Bantah Fans Bayaran di Piala Dunia 2022, Presiden FIFA Bicara Rasisme

Piala Dunia 2022

Bantah Fans Bayaran di Piala Dunia 2022, Presiden FIFA Bicara Rasisme

Tim detikSport - detikJabar
Minggu, 20 Nov 2022 22:30 WIB
DOHA, QATAR - NOVEMBER 18: Fans who came to Doha tour the important venues of the capital, prior to the FIFA World Cup Qatar, in Doha, Qatar on November 18, 2022. (Photo by Emin Sansar/Anadolu Agency via Getty Images)
Piala Dunia 2022 (Foto: Anadolu Agency via Getty Images/Anadolu Agency)
Jakarta -

Presiden FIFA Gianni Infantino menyebut tuduhan adanya suporter bayaran di Piala Dunia 2022 Qatar merupakan tindakan rasisme. Hal ini menyusul beredarnya video yang menayangkan sejumlah fans mengibarkan bendera peserta Piala Dunia.

Mengutip dari detikSport, para fans dalam video tersebut menyanyikan lagu-lagu dukungan untuk peserta Piala Dunia. Para penggemar ini diduga berasal dari Pakistan dan juga pekerja migran yang ada di Qatar.

"Saya melihat ratusan orang Pakistan mengenakan kaus Brasil saat berjalan di jalan Doha. Saya bersumpah saya melihat orang Pakistan berbaris di jalan untuk 7 negara berbeda pada siang hari," tulis salah satu penggemar di TikTok, seperti dikutip dari detikSport.

Di Qatar, praktik penonton bayaran bukanlah hal yang baru. berdasarkan catatan Kementerian Perencanaan Pembangunan dan Statistik Qatar dua pertiga dari jumlah warga negara Qatar enggan menonton sepak bola karena adanya fenomena penonton bayaran.

Gianni Infantino merespons tudingan tentang suporter bayaran di Qatar. Presiden FIFA yang berusia 52 tahun itu menilai masyarakat lokal berhak mendukung tim mana pun yang menjadi peserta Piala Dunia 2022.

"Dunia sudah cukup terbelah, kami menyelenggarakan Piala Dunia, bukan perang. Kami menyelenggarakan Piala Dunia di mana orang-orang yang memiliki banyak masalah ingin datang dan menikmatinya," kata Infantino, dikutip dari Sky Sports.

"Lihat kotanya, indah sekali. Orang-orang senang merayakannya. Mereka senang ketika tim datang dan mereka pergi untuk melihat itu, dan apa yang saya baca? Orang-orang ini tidak terlihat seperti orang Inggris, mereka seharusnya tidak bersorak untuk Inggris karena mereka terlihat seperti orang India. Pernyataan apa itu?," kata dia menambahkan.

"Bisakah seseorang yang terlihat seperti orang India tidak bersorak untuk Inggris, Spanyol, atau Jerman? Anda tahu ini apa. Ini rasisme, ini rasisme murni. Kita harus menghentikannya karena semua orang di dunia berhak bersorak untuk siapa pun yang mereka inginkan," Gianni Infantino menegaskan.

Artikel ini sudah tayang di detikSport, baca selengkapnya di sini



Simak Video "Menikmati Pameran 'Pohon Impian' di Konfederasi Sepak Bola Conmebol Qatar"
[Gambas:Video 20detik]
(sud/dir)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT