'Bencana' Bagi Jerman yang Harus Angkat Kaki Lebih Awal dari Qatar

Piala Dunia 2022

'Bencana' Bagi Jerman yang Harus Angkat Kaki Lebih Awal dari Qatar

Tim detikSport - detikJabar
Jumat, 02 Des 2022 16:00 WIB
Jerman tersingkir dari Piala Dunia 2022. Sempat melakukan aksi tutup mulut sebagai simbol protes pelarangan simbol LGBT, pemain Jerman kini tutup mata usai gagal lolos.
Timnas Jerman (Foto: Serhat Cagdas/Anadolu Agency via Getty Images)
Jakarta -

Jerman harus angkat koper lebih awal di gelaran Piala Dunia 2022. Meski menang di laga akhir fase grup, Jerman nyatanya tak sanggup melanjutkan kiprah ke babak selanjutnya.

Jerman menempati posisi ke-tiga di grup E Piala Dunia Qatar 2022. Meski memiliki poin yang sama dengan Spanyol yakni 4 poin, Jerman masih kalah selisih gol. Alhasil, sebagaimana dilansir detikSport, Spanyol yang berhak menemani Jepang ke babak selanjutnya.

DI laga terakhir pada Jumat (2/12/2022) dini hari, Jerman sendiri tampil perkasa saat menghadapi Kosta Rika. Manuel Neuer Cs mampu unggul 4-2 di laga tersebut.


Namun, kemenangan itu tak berarti bagi Jerman. Die Mannshact harus rela angkat kaki lantaran kalah selisih gol.

Ini bukan kali pertama Jerman angkat kaki lebih awal di Piala Dunia. Pada edisi Piala Dunia 2018 lalu, Jerman juga kandas di babak fase grup. Bahkan Jerman menjadi juru kunci.

"Ini benar-benar bencana, saya tidak tahu harus berkata apa," jelas Thomas Mueller seusai laga.

"Kami sudah melakukan yang terbaik walau hasilnya pahit," sambungnya.

Pelatih Jerman, Hansi Flick pun tak mampu menyembunyikan perasaan. Dia marah atas performa anak asuhnya yang dinilai terlalu banyak membuat kesalahan individu.

"Ada terlalu banyak kesalahan individu khususnya di babak pertama. Saya sudah bilang ke pemain kalau saya marah," tegasnya.

"Melawan Spanyol, kami bekerja dengan sangat baik, kami memiliki pertahanan yang kompak. Tetapi, pemain harus fleksibel dengan permainan lawan di lapangan. Mereka harus terbiasa dengan itu," sambungnya.

Jerman kini harus fokus untuk pengembangan generasi muda para pesepakbolanya. Hansi Flick mengatakan Jerman butuh latihan keras yang dimulai dari 'hal-hal' mendasar.

"Saya percaya bahwa untuk masa depan sepakbola Jerman, kami juga perlu melakukan hal yang berbeda dalam latihan. Selama bertahun-tahun kami telah berbicara tentang penjaga gawang baru, bek sayap baru, yang selalu bagus di sepak bola Jerman adalah kami mampu bertahan dengan baik," paparnya.

"Kami membutuhkan dasar-dasarnya. Spanyol sangat bagus dalam pertahanan dan mereka fokus melatih pemain muda. Saya pikir untuk masa depan atau 10 tahun ke depan akan sangat penting jika fokus pada generasi baru pesepakbola," tutupnya.

Artikel ini sudah tayang di detikSport, baca selengkapnya di sini



Simak Video "5 Teknologi Canggih yang Hanya Ada di Piala Dunia 2022"
[Gambas:Video 20detik]
(dir/dir)