Bagi pencinta kopi, teh, dan produk lokal Jawa Barat, West Java International Industry and Trade Expo (WIITEX) 2026 bisa menjadi salah satu agenda menarik untuk dikunjungi akhir pekan ini. Acara tersebut digelar di Exhibition Hall Lantai 2 Summarecon Mall Bandung pada 12-16 Juni 2026.
Di WIITEX 2026, akan hadir sekitar 80 pelaku usaha terkurasi yang menampilkan berbagai produk unggulan berbasis kopi, teh, dan kakao dari berbagai daerah di Jawa Barat. Tak hanya pameran produk, acara tersebut juga akan diramaikan dengan business matching bersama buyer dari berbagai negara, workshop, talkshow industri, kompetisi, hingga program edukasi.
Pengunjung dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan tersebut secara gratis. Seperti apa detail acaranya? Simak ulasan selengkapnya berikut ini!
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apa Itu WIITEX 2026?
WIITEX atau West Java International Industry and Trade Expo merupakan pameran internasional perdana yang diselenggarakan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Barat. Kegiatan ini dirancang sebagai wadah promosi sekaligus penghubung antara pelaku usaha teh, kopi, dan kakao dengan calon pembeli dari dalam maupun luar negeri.
Kepala Disperindag Jawa Barat, Nining Yuliastiani, mengatakan tema yang diangkat dalam WIITEX 2026 mencerminkan potensi besar yang dimiliki Jawa Barat sebagai salah satu daerah penghasil teh, kopi, dan kakao terbaik di Indonesia. Menurutnya, ketiga komoditas tersebut memiliki kualitas premium dan daya saing yang kuat untuk menembus pasar global.
"The Golden Belt of Java: Coffee Tea and Cocoa for the Future menjadi tema karena tiga produk ini memiliki kualitas premium dan juga mempunyai daya saing luar biasa dalam perdagangan global atau ekspor dari Jabar," ujar Nining sebagaimana dikutip dari rilis Humas Jabar.
Jadwal dan Lokasi WIITEX 2026
WIITEX 2026 akan digelar mulai Jumat, 12 Juni 2026 hingga Selasa, 16 Juni 2026 di Exhibition Hall Lantai 2 Summarecon Mall Bandung. Acara terbuka untuk masyarakat umum tanpa dipungut biaya.
Pengunjung cukup melakukan registrasi melalui laman disperindag.jabarprov.id/wiitex untuk mendapatkan akses ke seluruh rangkaian kegiatan. Acara ini terbuka untuk berbagai kalangan, mulai dari pelaku UMKM, eksportir, komunitas teh dan kopi, akademisi, mahasiswa, hingga masyarakat umum yang ingin mengenal lebih dekat potensi komoditas unggulan Jawa Barat.
Ada Apa Saja di WIITEX 2026?
Selain pameran produk unggulan Jawa Barat, WIITEX 2026 juga menggelar sejumlah aktivitas untuk mempertemukan pelaku usaha dengan pasar, meningkatkan kapasitas bisnis, serta memperkenalkan sejarah dan potensi komoditas unggulan Jawa Barat.
Berikut beberapa rangkaian acara yang bisa diikuti selama lima hari pelaksanaannya:
1. Business Matching dengan Buyer dari 11 Negara
Salah satu agenda utama dalam WIITEX adalah business matching yang mempertemukan pelaku usaha dengan calon pembeli dari berbagai negara. Kegiatan ini menjadi kesempatan berharga bagi produsen teh, kopi, dan kakao untuk memperluas jaringan bisnis sekaligus menjajaki peluang ekspor baru.
Disperindag Jawa Barat mencatat sebanyak 42 buyer dari 11 negara akan hadir dalam kegiatan tersebut. Negara-negara yang terlibat antara lain Malaysia, Thailand, Filipina, Pakistan, Amerika Serikat, Mesir, dan Arab Saudi. Selain itu, sejumlah buyer juga akan mengikuti pertemuan secara daring, termasuk dari Jerman.
Menurut Nining, kehadiran buyer internasional menjadi salah satu alasan penting penyelenggaraan WIITEX. Ia berharap pertemuan langsung antara penjual dan pembeli dapat menghasilkan kerja sama bisnis yang berkelanjutan.
"Kegiatan ini tentunya akan membuka pasar global produk teh, kopi dan kakao dari Jabar. Akan tercipta kolaborasi dan kerja sama bagi pelaku usaha yang hadir setelah kami kurasi sebelumnya," ujarnya.
2. Pameran 80 Pelaku Usaha Terkurasi
Pengunjung dapat mengunjungi area pameran yang menampilkan berbagai produk unggulan dari sekitar 80 pelaku usaha yang telah melalui proses kurasi. Produk yang dipamerkan mencakup teh, kopi, kakao, dan lain-lain. Tidak hanya menampilkan produk siap konsumsi, beberapa peserta juga akan memperkenalkan inovasi pengolahan dan pengembangan produk.
3. Workshop dan Pelatihan Ekspor
WIITEX 2026 juga menghadirkan berbagai workshop dan pelatihan singkat yang ditujukan bagi pelaku usaha maupun masyarakat yang tertarik pada industri teh, kopi, dan kakao. Materi yang dibahas mencakup strategi ekspor, pengembangan produk, hingga peluang pasar internasional.
4. Talkshow dan Diskusi Industri
Berbagai talkshow dan diskusi juga akan meramaikan penyelenggaraan WIITEX 2026. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari kalangan pemerintah, pelaku industri, hingga praktisi ekspor yang akan berbagi wawasan mengenai perkembangan sektor teh, kopi, dan kakao.
Melalui sesi diskusi tersebut, peserta dapat memperoleh informasi mengenai tren pasar, tantangan industri, serta strategi untuk meningkatkan daya saing produk. Talkshow juga menjadi kesempatan untuk memahami arah pengembangan industri perkebunan di tengah persaingan global yang semakin ketat.
5. Kompetisi dan Aktivitas Interaktif
WIITEX juga menghadirkan berbagai kompetisi yang melibatkan pelaku usaha dan komunitas. Salah satu fokusnya adalah inovasi produk berbasis teh, kopi, maupun kakao. Selain kompetisi, pengunjung juga dapat mengikuti berbagai aktivitas interaktif yang disiapkan selama pameran berlangsung.
6. Pelepasan Ekspor Kopi ke Mesir
Salah satu agenda penting dalam WIITEX adalah pelepasan ekspor kopi Jawa Barat sebanyak dua kontainer menuju Mesir.
7. Kesempatan Mencicipi Produk
Pengunjung WIITEX juga dapat menikmati berbagai sajian teh dan kopi khas Jawa Barat yang disediakan selama acara berlangsung. Berbagai informasi mengenai asal-usul, proses pengolahan, hingga karakteristik produk akan diperkenalkan kepada pengunjung.
Upaya Mengangkat Kembali Teh Jawa Barat
Selain menjadi ajang promosi dan perdagangan, WIITEX juga merupakan bagian dari upaya mengangkat kembali citra teh Jawa Barat. Dalam bincang-bincang di podcast Ngeteh bersama detikJabar, Nining menilai teh sebenarnya memiliki kualitas yang sangat baik, tetapi belum mendapatkan branding yang sekuat kopi.
"Kalau kita jujur, kopi pernah mengalami hal yang sama. Lalu mulai muncul budaya ngopi seperti 'Starbucks Culture'. Dari sana kopi berhasil dijual secara global dengan branding bagus, maka dari konsumsi massal berubah jadi lifestyle," kata Nining.
Menurutnya, teh belum berhasil menempati posisi yang sama seperti kopi dalam persepsi konsumen. Padahal, potensi yang dimiliki teh Jawa Barat sangat besar dan mampu bersaing dengan berbagai produk teh terkenal dunia.
"Nah teh belum pada tahap itu posisinya. Kita belum branding teh dengan benar. Kita belum merasa teh adalah produk premium yang layak dijual dengan nilai tinggi," ujarnya.
Nining bahkan menyebut kualitas teh Jawa Barat tidak kalah dibandingkan produk dari negara-negara yang selama ini dikenal sebagai penghasil teh terbaik. Sayangnya, hal tersebut belum diimbangi dengan branding yang kuat lewat penggalian unsur budaya dan cerita di balik masing-masing produk.
"Iklim Jabar itu sangat sesuai untuk menumbuhkan teh dengan kualitas tinggi. Bahkan enggak kalah dengan Darjeeling India, matcha Jepang dan Sri Lanka," katanya.
"Di China dan Jepang, teh itu bukan cuma minuman. Ada ritual pengolahan sampai cara minumnya yang benar-benar dijalankan sesuai filosofinya. Ini yang belum kita lakukan," sambungnya.
(orb/orb)
