Persib Bandung benar-benar menggantungkan harapan besar pada sosok Teja Paku Alam di musim 2025/26. Di tengah ketatnya persaingan Super League, kiper berusia 31 tahun itu menjadi fondasi utama kestabilan Maung Bandung, terutama setelah perubahan signifikan terjadi di sektor penjaga gawang.
Keputusan Persib mencoret Adam Przybek dari daftar pemain Super League menjadi titik balik. Kiper asal Wales itu kini hanya didaftarkan untuk kompetisi AFC Champions League Two (ACL 2), sehingga praktis Persib kehilangan satu opsi berpengalaman di bawah mistar untuk kompetisi domestik.
Situasi tersebut membuat komposisi penjaga gawang Persib di Super League sangat terbatas. Selain Teja, hanya ada dua kiper muda, Fitrah Maulana dan Rhaka Syafaka. Satu nama lain adalah Made Wirawan, legenda Persib yang kembali didaftarkan sebagai pemain.
Di tengah keterbatasan itu, Teja jadi sosok yang sangat krusial di komposisi skuad. Sepanjang musim ini, ia telah tampil dalam 18 dari 20 laga Persib di Super League. Dari jumlah itu, Teja mencatatkan 12 clean sheet, melakukan 42 penyelamatan, dan hanya kebobolan delapan gol
Ketangguhan Teja membuat lini belakang Persib tampil lebih percaya diri dan memberi ketenangan bagi seluruh tim. Tak berlebihan jika posisi penjaga gawang Persib saat ini sepenuhnya menjadi milik Teja.
Namun justru di titik inilah kekhawatiran muncul. Dengan stok kiper yang terbatas, Persib praktis tak punya ruang untuk kehilangan Teja akibat cedera atau akumulasi.
Jika Teja harus absen, beban besar akan langsung jatuh ke pundak Fitrah Maulana atau Rhaka Syafaka, dua kiper muda yang masih sangat hijau untuk bertarung di tengah tekanan perebutan gelar.
Fitrah memang sempat diberi kepercayaan oleh Bojan Hodak dan menunjukkan penampilan yang cukup menjanjikan. Meski begitu, pengalaman dan jam terbangnya tentu belum bisa disandingkan dengan Teja, apalagi di fase krusial musim yang menuntut konsistensi tinggi.
Sedangkan Made Wirawan, meski memiliki jam terbang tinggi, usianya telah menginjak 44 tahun. Ia juga tidak diproyeksikan tampil dalam pertandingan. Meski namanya ada sebagai pemain, Made hanya melengkapi komposisi penjaga gawang di skuad Persib
Karena itu, menjaga kondisi fisik Teja Paku Alam menjadi keharusan mutlak bagi Persib di sisa musim ini. Di Super League 2025/26, cedera bagi Teja bukan akan menjadi ancaman serius bagi ambisi Maung Bandung merebut gelar juara ketiganya berturut-turut.
Pengamat Persib Bandung, Indra Jaya mengamini pentingnya peran Teja di tim saat ini. Ia menyebut dicoretnya Adam Przybek yang semula didatangkan sebagai penjaga gawang inti, membuat Teja kini harus bekerja ekstra bukan hanya mengawal gawang, namun juga menjaga kondisi fisiknya sendiri.
"Tentu peran Teja sangat krusial apalagi di liga tampil terus-menerus dan Adam yang tadinya diproyeksikan sebagai kiper utama, ternyata kondisinya begitu (dicoret) dan mau tidak mau mengambil lagi Made Wirawan untuk pelapis," kata Indra, Minggu (8/2/2026).
"Posisi kiper meski kadang tidak sering terlihat seperti penyerang dan gelandang, kiper punya peran yang sangat krusial untuk tim," lanjutnya.
(bba/yum)