Awas! Sering Seduh Kopi Pakai Krimer Punya Risiko untuk Kulit

Awas! Sering Seduh Kopi Pakai Krimer Punya Risiko untuk Kulit

Riska Fitria - detikJabar
Senin, 06 Jul 2026 11:00 WIB
Penjelasan mengenai racikan kopi pakai krimer
Krimer kopi (Foto: Getty Images/iStockphoto/)
Bandung -

Kopi selama ini menjadi minuman favorit banyak orang untuk mengawali aktivitas. Selain membantu meningkatkan kewaspadaan, konsumsi kopi dalam jumlah yang wajar juga diketahui memiliki sejumlah manfaat bagi kesehatan.

Meski demikian, manfaat tersebut bisa berkurang ketika kopi disajikan bersama bahan tambahan tertentu, salah satunya krimer.

Seorang dokter kulit menjelaskan bahwa beberapa kandungan dalam krimer dapat memengaruhi kondisi kulit. Dalam jangka panjang, zat-zat tersebut disebut berpotensi mempercepat munculnya tanda-tanda penuaan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengutip laporan Newsweek pada 15 April, berikut penjelasan lengkap dari dokter kulit tersebut.

1. Krimer Kopi Disebut Kurangi Manfaat Kopi

ADVERTISEMENT

Kopi menjadi minuman andalan banyak orang untuk memulai hari. Minuman ini juga dikaitkan dengan berbagai manfaat kesehatan jika dikonsumsi secukupnya.

Namun, manfaat tersebut bisa berkurang jika kopi ditambah krimer. Dokter kulit menyebut beberapa bahan dalam krimer kurang baik untuk kesehatan kulit.

Survei pada 2019 menunjukkan hampir 80% orang menambahkan krimer, gula, atau bahan lain ke dalam kopi. Hanya sebagian kecil yang memilih minum kopi hitam.

2. Kafein Punya Dua Sisi untuk Kesehatan Kulit

Dokter spesialis dermatologi kosmetik, Dr. Nora Jaafar, menjelaskan kafein memiliki hubungan yang unik dengan kesehatan kulit. Manfaatnya bergantung pada cara penggunaan dan jumlah yang dikonsumsi.

"Kafein memiliki hubungan ganda dengan kulit. Jika digunakan pada kulit, kafein bekerja sebagai penyempit pembuluh darah sekaligus antioksidan," ujar Jaafar.

Ia menambahkan, "Jika dikonsumsi dalam jumlah sedang, kafein memiliki manfaat antiradang bagi tubuh." Karena itu, kopi bukanlah penyebab utama penuaan kulit.

3. Kandungan Krimer yang Perlu Diwaspadai

Jaafar mengatakan masalah justru datang dari beberapa bahan dalam krimer kopi. Di antaranya minyak terhidrogenasi, padatan sirup jagung, dan emulsifier sintetis.

"Minyak terhidrogenasi dapat merusak lapisan pelindung kulit sehingga kulit menjadi lebih kering dan sensitif," jelasnya.

Ia juga mengatakan, "Padatan sirup jagung memicu proses glikasi yang merusak kolagen dan elastin sehingga tanda penuaan lebih cepat terlihat."

4. Krimer Bisa Bikin Kulit Kusam hingga Berjerawat

Menurut Jaafar, emulsifier sintetis juga dapat mengganggu keseimbangan mikrobioma usus. Dampaknya sering kali terlihat langsung pada kondisi kulit.

"Gangguan mikrobioma usus hampir selalu muncul di kulit berupa peradangan, pori tersumbat, jerawat, hingga rosacea," ujarnya.

Ia menambahkan, "Bahan-bahan tersebut menyerang kesehatan kulit dari berbagai sisi secara bersamaan." Karena itu, konsumsi krimer sebaiknya tidak berlebihan.

5. Pilih Susu atau Matcha sebagai Alternatif

Bagi yang tidak bisa memulai hari tanpa kopi, Jaafar menyarankan mengganti krimer dengan pilihan yang lebih sederhana. Susu murni atau susu oat tanpa gula dinilai lebih baik.

"Susu murni atau susu oat tanpa gula yang dikonsumsi bersama makanan jauh lebih ramah bagi kulit dibanding krimer," katanya.

Selain itu, ia juga merekomendasikan matcha. "Matcha mengandung kafein dan L-theanine sehingga memberikan energi lebih stabil tanpa lonjakan kortisol, sekaligus kaya antioksidan EGCG yang baik untuk melindungi kulit," pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di detikFood

(yum/yum)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads