4 Fakta Pria di Cibiru Dikeroyok gegara Sering Malak Pengamen-Pedagang

4 Fakta Pria di Cibiru Dikeroyok gegara Sering Malak Pengamen-Pedagang

Tim detikJabar - detikJabar
Jumat, 25 Sep 2026 07:30 WIB
Ilustrasi pengeroyokan. (Dok. detikcom)
Ilustrasi pengeroyokan. Foto: Ilustrasi pengeroyokan. (Dok. detikcom)
Bandung -

Keributan terjadi di kawasan Bundaran Cibiru, Jalan AH Nasution, Kelurahan Cipadung, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung, Rabu (24/9) sore. Seorang pria, dianiaya sejumlah orang hingga alami luka.

Korban sudah dibawa ke rumah sakit dan kejadian ini dalam penanganan Polsek Panyileukan.

Berikut 4 fakta dalam kejadian ini:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Diamuk Sekelompok Orang

Seorang pria berinisial DS menjadi sasaran amuk massa yang diduga dilakukan oleh sekelompok pengamen jalanan.

ADVERTISEMENT

Berdasarkan informasi yang dihimpun, DS diduga merupakan sosok yang kerap beraktivitas di kawasan Bundaran Cibiru. Sementara itu, para pelaku pengeroyokan diketahui merupakan sekelompok pengamen yang mengenakan atribut anak punk.

"Telah terjadi tindak pidana pengeroyokan terhadap DS yang diduga dilakukan oleh sekitar 8 orang pengamen jalanan yang mengakibatkan luka berat di bagian kepala korban," kata Kapolsek Panyileukan AKP Anang Suryana dalam keterangannya, Kamis (24/9).

Korban Alami Luka di Kepala-Wajah

Akibat insiden tersebut, korban mengalami sejumlah luka serius pada bagian kepala dan wajah.

"Luka dibagian kepala dan muka," ujarnya.

Korban Dibawa ke RS

Anang menambahkan, korban langsung dibawa ke RSUD Ujungberung untuk dilakukan perawatan.

"Korban dibawa ke Rumah Sakit Ujungberung oleh Unit QR untuk penangana pengobatan pertama," tambahnya.

Para Pelaku Kabur

Usai beraksi, para pelaku langsung melarikan diri dan meninggalkan korban dalam kondisi terkapar di pinggir jalan. Saat ini, polisi masih melakukan pendalaman terkait motif pengeroyokan tersebut. Dugaan sementara, aksi ini dipicu tindakan pemalakan yang kerap dilakukan korban.

"Menurut warga, korban pengeroyokan adalah pelaku pemerasan yang sering dilakukan terhadap para pengamen ataupun pedagang kaki lima di sekitar Bunderan Cibiru. Korban selalu kasar dan melakukan tindakan ke setiap orang kalau tidak dikasih uang ataupun makanan," jelasnya.

"Dimungkinkan ada dendam dari pelaku terhadap korban yang sering memeras uang hasil ngamen di sekitar Bunderan Cibiru," pungkasnya.

(wip/sud)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads