Pemain Bhayangkara Presisi Lampung FC U-20, Fadly Alberto Hengga, akhirnya buka suara terkait aksi brutalnya di lapangan hijau. Pemain yang sempat mencuri perhatian bersama Timnas Indonesia ini menyampaikan permohonan maaf terbuka usai terekam melancarkan 'tendangan kungfu' ke arah pemain Dewa United Banten FC U-20.
Melalui akun media sosial pribadinya, Fadly mengungkapkan penyesalan mendalam atas insiden yang mencoreng sportivitas tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Assalamualaikum warrohmatullahi Wabarakatuh. Saya Fadly Alberto Hengga, pemain Bhayangkara Presisi Lampung FC U-20, Dengan sadar saya memohon maaf dan menyesal atas perbuatan bodoh saya saat melawan Dewa United Banten FC U-20," kata Fadly Alberto Hengga di Instagram-nya, Senin (20/4) malam.
Fadly secara khusus menyebut nama Rakha Nurkholis, pemain lawan yang menjadi sasaran tendangannya. Ia mengakui bahwa tindakannya tersebut tidak hanya merugikan dirinya sendiri, tetapi juga mencoreng nama baik klub dan jajaran manajemen.
"Secara khusus saya meminta maaf kepada Rakha Nurkholis dan tim Dewa United atas perbuatan bodoh saya menendang Rakha Nurkholis. Dan untuk tim Bhayangkara Presisi Lampung FC saya meminta maaf kepada pimpinan dan manajemen Bhayangkara Presisi Lampung FC dan seluruh jajaran pelatih dan rekan setim karena telah merugikan tim," ucap Fadly.
Tak hanya kepada klub, Fadly juga menyadari dampak besar aksinya terhadap citra Timnas Indonesia. Sebagai pemain yang pernah mengenakan seragam Garuda, ia merasa perlu meminta maaf kepada seluruh pecinta sepak bola tanah air atas kegaduhan yang terjadi.
"Dan untuk Timnas Indonesia saya meminta maaf karena perbuatan saya mencoreng nama baik Timnas Indonesia. Kepada masyarakat Indonesia saya meminta maaf atas kegaduhan akibat tindakan saya," kata Fadly menambahkan.
Aksi tak terpuji ini terjadi dalam laga Elite Pro Academy (EPA) U-20 di Stadion Citarum, Semarang, Minggu (19/4). Dalam sebuah kemelut, Fadly terekam kamera menendang Rakha Nurkholis dari arah belakang.
Kericuhan di lapangan itu sendiri dipicu oleh ketegangan usai wasit mengesahkan gol Dewa United yang dianggap berbau offside. Situasi yang semula panas di antara pemain merembet hingga ke area ofisial kedua tim.
Puncaknya, tensi yang tak terkendali membuat Fadly Alberto lepas kontrol dan melancarkan tendangan kungfu tersebut. Video aksi kekerasan di lapangan ini pun langsung viral dan memanen kecaman dari netizen di berbagai platform media sosial.
Artikel ini telah tayang di detikSport
(yna/orb)
