HistoriSib

Tembok dari Bali yang Pernah Singgah di Persib Bandung

Nur Khansa Ranawati - detikJabar
Senin, 19 Jan 2026 10:30 WIB
(Foto: Ilustrasi Oris Riswan Budiana/detikJabar)
Bandung -

Nama I Gusti Ngurah Bayu Sutha pernah menjadi bagian penting dalam perjalanan Persib Bandung pada era Liga Indonesia 2007. Pemain asal Bali ini dikenal sebagai sosok bek tengah yang sempat merasakan puncak kariernya bersama Maung Bandung.

Meski masa baktinya di Persib terbilang singkat, jejak Bayu Sutha tetap tercatat sebagai salah satu pemain bertahan yang tangguh. Di tengah masa pensiunnya, ia kini kembali ke kampung halaman, membersamai keluarga dan menjalani karier yang jauh dari dunia sepak bola.

Bayu Sutha merupakan pria kelahiran Gianyar, Bali, 48 tahun lalu. Ia berasal dari keluarga seniman, lingkungan yang sejatinya mengarahkan Bayu mengikuti jejak seni seperti saudara-saudaranya.

Namun, kecintaannya pada sepak bola sejak kecil, membuat Bayu lebih sering memilih lapangan hijau ketimbang dunia seni. Sejak usia sekolah dasar, ia sudah bergelut dengan sekolah sepak bola (SSB), melewati persaingan ketat untuk bisa berkembang.

Karier sepak bola Bayu Sutha dimulai secara profesional bersama Perseden Denpasar pada 1997 hingga 1999. Dari sana, ia melanjutkan perjalanan ke Persegi Gianyar sebelum akhirnya memperluas pengalaman di klub-klub lain seperti Pelita Jaya Purwakarta dan Persema Malang.

Saat membela Persema, performa Bayu mulai mencuri perhatian Tim Nasional Indonesia. Ia akhirnya bergabung dengan timnas saat berada di bawah naungan pelatih Peter Withe.

Di Timnas Indonesia, Bayu Sutha kembali beroperasi sebagai bek tengah. Tugas utamanya adalah menghentikan serangan lawan dan menjaga keseimbangan lini belakang.

Performanya selama bermain bersama timnas tersebutlah yang konon membuat manajemen Persib Bandung kepincut untuk memboyongnya ke Kota Kembang.

Kebersamaan Satu Musim

Persib Bandung secara resmi mendatangkan Bayu Sutha pada awal 2007. Saat itu, manajemen Persib diwartakan tengah melakukan perombakan besar di sektor pertahanan.

Dilansir dari Antara, manajer Persib kala itu, Yossi Irianto, menyebut Bayu sebagai salah satu pemain bertahan muda yang disiapkan untuk menggantikan sejumlah nama senior seperti Charis Yulianto, Usep Munandar, dan Claudio Antonio. Persib membutuhkan tenaga baru demi meningkatkan kekuatan tim yang mengincar gelar juara.

Bayu Sutha kemudian bergabung bersama Persib di bawah arahan pelatih Arcan Iurie. Ia memilih nomor punggung 4 dan menandatangani prakontrak bersama Maung Bandung di Wisma Pusdikanas, Jalan Bali, Bandung, pada 2 Januari 2007.

Kehadirannya diharapkan mampu memperkokoh barisan belakang Persib bersama pemain-pemain lainnya. Masa Bayu Sutha di Persib pun sering disebut sebagai puncak kariernya.

Pada periode tersebut, nilai kontraknya dikabarkan termasuk salah satu yang termahal di skuad Persib. Sejajar dengan nama-nama besar seperti Nova Arianto, Zaenal Arief, Salim Al Idrus, dan Tema Mursadat.

Meski demikian, perjalanan Bayu Sutha memperkuat Maung Bandung tak berlangsung lama. Ia sempat menolak kontrak jangka panjang yang ditawarkan oleh manajemen, dan mantap memilih untuk bermain satu musim saja.




(orb/orb)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork