Kabar Internasional

Melepas Rp88 Miliar demi Jadi Biksu

Diah Afrilian - detikJabar
Rabu, 02 Sep 2026 23:00 WIB
Demi Jadi Biksu, Bos Es Krim Thailand Jual Bisnisnya Rp88 Miliar! (Foto: 8Days)
Jakarta -

Memiliki bisnis kuliner yang sukses dan sudah punya nama besar biasanya jadi impian banyak orang. Bayangkan saja, keuntungan terus mengalir dan merek sudah populer tanpa perlu kerja keras dari nol lagi.

Namun, kenyamanan duniawi rupanya bukan tujuan akhir bagi semua orang. Ada kalanya, seseorang justru memilih meninggalkan zona nyaman tersebut demi panggilan yang lebih tinggi.

Kisah inspiratif sekaligus mengejutkan ini datang dari seorang pebisnis es krim asal Thailand. Dilansir detikFood dari 8Days, pengusaha ini menawarkan seluruh aset bisnisnya untuk dijual demi mengejar kehidupan spiritual sebagai seorang biksu.

Sosok tersebut adalah Siripong Akkarasriyuk, pendiri merek es krim legendaris, Hawell's. Tak main-main, seluruh bisnisnya ditawarkan dengan harga 165 juta baht atau setara dengan Rp88 miliar.

Nilai fantastis tersebut mencakup paket lengkap aset Hawell's. Mulai dari lahan seluas 1,1 hektare, gedung kantor, pabrik, mesin-mesin produksi, hingga lisensi resminya.

Pembeli yang berminat juga akan langsung mendapatkan gerai Hawell's Ice Cream & Fast Food. Tak hanya itu, merek dagang perusahaan beserta seluruh rahasia dapur dan pengetahuan bisnisnya pun ikut diserahkan.

Siripong juga akan mewariskan pengalaman bisnisnya selama 37 tahun kepada pemilik baru. Langkah ini ia ambil karena ingin memastikan Hawell's tetap eksis dan berkembang meski ia sudah tidak lagi berkecimpung di dunia bisnis.

"Hawell's bukan hanya bisnis yang saya bangun. Ini sudah menjadi bagian dari hidup dan keluarga saya," ujar Siripong.

Alasan utama di balik keputusan besar ini adalah keinginannya untuk mengabdikan diri sepenuhnya sebagai biksu. Bahkan, ia menyiapkan imbalan sebesar 5 juta baht atau sekitar Rp2,6 miliar bagi siapa saja yang berhasil mempertemukannya dengan pembeli yang serius.

Keputusan Siripong ini ternyata bukan sebuah impuls sesaat. Ia diketahui telah mendalami nilai-nilai spiritual sejak lama, bahkan pernah menulis buku berjudul Success Derived from the Buddha yang diterbitkan pada tahun 2016.

Dalam target dua tahun ke depan, ia berharap proses penjualan bisnisnya selesai. Rencana besar ini juga menandakan bahwa Siripong siap meninggalkan segala ikatan duniawi, termasuk hubungannya dengan istri dan anak perempuannya.

Hawell's sendiri punya sejarah panjang di industri kuliner Thailand. Siripong membuka gerai pertamanya pada 1999 dan sukses mengembangkannya hingga memiliki 22 gerai.

Merek ini sempat menjadi primadona dan sangat populer pada era Y2K. Menariknya, Siripong menjual bisnis ini bukan karena usahanya sedang lesu atau tidak punya masa depan.

Sebaliknya, ia justru sudah menyiapkan rencana ekspansi besar-besaran yang matang untuk dieksekusi oleh calon pemilik baru nantinya. Sebuah warisan bisnis yang siap melesat di tangan yang tepat.

Artikel ini telah tayang di detikFood




(dfl/orb)
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork