Jalan Santai

Rahasia Surga Jajan Tanpa 'Kang Parkir' di Bumi Panyileukan Bandung

Rifat Alhamidi - detikJabar
Minggu, 30 Agu 2026 19:00 WIB
Jajanan di Bumi Panyileukan. (Foto: Rifat Alhamidi/detikJabar)
Bandung -

Ada yang berbeda ketika berburu jajanan di kompleks perumahan Bumi Panyileukan. Di tengah deretan kedai yang menawarkan beragam makanan, pengunjung bisa dengan leluasa datang, memilih makanan yang diinginkan, hingga memarkirkan kendaraan tanpa harus repot merogoh kocek untuk uang tambahan.

Kompleks yang berada di Kelurahan Cipadung Kidul, Kecamatan Panyileukan, Kota Bandung itu memang punya banyak pilihan untuk mengisi perut. Kedai nasi goreng mendominasi di antara warung aneka pecel ayam dan pecel lele. Sejumlah kedai kopi juga tersedia bagi warga yang ingin sekadar nongkrong sambil menikmati minuman.

Jika sedang malas menyantap hidangan berat, pilihan lain pun patut dicoba. Ada aneka jajanan seperti olahan makaroni, risoles, cakwe hingga cireng yang bisa menjadi teman mengganjal perut saat tidak terlalu lapar.

Namun, bukan semata ragam makanan yang membuat kawasan ini menarik. Ada satu hal yang membuat pengalaman berburu jajanan di Bumi Panyileukan terasa berbeda dibanding sejumlah kawasan kuliner lain di Kota Bandung, yakni ketiadaan juru parkir.

Ternyata, kondisi tersebut bukan terjadi begitu saja. Ada kesepakatan yang dijaga bersama oleh para pedagang dan petugas kewilayahan, mulai dari tingkat RT hingga RW.

"Di sini mah kompak semua, makanya enggak ada tukang parkir yang berani datang. Bisa-bisa diusir malah kalau nekat mah, kang," demikian perbincangan detikJabar bersama Heri (41), salah seorang pedagang di Bumi Panyileukan beberapa waktu lalu.

Heri mengaku tak mengetahui persis sejak kapan kesepakatan tersebut mulai dijalankan. Namun, selama bertahun-tahun berjualan di kawasan itu, ia melihat aturan tersebut terus berjalan dan diterima oleh para pedagang maupun warga.

Bagi Heri, larangan adanya juru parkir di kawasan tersebut kini sudah seperti kebiasaan yang dijaga bersama. Tak perlu ada penjagaan khusus atau aturan yang setiap hari diingatkan, cukup dengan kesadaran agar kawasan tetap nyaman bagi siapa pun yang datang untuk berbelanja.

"Yang jelas selama saya dagang, enggak pernah ada tukang parkirnya. Yang beli juga banyak yang ngerasa nyaman, enggak keganggu lah istilahnya karena mereka ke sini niatnya mau beli makanan," ucapnya.

Pedagang di Bumi Panyileukan biasanya mulai membuka kedainya sejak pukul 10.00 WIB. Saat jam makan siang mendekat, kawasan itu mulai didatangi mahasiswa dari Universitas Terbuka (UT) Bandung, Universitas Muhammadiyah Bandung (UMB), hingga UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Tak hanya mahasiswa, para pekerja di kawasan pergudangan sekitar Bumi Panyileukan juga menjadi pelanggan yang rutin berburu makanan. Bahkan, anggota kepolisian dari Polda Jawa Barat tak jarang datang untuk memesan makanan ketika waktu makan siang tiba.




(ral/orb)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork