Mie instan kini telah bertransformasi dari sekadar makanan praktis menjadi bagian tak terpisahkan dari gaya hidup masyarakat global. Berdasarkan laporan terbaru World Instant Noodles Association (WINA), Indonesia mengukuhkan posisinya sebagai salah satu konsumen mie instan terbesar di dunia.
Sepanjang tahun 2025, masyarakat Indonesia tercatat mengonsumsi sekitar 14,5 miliar porsi mie instan. Angka ini menempatkan Indonesia di peringkat kedua dunia, tepat di bawah China dan Hong Kong yang masih memimpin pasar global.
Dominasi Asia Tenggara dalam industri ini sangat terlihat. Selain Indonesia, sebagaimana dilansir dari detikFood, negara tetangga seperti Vietnam, Filipina, dan Thailand juga masuk dalam jajaran 10 besar konsumen terbanyak. Jika diakumulasikan, total konsumsi di empat negara Asia Tenggara tersebut mencapai 31,3 miliar porsi sepanjang 2025.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pasar Indonesia: Mie Goreng dan Label Halal
Volume konsumsi Indonesia yang mencapai 14,5 miliar porsi tersebut jauh melampaui India yang berada di posisi ketiga dengan selisih sekitar 51 persen. Di pasar domestik, varian mie goreng dengan cita rasa gurih dan pedas tetap menjadi favorit utama.
Besarnya minat pasar Indonesia juga didorong oleh faktor keberagaman produk dan kepastian label halal, mengingat mayoritas penduduk adalah muslim. Hal ini menjadikan Indonesia sebagai pasar strategis bagi produsen mie instan berskala internasional.
Vietnam Pimpin Konsumsi Per Kapita
Meski secara total volume berada di bawah Indonesia dengan 8,2 miliar porsi, Vietnam justru memegang rekor tertinggi dalam hal konsumsi per individu. Rata-rata warga Vietnam menyantap sekitar 81 porsi mie instan dalam setahun. Masyarakat di sana cenderung menyukai tekstur mie yang kenyal dengan perpaduan rasa udang dan jeruk nipis.
Sementara itu, Filipina menempati posisi ketujuh dengan konsumsi 4,3 miliar porsi, meski angka ini mengalami penurunan 3,5 persen dibandingkan tahun 2024. Di Thailand, konsumsi mie instan justru mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah negara tersebut dengan angka hampir 4,2 miliar porsi, menempatkannya di posisi kedelapan dunia.
Tren Global Terus Meningkat
Secara keseluruhan, China dan Hong Kong masih menjadi pasar raksasa dengan total konsumsi 43,3 miliar porsi pada 2025. Di posisi berikutnya, terdapat Jepang dengan 5,9 miliar porsi, Amerika Serikat 5,2 miliar porsi, dan Korea Selatan 4,1 miliar porsi. Nigeria melengkapi daftar 10 besar dengan konsumsi sekitar 3,1 miliar porsi.
Secara global, total konsumsi mie instan dunia pada 2025 mencapai 124 miliar porsi, tumbuh 0,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Data ini menunjukkan bahwa popularitas mie instan sebagai makanan cepat saji yang terjangkau terus menguat di tengah kesibukan masyarakat modern di berbagai belahan dunia.
Artikel ini sudah tayang di detikFood
