Karier Fadly Alberto: Dari Rumah Tripleks ke Timnas Indonesia

Karier Fadly Alberto: Dari Rumah Tripleks ke Timnas Indonesia

Tim detikJabar - detikJabar
Selasa, 21 Apr 2026 14:00 WIB
Pemain muda Bhayangkara FC, Fadly Alberto.
Fadly Alberto (Foto: Dok. IG Bhayangkara FC)
Bandung -

Nama Fadly Alberto Hengga kembali menjadi sorotan setelah diduga terlibat aksi tendangan melayang dalam kericuhan laga Elite Pro Academy (EPA) U-20 antara Dewa United dan Bhayangkara FC di Semarang. Berikut profilnya singkatnya.

Latar Belakang dan Masa Kecil yang Keras

Fadly Alberto Hengga adalah pemuda asal Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro. Ia merupakan anak pertama dari pasangan Piana dan almarhum John Clif Hengga yang berasal dari Timika, Papua Tengah.

Kehidupan masa kecilnya sangat sederhana, di mana ia tinggal di rumah berukuran 4x8 meter berdinding tripleks, berlantai tanah, dan beratap seng. Rumah tersebut berdiri di atas lahan milik Perhutani, sehingga sewaktu-waktu bisa dibongkar jika lahan itu dibutuhkan kembali.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk menyambung kehidupan sehari-hari, sang ibu bekerja serabutan dengan membantu tetangga sekitar. Pasalnya, sang kepala keluarga telah meninggal dunia.

Kondisi Rumah Fadly Alberto Hengga Striker Timnas U-16Kondisi Rumah Fadly Alberto Hengga di awal kariernya Foto: Ainur Rofiq

Perjalanan Menuju Kesuksesan

Bakat sepak bola Alberto sudah tercium sejak ia berusia 8 tahun saat bergabung dengan SSB Sukorejo Putra. Ia memiliki talenta di atas rata-rata anak seusianya dan berhasil lolos masuk ke klub Bhayangkara FC Muda pada tahun 2023.

ADVERTISEMENT

Berkat kegigihannya melewati berbagai seleksi di Jakarta, Yogyakarta, dan Solo, Alberto berhasil menembus skuad utama Timnas Indonesia U-16 di bawah asuhan pelatih Nova Arianto.

Ia sukses membawa Garuda Muda meraih peringkat ketiga dalam ajang ASEAN U-16 Boy Championship 2024 dan menyumbang satu gol saat mengalahkan Singapura.

Berkat prestasi gemilangnya yang kontras dengan kondisi rumahnya yang viral, Alberto mendapat simpati luas. Ia akhirnya diberikan hadiah sebuah rumah baru yang layak oleh Handoko, seorang pengusaha asal Bojonegoro sekaligus pemilik Realfood.

Tersandung Kasus "Tendangan Kungfu"

Kondisi Rumah Fadly Alberto Hengga Striker Timnas U-16Kondisi Rumah Fadly Alberto Hengga di awal kariernya Foto: Ainur Rofiq

Sayangnya, karier sepak bola yang baru seumur jagung itu harus menghadapi ujian berat. Saat membela Bhayangkara Presisi Lampung FC U-20 dalam laga Elite Pro Academy (EPA) melawan Dewa United, sebuah kericuhan terjadi usai timnya kalah 1-2.

Beredar sebuah video viral yang memperlihatkan Alberto melakukan "tendangan kungfu" ke arah leher pemain Dewa United, Rakha Nurkholis.

Menurut manajer Bhayangkara U-20, Yongky Pandu Pamungkas, aksi emosional Alberto dipicu oleh dugaan perlakuan rasial di lapangan, di mana ia mengaku dipanggil dengan sebutan "hitam" oleh lawannya.

Meski demikian, pihak manajemen tetap menegaskan bahwa tindakan kekerasan tersebut sama sekali tidak bisa dibenarkan dalam ranah pembinaan sepak bola.

Ancaman Sanksi dan Permintaan Maaf

Buntut dari insiden brutal tersebut sangat fatal bagi Alberto. Pelatih Nova Arianto mencoretnya dari Timnas U-20 karena perbuatannya dianggap bukan contoh yang baik bagi pemain usia muda.

Selain itu, ia juga terancam sanksi berat dari Komite Disiplin PSSI yang berpotensi membuatnya dilarang bermain selama lebih dari satu tahun.

Menyadari kesalahannya, Alberto akhirnya merilis pernyataan maaf secara terbuka melalui media sosialnya. Ia mengakui perbuatannya sebagai "tindakan bodoh" dan meminta maaf secara khusus kepada Rakha Nurkholis, tim Dewa United, manajemen Bhayangkara FC, jajaran Timnas Indonesia, dan seluruh masyarakat karena telah mencoreng nama baik sepak bola nasional.

"Assalamualaikum warrohmatullahi Wabarakatuh. Saya Fadly Alberto Hengga, pemain Bhayangkara Presisi Lampung FC U-20, Dengan sadar saya memohon maaf dan menyesal atas perbuatan bodoh saya saat melawan Dewa United Banten FC U-20," kata Fadly Alberto Hengga di Instagram-nya, Senin (20/4) malam.

"Secara khusus saya meminta maaf kepada Rakha Nurkholis dan tim Dewa United atas perbuatan bodoh saya menendang Rakha Nurkholis. Dan untuk tim Bhayangkara Presisi Lampung FC saya meminta maaf kepada pimpinan dan manajemen Bhayangkara Presisi Lampung FC dan seluruh jajaran pelatih dan rekan setim karena telah merugikan tim," ucap Fadly.

"Dan untuk Timnas Indonesia saya meminta maaf karena perbuatan saya mencoreng nama baik Timnas Indonesia. Kepada masyarakat Indonesia saya meminta maaf atas kegaduhan akibat tindakan saya," kata Fadly menambahkan.

(yum/yum)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads