Italia Gagal ke Piala Dunia 2026, Kritik 'Anak Mama' Menggema

Soccer Update

Italia Gagal ke Piala Dunia 2026, Kritik 'Anak Mama' Menggema

Lucas Aditya - detikJabar
Kamis, 02 Apr 2026 23:00 WIB
ZENICA, BOSNIA AND HERZEGOVINA - MARCH 31:  Players of Italy reacts at the end of the FIFA World Cup 2026 European Qualifiers KO play-offs  match between Bosnia & Herzegovina and Italy at Stadion Bilino Polje on March 31, 2026 in Zenica, Bosnia and Herzegovina. (Photo by Claudio Villa - FIGC/FIGC via Getty Images)
Timnas Italia (Foto: FIGC via Getty Images/Claudio Villa - FIGC)
Jakarta -

Timnas Italia dipastikan gagal lolos ke Piala Dunia 2026 setelah tersingkir dalam laga penentuan melawan Bosnia dan Herzegovina. Kekalahan tersebut memicu berbagai kritik, termasuk penilaian terhadap mentalitas para pemain.

Dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Bilino Polje, Zenica, Italia bermain imbang 1-1 hingga babak tambahan waktu 120 menit. Laga kemudian ditentukan melalui adu penalti.

Pada babak tos-tosan, hanya Sandro Tonali yang berhasil mengeksekusi penalti untuk Italia. Sementara itu, Bosnia dan Herzegovina mampu mencetak empat gol, sehingga memastikan langkah mereka ke putaran berikutnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kegagalan tersebut menuai sorotan dari sejumlah pihak, salah satunya pesohor asal Italia, Aldo Zilli. Melansir detikSport, ia mengkritik karakter pemain Timnas Italia saat ini yang dinilai kurang memiliki mentalitas kuat.

ADVERTISEMENT

Zilli juga menyinggung pelatih Gennaro Gattuso, yang menurutnya memiliki semangat tinggi dalam melatih, sebagaimana saat masih aktif bermain.

"Dia adalah sosok yang luar biasa, dia sangat bersemangat, cara dia melatih mencerminkan bagaimana ia bermain dahulu," ujar Zilli, dikutip dari TalkSport.

Namun demikian, ia meragukan kemampuan Gattuso dalam membawa Italia meraih prestasi dengan komposisi pemain saat ini.

"Sayangnya, kami tidak yakin dia akan mampu membawa Italia maju untuk memenangkan apa pun, karena menurut saya gaya sepak bola yang ingin dia terapkan tidak cocok dengan tim yang dia miliki saat ini."

Zilli bahkan menyebut skuad Italia saat ini dihuni oleh pemain-pemain yang terlalu dimanjakan.

"Saya rasa dia memiliki banyak 'anak mama' dan ini bukan lagi eranya Gattuso, Chiellini, atau Bonucci," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa generasi pemain sebelumnya dinilai memiliki semangat juang yang lebih tinggi dibandingkan generasi saat ini.

"Orang-orang di sekelilingnya adalah sosok dan pemain yang sangat bersemangat, mereka telah memenangkan segalanya dalam hidup mereka, namun generasi baru sekarang tidaklah sama," pungkasnya.

Kegagalan ini menjadi pukulan bagi Italia, yang sebelumnya dikenal sebagai salah satu kekuatan besar sepak bola dunia. Kritik terhadap mentalitas pemain pun menjadi salah satu sorotan utama dalam evaluasi tim ke depan.


Artikel ini sudah tayang di detikSport



(cas/dir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads