Masyarakat Sunda di Jawa Barat terkenal sangat kreatif dalam hal kuliner, terutama saat mengolah tapioka atau yang dalam bahasa Sunda dikenal dengan sebutan Aci.
Uniknya, kreativitas ini tidak hanya berhenti di dapur. Olahan aci menjadi kudapan yang dijajakan sebagai jajanan untuk masyarakat luas. Penamaan jajanan olahan aci ini juga unik karena hampir selalu menggunakan singkatan (akronim).
Singkatan yang terbentuk selalu terdengar lucu, mudah diingat, dan menggambarkan cara pembuatan maupun cara menyantapnya.
Pernahkah Anda penasaran apa sebenarnya arti di balik nama Cilok, Cireng, hingga Cimin? Kita bedah yuk!
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengapa Masyarakat Sunda Sangat Menyukai 'Aci'?
Tepung tapioka (aci) terbuat dari pati singkong. Secara historis, singkong merupakan salah satu komoditas pertanian utama di tanah Pasundan. Selain harganya yang relatif murah dan melimpah, aci memiliki tekstur kenyal (chewy) yang khas saat dimasak.
Mengutip laman resmi Pemerintah Kota Bandung, sebagaimana dilansir artikel detikjabar berjudul "Sejarah Olahan Aci Khas Bandung: dari Camilan Jadi Ikon Kuliner", dikatakan singkong mulai berkembang di Pulau Jawa setelah dibawa oleh bangsa Belanda. Tanaman ini kemudian tumbuh subur karena berkesesuaian dengan kondisi tanah dan iklim di sini.
Pada abad ke-18, masyarakat Sunda mulai mengolah singkong menjadi tepung aci dan berbagai makanan berbahan dasar pati tersebut. Peran singkong semakin penting pada awal abad ke-20. Ketika beras sulit diperoleh dan harganya relatif mahal, singkong menjadi bahan pangan yang lebih mudah ditanam serta dijangkau masyarakat.
Singkong dapat diolah menjadi berbagai makanan, baik sebagai makanan pokok maupun camilan. Dari sinilah kreativitas pengolahan aci berkembang dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Sunda.
Singkatan Unik Jajanan Sunda Berbahan Aci
Di tangan warga Jawa Barat, bahan sederhana tepung singkong alias aci diubah menjadi belasan jenis camilan populer dengan nama-nama bersuku kata awal 'Ci':
1. Cilok
Cilok Foto: Getty Images/ary pranggawan |
Singkatan dari Aci dicolok. Kudapan dari tepung tapioka yang ditusuk/dicolok. Adonan aci ini dibentuk bulat seperti bakso, biasanya di tengahnya ada isian berupa tetelan. Adonan ini lalu dikukus hingga kenyal, lalu disajikan dengan cara ditusuk lidi atau stik bambu yang dalam bahasa Sunda disebut 'dicolok'. Saat disajikan, cilok sangat wajib disiram saus kacang gurih, lengkap dengan kecap dan sambal cabai cair. Harga kudapan ini sangat terjangkau.
2. Cireng
kreasi cireng kuah seblak Foto: Getty Images/Muhammad Senopati |
Singkatan dari Aci digoreng. Yaitu, adonan aci dibentuk agak pipih, lalu digoreng hingga bagian luarnya renyah (crispy) namun bagian dalamnya tetap kenyal.
Kini cireng berkembang menjadi Rujak Cireng, dengan distingsi dari sambal yang digunakannya saja, yait menggunakan bumbu rujak yang cenderung pedas manis. Ada pula varian Cireng Isi yang di tengahnya ada ayam suwir pedas, keju, atau sosis.
3. Cimol
Cimol Foto: Instagram / Google Review |
Cimol merupakan akronim Aci digemol. 'Gemol' menurut Kamus Sundadigi adalah aktivitas mengulum. Biasanya, anak bayi menyusu ke ibuya dengan cara 'gemol'.
Kaitannya dengan kudapan Cimol, karena cimol bentuknya kecil dan tekturnya alot sehingga akan bertahan lebih lama saat dikunyah di mulut, laksana mengulum aci.
Cimol berbentuk bulat-bulat kecil yang digoreng dengan teknik khusus agar mengembang dan kopong di dalam. Kalau sudah matang, cimol ditaburi bumbu tabur kering seperti balado, keju, atau bubuk cabai pedas.
4. Cilung
Pengantin menyediakan jajanan cilung untuk camilan acara resepsi mendadak jadi sorotan.. Postingan pernikahan yang berada di Jakarta Pusat itu tersebut langsung viral di media sosial. Foto: Dok. TikTok @cilung_legend |
Cilung terdengar seperti alat musik Sunda 'Calung' ya! Eit, tapi bukan. Cilung aktonim atas Aci digulung. Yaitu, adonan aci encer dituangkan di atas wajan/teflon datar yang dipanaskan, lalu ditaburi bumbu atau kocokan telur, lalu digulung cepat menggunakan tusuk sate saat masih panas.
5. Cibay
Cibay Foto: detikfood/odilia |
Cibay adalah Aci Ngambay. Dalam bahasa Sunda, 'ngambay' artinya meleleh atau menjuntai. Yaitu, adonan aci dimasak setengah matang hingga kental, dibungkus kulit lumpia, lalu digoreng. Saat digigit, adonan aci di dalamnya akan meleleh (ngambay) di mulut.
6. Cipuk
Cipuk Foto: Getty Images/iStockphoto/Dindin Trisdian |
Ini makanan cukup kuno di dalam kuliner Sunda. Cipuk berarti Aci dan kerupuk. Yaitu, kombinasi kerupuk mentah yang dihancurkan lalu direndam atau diaduk bersama adonan aci. Kemudian adonan dipadatkan, dipotong-potong, lalu digoreng hingga renyah.
7. Cimin
Ilustrasi Cimin. Foto: Istimewa |
Cimin artinya aci mini, yakni adonan aci yang dipotong dadu kecil-kecil (mini) lantas dimasak di wajan cetakan bersama kocokan telur, lalu diaduk dengan bumbu tabur.
8. Cilor
Cilor Foto: Istimewa |
Kalau ini mirip telur gulung, tapi ada isiannya berupa bakso aci kecil (cilok). Dalam satu tusuk sate, ada sekitar 3 cilok. Kepada minyak panas, ditaburkan telur yang sudah dikocok, kemudian tusukan cilok dimasukan juga sambil gaganggnya digulung sehingga telur menyelimuti seluruh bagiannya.
Demikian ya detikers singkatan unik jajanan Sunda. Ini sekaligus bukti betapa eratnya hubungan antara bahasa, kreativitas lokal, dan budaya kuliner di Jawa Barat. Penamaan yang singkat dan berima tidak hanya membuat makanan ini mudah diingat, tetapi juga memberikan identitas budaya yang kuat bagi Jawa Barat.
(yum/yum)








