Pemain Persib Bandung Beckham Putra merasakan tantangan tersendiri saat menjalani Ramadan tahun ini. Bersama Persib, ia harus menjalani lima pertandingan selama Ramadan.
Salah satu cara untuk menjaga konsistensi permainannya adalah dengan disiplin menjalankan pola makan. Sehingga, puasa diharapkan tetap jalan, permainan pun menawan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikutip dari laman resmi klub, bagi Beckham, Ramadan bukan sekadar menjalankan kewajiban religi, melainkan ujian profesionalisme. Ia menyadari, nutrisi dan istirahat yang tepat merupakan 'bahan bakar' utama untuk selalu tampil maksimal di pertandingan.
Beckham mengakui, makanan khas Ramadan untuk berbuka puasa cukup menggoda seleranya. Namun, ia memilih tidak sembarangan menyantap menu berbuka maupun sahur.
Ia sadar betul, keseimbangan gizi menjadi faktor penentu agar kondisi fisiknya tidak melorot saat bertanding dalam keadaan berpuasa atau setelah berbuka.
"Harus jaga makan dan jaga istirahat. Itu jadi tambahan energi. Apalagi di puasa kali ini banyak pertandingan, lima laga penting. Kami harus benar-benar fokus demi meraih hasil maksimal," kata pemain bernomor punggung 7 ini.
Dia mengakui, salah satu tantangan saat Ramadan adalah maraknya hidangan takjil yang digoreng. Namun, Beckham memilih tidak mengonsumsinya
Bahkan menjalani tahun kedua Ramadan bersama istrinya, Beckham tetap menjalankan kedisiplinannya di meja makan. Menurutnya, saat istri menyiapkan menu ayam spesial di rumah, Beckham tetap menerapkan standar atlet profesional dalam porsinya.
"Masakan spesial istri itu ayam, tapi kalau sudah mendekati pertandingan, saya harus kurangi yang digoreng-goreng. Nanti baru setelah pertandingan selesai, makan bisa agak bebas sedikit. Semoga dengan mengarungi puasa ini bisa bawa berkah dan bisa juara lagi," tuturnya.
(orb/orb)
