Nenek Ini Jualan dengan Cara Culas Selama 30 Tahun

Kabar Internasional

Nenek Ini Jualan dengan Cara Culas Selama 30 Tahun

Sonia Basoni - detikJabar
Senin, 17 Agu 2026 23:00 WIB
Terbongkar! Selama 30 Tahun, Nenek Ini Jual Air Mineral Pakai Air Sungai
Terbongkar! Selama 30 Tahun, Nenek Ini Jual Air Mineral Pakai Air Sungai. (Foto: Site News)
Jakarta -

Aksi nekat seorang lansia di Shanghai mendadak jadi buah bibir. Bagaimana tidak, wanita berusia 80 tahun ini diduga menjual air keran hingga air sungai yang dikemas ulang seolah-olah air mineral bermerek di area sebuah taman satwa.

Tentu saja hal ini sangat berbahaya. Air keran (tap water), apalagi air sungai, jelas tidak layak langsung dikonsumsi karena risiko kontaminasi bakteri. Namun, praktik culas ini justru mengundang perhatian besar di China karena skala waktunya yang tak main-main.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Usut punya usut, praktik tersebut disinyalir sudah dilakukannya selama sekitar 30 tahun! Kedoknya baru kembali terbongkar setelah seorang wisatawan merasa ada yang janggal dengan air yang dibelinya.

Dilansir detikFood dari laporan Mothership belum lama ini, insiden ini mencuat pada 29 Juli lalu. Saat itu, seorang turis membeli dua botol air seharga 10 yuan atau sekitar Rp26 ribu.

ADVERTISEMENT

Kecurigaan muncul sesaat setelah air tersebut diteguk. Rasanya aneh, jauh dari kesan air mineral asli yang segar, sehingga memicu dugaan bahwa produk tersebut palsu.

Si wisatawan lantas mengecek kedua botol tersebut dengan teliti. Hasilnya mengejutkan, ditemukan tanggal produksi yang berbeda jauh. Satu botol tertulis September 2025, sementara satunya lagi Februari 2024. Temuan ini memperkuat bukti bahwa botol-botol tersebut adalah hasil isi ulang ilegal.

Jagat media sosial China pun gempar. Laporan media setempat menyebutkan sang nenek diduga mengumpulkan botol bekas, mengisinya dengan air keran atau sungai, lalu menjualnya kembali sebagai air mineral bermerek yang populer di sana.

Ternyata, ini bukan kali pertama aksinya terendus. Sejumlah media di China pernah melaporkan praktik serupa pada September 2025. Kala itu, air yang dijual terlihat keruh dan bahkan terdapat endapan di dalam botol.

Meski sudah berkali-kali tertangkap basah, praktik ini seolah tak ada matinya. Aparat penegak hukum setempat mengaku telah berulang kali memberikan peringatan keras agar wanita itu menghentikan aktivitasnya.

Namun, tindakan lebih tegas sulit dilakukan karena faktor usia pelaku. Setiap kali petugas berusaha menertibkannya, wanita lansia ini punya jurus andalan, yaitu langsung berbaring di tanah. Aksi 'drama' ini sukses membuat petugas kewalahan di lapangan.

Kini, pihak berwenang menyatakan akan berkoordinasi dengan otoritas di daerah tempat tinggal wanita tersebut. Langkah ini diambil sebagai upaya terakhir untuk mencegah aksi tipu-tipu yang membahayakan kesehatan ini kembali terulang.

Artikel ini telah tayang di detikFood

(sob/orb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads