Menjelang awal Desember, agenda besar sepakbola dunia sudah menanti: drawing fase grup Piala Dunia 2026 di Kennedy Center, Washington, Jumat (5/12) mendatang. Namun, Iran yang lolos menyatakan boikot dari drawing.
Tahun ini, sebanyak 42 negara sudah mengantongi tiket ke putaran final, sementara enam tempat terakhir masih diperebutkan.
Tiga tuan rumah yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko sudah ditempatkan di Grup A, B, dan D sebagai unggulan pertama. Dengan demikian, puluhan delegasi dari berbagai belahan dunia dijadwalkan terbang ke AS untuk menghadiri undian tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Iran Boikot Drawing Piala Dunia 2026 |
Namun, sebagaimana dilansir dari detikSport, Iran memutuskan untuk tidak menghadiri drawing. Kepastian itu datang lewat laporan kantor berita IRNA yang menyebut Federasi Sepakbola Iran memilih memboikot acara tersebut.
Alasannya pun cukup sensitif, pemerintah AS menolak visa sejumlah delegasi Iran. Langkah ini berbuntut langsung pada keputusan federasi. Juru bicara Amir-Mahdi Alavi menjelaskan bahwa pihaknya telah meminta solusi kepada FIFA, tetapi hingga kini belum ada komentar dari otoritas tertinggi sepakbola dunia tersebut.
Situasi ini sebenarnya tidak muncul begitu saja. Iran termasuk dalam 12 negara yang masuk daftar hitam Presiden AS Donald Trump. Warga dan suporter dari negara-negara itu pada dasarnya dilarang masuk ke Amerika Serikat.
Bahkan ketika Haiti, salah satu negara di daftar yang sama yang baru saja memastikan tiket Piala Dunia pekan lalu, Trump menegaskan bahwa anggota tim seperti atlet, pelatih, staf, dan pihak yang terkait langsung tidak akan dipersulit dalam pengurusan visa.
Namun, belum jelas apakah kelonggaran semacam itu juga akan berlaku dalam konteks acara drawing yang dihadiri pejabat federasi dan bukan pemain. Delegasi Iran sendiri rencananya akan dipimpin langsung oleh Mehdi Taj, presiden federasi yang juga tokoh senior di sepakbola Asia serta anggota dua komite di FIFA.
Dengan ketidakpastian tersebut, Iran memilih langkah paling tegas, tidak hadir sama sekali. Sementara negara-negara lain bersiap menyimak nama mereka tergabung di grup mana, Iran justru berdiri di luar ruangan, memandang dari kejauhan.
Artikel ini sudah tayang di detikSport
(mrp/dir)











































