Blak-blakan Umuh Muchtar soal Dirut PT LIB yang Baru

Blak-blakan Umuh Muchtar soal Dirut PT LIB yang Baru

Bima Bagaskara - detikJabar
Rabu, 16 Nov 2022 21:30 WIB
Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat Umuh Muchtar dan Kuswara S Taryono
Umuh Muchtar (kiri). (Foto: Bima Bagaskara/detikJabar)
Bandung -

Umuh Muchtar mengomentari sosok Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB) Ferry Paulus yang baru saja ditunjuk menggantikan Akhmad Hadian Lukita melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa.

Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) itu mengatakan, terpilihnya Ferry Paulus sebagai Dirut baru PT LIB dikarenakan tidak ada sosok lain yang bersedia menahkodai operator dari kompetisi sepakbola Indonesia itu pasca tragedi Stadion Kanjuruhan.

"Saya tidak atas nama Persib atau PT (PBB) ya, saya sebagai pengamat saja. Memang saya Komisaris Persib, tapi ini pribadi saya. Ini bagaimana caranya ya, katanya tidak ada lagi pilihan di situ (RUPS), harus dari klub, klub yang harus jadi memimpin itu dari PSSI tidak ada yang turun, yang lainnya akhirnya menunjuk saudara Ferry Paulus," kata Umuh, Rabu (16/11/2022).


Umuh mengungkapkan, seharusnya sebelum dipilih sosok Dirut PT LIB yang baru, harus dilihat dulu dari latar belakang calonnya. Umuh menegaskan jika orang-orang yang mengurus sepakbola Indonesia harus bisa menjamin soal kemajuan sepakbola.

"Harus berhitung dan dilihat basic-nya, asal-usulnya, kalau ketua LIB itu minimal harus yang mapan, orang yang punya perusahaan dan benar-benar untuk memajukan sepakbola," tegas Umuh.

"Tapi ini sudah terlanjur Ferry Paulus, apa boleh buat, kita tunggu saja hasilnya bagaimana. Asal benar bisa merombak dan harus transparan dan kasih tahu ke klub yang punya saham," ujarnya menambahkan.

Umuh juga menuturkan, seharusnya RUPS Luar Biasa PT LIB digelar sesudah KLB PSSI. KLB PSSI sendiri baru akan digelar pada Februari 2023 mendatang. Namun ia pun mempercayai hasil RUPS PT LIB yang digelar Selasa (15/11) kemarin dan berharap orang-orang yang terpilih bisa menjaga amanatnya.

"Kalau menurut saya KLB dulu ya itu ya paling tepat, KLB ratakan dulu baru RUPS. Ini sudah terlanjur coba aja tunggu bagaimana mekanisme mereka ke depan," tutup Umuh.

(bba/orb)