Akhir Teror Makhluk Berbulu di Kuningan

Akhir Teror Makhluk Berbulu di Kuningan

Fahmi Labibinajib - detikJabar
Minggu, 08 Feb 2026 18:44 WIB
Akhir Teror Makhluk Berbulu di Kuningan
Petugas damkar mengatasi teror ulat bulu di Kuningan. (Foto: Dok. Damkar Kuningan)
Kuningan -

Ribuan ulat bulu menyerang rumah seorang warga bernama Diding Sumardi (55) di Desa Pagundan, Kecamatan Lebakwangi, Kabupaten Kuningan.

Kepala UPT Pemadam Kebakaran Kabupaten Kuningan, Andri Arga Kusuma, memaparkan bahwa awalnya ulat bulu tersebut berada di pohon jati putih yang berlokasi di dekat rumah. Diding semula mengira ulat tersebut tidak akan banyak. Namun seiring berjalannya waktu, populasi ulat bulu di pohon tersebut terus bertambah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bahkan, ulat bulu mulai masuk ke dalam rumah melalui bentangan kabel dan bertebaran di jalan raya akibat embusan angin. Karena meresahkan pengguna jalan dan pemilik rumah, Diding akhirnya memutuskan meminta bantuan Damkar untuk memusnahkan ulat tersebut pada Minggu (8/2/2026).

"Fenomena ini telah mencapai tahap yang meresahkan karena ulat-ulat tersebut tidak hanya masuk ke dalam rumah melalui bentangan kabel dan hembusan angin, tetapi juga kerap berjatuhan mengenai para pengendara sepeda motor yang melintas di bawahnya. Jadi membahayakan, apalagi ulatnya sampai ribuan. Keberadaannya sudah lama di pohon itu, tapi nggak sebanyak akhir-akhir ini," tutur Arga.

ADVERTISEMENT
Petugas damkar mengatasi teror ulat bulu di Kuningan.Ulat bulu yang dimusnahkan petugas damkar di Kuningan. (Foto: Dok. Damkar Kuningan)

Mendapatkan laporan tersebut, Damkar Kuningan langsung mengirimkan keempat anggotanya ke lokasi kejadian. Lantaran sarang ulat bulu berlokasi di bagian atas pohon yang tinggi, petugas menggunakan besi panjang untuk membakar area sarang. Akibat kendala tersebut, petugas membutuhkan waktu hampir dua jam untuk menumpas ribuan ulat itu.

Setelah proses pembakaran selesai, petugas menyemprotkan cairan insektisida di pohon dan area sekitarnya guna mencegah ulat muncul kembali.

"Hambatannya karena posisi sarang berada di ketinggian yang sulit dijangkau. Untuk mengatasinya, petugas menggunakan teknik pembakaran dengan gas dan besi panjang guna menjangkau titik sarang di dahan pohon yang tinggi. Kemudian dilanjutkan dengan penyemprotan cairan insektisida secara menyeluruh untuk memastikan sisa ulat beneran musnah dan tidak menyebar lagi," tutur Arga.

Meskipun jumlahnya mencapai ribuan, Arga menyebut keberadaan ulat bulu tersebut hanya terkonsentrasi di pohon dekat rumah pelapor. Menyikapi kejadian ini, Damkar Kuningan mengimbau agar masyarakat selalu waspada. Jika ditemukan teror ulat serupa, warga diminta segera menghubungi UPT Pemadam Kebakaran Kuningan.

"Keberadaan ulat bulu ini mengancam kesehatan dan keselamatan warga. Selain risiko iritasi kulit dan reaksi alergi bagi penghuni rumah serta warga sekitar, populasi yang tidak terkendali dapat memicu gangguan pada pengguna jalan," pungkas Arga.

(orb/orb)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads