Hujan yang turun di Bandung sering kali datang bersama udara dingin yang menusuk kulit. Di momen seperti itu, secangkir wedang ronde dengan kuah jahe panas, bola-bola ketan kenyal, kacang tanah gurih, serta taburan kacang dan mutiara terasa seperti pelukan hangat yang paling sederhana sekaligus memuaskan.
Minuman ini bukan sekadar jajanan malam. Mengutip dari buku karya Sugiri Kustedja berjudul 'Jejak Komunitas Tionghoa dan Perkembangan Kota Bandung' (2012), bahwa dalam tradisi Tionghoa, wedang ronde dikenal sebagai tang yuan, hidangan bulatan ketan yang identik dengan makna keutuhan dan keharmonisan keluarga, kemudian berkembang menjadi sajian rakyat yang populer di berbagai kota di Indonesia, termasuk Bandung.
Kehadiran wedang ronde di Bandung tidak dapat dilepaskan dari perjalanan kuliner Tionghoa-Indonesia. Bulatan ketan berisi kacang tanah ini dibungkus kuah jahe atau gula merah, lalu dinikmati saat cuaca sejuk. Namanya 'ronde' dipercaya berkaitan dengan bentuk bulat hidangan tersebut yang menggambarkan kebulatan dan kebersamaan.
Di Bandung sendiri, wedang ronde tumbuh menjadi bagian dari budaya jajan malam. Kawasan Alkateri, Cibadak, hingga Dipatiukur menjadi titik-titik yang dikenal warga ketika ingin mencari minuman hangat. Salah satu yang paling lama dikenal adalah Ronde Alkateri, yang berdiri sejak 1984 dan kini menjadi salah satu ikon kuliner malam kota.
Mengutip detikJabar dalam artikel '14 Kuliner Legendaris dan Terenak di Sekitar Alun-Alun Bandung, Mesti Coba!', Ronde Jahe Alkateri dikenal memiliki cita rasa jahe yang kuat dan khas. Kombinasi itu membuat wedang ronde tetap dicari dari generasi ke generasi, terutama ketika malam Bandung terasa semakin dingin.
Menariknya, Bandung menyimpan beragam tempat menikmati wedang ronde dengan keunikannya masing-masing. Mulai dari rasa klasik khas resep legendaris, inovasi isian durian dan kacang mede, hingga racikan rempah yang menghangatkan tubuh. Setiap kedai menghadirkan pengalaman kuliner yang berkesan.
1. Ronde Jahe Gardujati
Berdasarkan media sosialnya @rondejahegardujati, Ronde Jahe Gardujati menjadi salah satu tempat legendaris yang patut dituju saat berburu kuliner malam di Bandung. Berlokasi di Jalan Gardujati Nomor 58, Kebon Jeruk, Kecamatan Andir, kedai ini tercatat telah setia melayani pelanggan dan mempertahankan cita rasa autentiknya sejak tahun 1986.
Salah satu daya tarik utama pembeda di tempat ini adalah hadirnya varian ronde dengan isian durian segar. Pilihan unik ini menjadi alternatif sempurna bagi detikers yang ingin mencoba sensasi ronde selain isian kacang tanah klasik. Semua ronde di sini dibuat secara mandiri untuk menjaga kualitas rasa.
Kedai ini beroperasi setiap hari mulai pukul 17.00 hingga 00.00 WIB. Bagi detikers yang ingin menikmati sajian hangat menjelang tengah malam, tempat ini menjadi destinasi kuliner malam yang sangat pas untuk dikunjungi.
2. Ronde Alkateri
Mengutip dari beberapa sumber, Ronde Alkateri merupakan salah satu pelopor kuliner wedang ronde legendaris di Kota Bandung yang telah hadir sejak tahun 1984. Berawal dari resep keluarga yang dirintis oleh Ibu Wuat, sajian ini sangat terkenal dengan karakter kuah jahenya yang pekat, hangat, dan memiliki aroma jahe yang kuat.
Nantinya detikers dapat memilih variasi ronde besar yang berisi renyahnya racikan kacang tanah, atau ronde kecil tanpa isian yang mengandalkan tekstur adonan kenyal. Pengunjung juga diberi kebebasan memilih perpaduan jenis gula, mulai dari penggunaan gula merah tradisional hingga manisnya gula putih.
Berdasarkan media sosialnya @rondejahealkateri, outlet pusatnya bertempat di Jalan Alkateri Dalam Nomor 8. Kedai pusat ini siap menghangatkan malam detikers setiap hari mulai pukul 17.00 hingga 23.00 WIB, dengan harga per porsi ronde matang maupun mentah sebesar Rp 34.000.
3. Sekoteng Ronde Jahe Merah Al-Nahdi
Sekoteng Ronde Jahe Merah Al-Nahdi menjadi pilihan menarik lainnya bagi detikers yang mencari kesegaran minuman jahe di Bandung. Kehadiran kedai ini memberikan kehangatan ekstra lewat penggunaan bahan jahe merah pilihan yang dipadukan dengan beragam racikan rempah tradisional alami.
Berdasarkan situs pemesanan daring, salah satu menunya yang sangat khas adalah Wedang 16 Rempah. Minuman kaya khasiat ini memadukan racikan jahe merah, cengkeh, daun pandan, kapulaga, serai, bunga lawang, kayu manis, kayu secang, serta dipermanis menggunakan paduan gula batu yang menyegarkan.
Outletnya sendiri berlokasi di Jalan Cihampelas Nomor 58, Tamansari, Kecamatan Bandung Wetan, beroperasi mulai pukul 09.00 hingga 00.00 WIB. Pilihan porsi ronde manis khas Al-Nahdi ini dibanderol dengan harga terjangkau, yaitu Rp 18.000 per porsi.
(sud/sud)