditahan oleh Henri agar pertandingan kembali berjalan.

Saat itu, Klok mengaku mengucapkan kalimat "give me the ball back" yang kemudian disalahartikan menjadi "give me the ball black".

"Saya telah berbicara dengan beberapa pihak dari Bhayangkara Presisi Lampung FC, baik selama maupun setelah pertandingan, untuk memahami situasi yang terjadi serta mengklarifikasinya dengan sikap hormat dan tenang. Saat kami mencetak gol menjadi 2-1, Henry Doumbia menahan bola alih-alih melanjutkan kick-off. Kami berusaha segera melanjutkan permainan untuk mengejar ketertinggalan. Saya mengatakan dengan jelas kepadanya, 'Give me the ball back'," terang Klok.

"Namun, manajer mereka, Sumardji yang tidak berada di dekat lapangan, terus menyebut saya sebagai rasis, baik di dalam lorong stadion, dekat ruang ganti, maupun di lapangan setelah pertandingan. Saya telah memintanya untuk berhenti dan menyampaikan bahwa saya merasa terluka atas tuduhan yang tidak benar tersebut. Saya menilai perilaku ini telah melampaui batas sepak bola dan esensi dari permainan ini," jelas Klok.

(iqk/iqk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads