Garuda Jalanan Tuntaskan Homeless World Cup di Peringkat 13 Dunia

Garuda Jalanan Tuntaskan Homeless World Cup di Peringkat 13 Dunia

Bima Bagaskara - detikJabar
Minggu, 31 Agu 2025 20:30 WIB
Timnas Homeless Indonesia
Timnas Homeless Indonesia (Foto: dok Rumah Cemara).
Bandung -

Timnas Homeless Indonesia menutup kiprah mereka di Homeless World Cup 2025 Norwegia dengan cara yang manis. Pada laga terakhir Tier 2, Minggu (31/8/2025), Garuda Jalanan sukses mengalahkan Kirgistan dengan skor 4-2.

Hasil itu memastikan Indonesia menempati posisi kelima Tier 2 atau peringkat ke-13 dunia dari puluhan negara peserta Homeless World Cup.

Sejak fase grup, langkah Indonesia sudah dipenuhi cerita dramatis. Mereka membuka turnamen dengan hasil imbang yang menegangkan, sebelum bangkit lewat kemenangan atas Bosnia & Herzegovina (6-5) dan pesta gol kontra Pantai Gading (11-2).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski sempat tersandung Austria 2-4, Indonesia tetap melaju dengan status tim yang sulit diremehkan.

Di babak lanjutan, semangat itu kembali berkobar. Amerika Serikat dihantam 9-2, namun Garuda Jalanan harus mengakui keperkasaan juara bertahan Meksiko dengan skor 2-9 dan runner-up dunia Lithuania.

ADVERTISEMENT

Jersey Hitam, Pesan untuk Tanah Air

Namun perjalanan Indonesia di Oslo tak hanya soal skor. Dalam satu pertandingan, mereka tampil dengan jersey hitam sebagai bentuk solidaritas atas situasi yang terjadi di Tanah Air. Isyarat itu menjadi pengingat bahwa sepak bola bisa menjadi ruang menyuarakan duka dan kepedulian.

"Di lapangan kami bermain untuk menang, tapi di luar lapangan kami juga membawa pesan. Jersey hitam ini adalah tanda bahwa kami merasakan duka yang sama dengan rakyat Indonesia. Kemenangan ini kami persembahkan untuk mereka," kata Imam Ngibadi, salah satu pemain dalam keterangannya, Minggu (31/8/2025).

Peringkat 13 dunia mungkin terlihat biasa, tetapi bagi para pemain yang sehari-hari berjuang di jalanan, itu adalah pencapaian besar. Sejak 2011, Timnas Homeless Indonesia konsisten membuktikan bahwa sepak bola jalanan bisa menjadi medium perubahan sosial dan ruang bagi kelompok marjinal untuk unjuk diri.

Homeless World Cup bukan hanya tentang menang atau kalah. Ini tentang kesempatan kedua, tentang keberanian melawan stigma, dan tentang membuktikan bahwa mimpi tak mengenal batas sosial.

Selepas pertandingan terakhir, pelatih kepala Timnas Homeless Indonesia, Pinsa Prahadian menegaskan komitmen tim untuk melanjutkan misi besar ini di tanah air.

"Bagi kami, Homeless World Cup bukan sekadar turnamen. Ini adalah gerakan global yang memberi panggung bagi mereka yang kerap dipinggirkan. Dan hari ini, kami pulang dengan kepala tegak karena telah berjuang sampai akhir," ujar Pinsa.




(bba/mso)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads