Persib Bandung dikabarkan tak bisa bermain di Bandung pada babak perempat final Piala Presiden 2022. Hal ini merupakan imbas dari insiden yang menewaskan dua Bobotoh di Stadion GBLA beberapa waktu lalu.
Persib sendiri seharusnya berhak menjadi tuan rumah babak perempat final setelah menjuarai Grup C dengan mengemas 7 poin hasil dari dua kali menang dan sekali imbang. Sementara di peringkat kedua ada Bhayangkara FC.
Dalam regulasi turnamen pramusim ini, tuan rumah penyelenggara pertandingan di babak perempat final adalah peringkat pertama klasemen akhir penyisihan masing-masing grup. Babak perempat final sendiri digelar dengan sistem gugur atau knock-out.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun manajemen Persib sedang terus berupaya agar di perempat final nanti tetap bisa menggelar pertandingan di Bandung. Hal itu disampaikan langsung Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) Umuh Muchtar.
"Kita bahas terus. Insya Allah bisa," kata Umuh kepada wartawan, Kamis (23/6/2022).
Umuh menjelaskan insiden di Stadion GBLA yang menewaskan dua Bobotoh murni musibah. Untungnya, kata dia, saat kejadian pihak keamanan cepat mengambil tindakan sehingga tidak menimbulkan banyak korban.
"Karena ini musibah, bukan karena kelalaian. Kalau kelalaian ya mungkin kita sudah ada yang roboh. Kejadian kemarin juga kan ada CCTV. Kalau nggak ada CCTV kan tidak mungkin tidak secepat itu. Pasti banyak korban," ujarnya.
Rencananya pada babak perempat final nanti Persib akan kembali menggunakan Stadion Si Jalak Harupat di Soreang, Kabupaten Bandung.
Baca juga: Persib Dikabarkan Tak Bisa Main di Bandung |
Selain tetap bisa menjadi tuan rumah di Bandung, PT PBB juga menginginkan pertandingan perempat final nanti bisa dihadiri oleh penonton. Sebelumnya di dua laga terakhir Grup C, pertandingan digelar tanpa adanya penonton.
"(Main di) Jalak, saya usahakan di Jalak," ujarnya
"Harus ada penonton. Kemarin tidak ada Bobotoh karena kan lagi berduka. Kita kan ingin ada penonton. Kalau ada penonton di lapang orang mendukung tim, teriak teriak, gembira. (Kemarin) Bobotoh lagi berduka kan apalagi keluarganya. Sekarang kan sudah tidak apa apa" tutup Umuh.
(bba/ors)