Alasan Daging Kurban Jangan Langsung Disimpan di Kulkas

Alasan Daging Kurban Jangan Langsung Disimpan di Kulkas

Diah Afrilian - detikJabar
Selasa, 26 Mei 2026 10:00 WIB
Ilustrasi Daging Kambing
Ilustrasi daging kambing. (Foto: Cindie Hansen/Unsplash)
Jakarta -

Dapat kiriman daging kurban melimpah? Eits, jangan buru-buru langsung dimasukkan ke kulkas ya! Lho, apa alasannya? Simak ulasannya, yuk!

Momen Idul Adha memang paling dinanti karena stok daging sapi maupun kambing biasanya melimpah ruah. Mulai dari sate yang menggoda, gulai yang gurih, rendang yang nendang, sampai tongseng hangat siap memanjakan lidah bareng keluarga besar di rumah.

Akan tetapi, hati-hati, jika penanganannya asal-asalan, daging kurban bisa cepat rusak, muncul bau prengus yang tajam, bahkan teksturnya jadi alot banget saat dimasak. Sayangnya, masih banyak orang yang melakukan kesalahan fatal sesaat setelah menerima kantong daging kurban.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski kelihatannya sepele, ada beberapa hal krusial yang wajib kamu perhatikan. Mulai dari perlakuan awal saat daging tiba hingga teknik penyimpanan di freezer, semua ada rahasianya tersendiri agar kualitas daging tetap juara dan layak konsumsi dalam jangka waktu lama.

Dirangkum detikFood dari berbagai sumber, berikut 5 tips menangani daging kurban:

ADVERTISEMENT

1. Bersihkan Daging

Daging kurban sebaiknya tetap dicuci sebelum dimasak untuk membantu membersihkan sisa darah, serpihan tulang, debu, atau kotoran yang mungkin menempel selama proses pemotongan dan distribusi. Namun, proses pencucian perlu dilakukan dengan benar agar tidak menyebabkan kontaminasi silang di area dapur.

Chef Degan Septoadji dan Chef Stefu Santoso setuju bahwa daging kurban perlu dicuci sebelum disimpan. Gunakan air mengalir secukupnya dan hindari percikan berlebihan ke meja, wastafel, atau peralatan masak lain.

Setelah dicuci, daging sebaiknya langsung ditiriskan hingga tidak terlalu basah sebelum disimpan atau dimasak. Sebab kelembapan berlebih dapat mempercepat pertumbuhan bakteri dan membuat kualitas daging lebih cepat menurun.

2. Simpan dalam Freezer

Daging yang dibiarkan terlalu lama di suhu ruang lebih mudah terkontaminasi mikroba dan mengalami penurunan kualitas. Sehingga banyak ahli pangan menyarankan daging segera dipotong sesuai porsi lalu dimasukkan ke freezer agar lebih awet.

Suhu penyimpanan juga memengaruhi daya tahan durasi penyimpanan bahan makanan termasuk untuk menyimpan daging kurban. Kulkas bagian bawah atau non-freezer rata-rata memiliki suhu maksimal 4Β°C. Pada suhu ini daging hanya bertahan 2-3 hari saja pada kesegaran maksimalnya.

Sementara freezer memiliki suhu kurang dari -18Β°C atau lebih rendah dari titik beku. Ketika daging disimpan pada freezer dengan suhu stabil dan tidak sering dibuka, maka daging kurban akan bertahan untuk disimpan hingga 1-2 bulan.

3. Gunakan Bumbu Marinasi

Salah satu tantangan mengolah daging kambing atau sapi kurban adalah aroma prengus yang cukup kuat. Untuk mengatasinya, banyak orang menggunakan bahan alami seperti jahe, nanas, atau pepaya muda sebagai bahan marinasi.

Jahe dikenal mampu membantu menyamarkan bau amis sekaligus memberi aroma hangat pada daging. Sementara pepaya muda mengandung enzim papain yang membantu memecah serat daging agar lebih empuk.

Daging dapat dilumuri parutan jahe atau dibungkus daun pepaya selama sekitar 15-30 menit sebelum dimasak. Waktu marinasi tidak boleh terlalu lama karena enzim alami pada pepaya bisa membuat tekstur daging terlalu lembek. Perlu diingat, bahwa daging yang akan dimasak saja yang boleh dimarinasi.

4. Pisahkan Setiap Bagian

Saat menerima daging kurban, banyak orang langsung mencampur semua bagian ke dalam satu kantong. Padahal, cara ini kurang ideal untuk penyimpanan jangka panjang.

Daging, tulang, dan jeroan memiliki karakteristik berbeda sehingga sebaiknya dipisahkan sejak awal agar kualitas masing-masing tetap terjaga. Jeroan termasuk bagian yang lebih cepat rusak dan memiliki aroma lebih tajam dibandingkan daging biasa.

Daging juga sebaiknya dipisahkan dalam porsi kecil di dalam kantung atau wadah yang berbeda-beda. Tujuannya agar ketika akan digunakan hanya secukupnya daging atau bagian potongan yang dicairkan saja dan tidak merusak sisa potongan yang lainnya.

5. Cairkan Daging Secukupnya

Kesalahan lain yang sering terjadi adalah mencairkan daging beku di suhu ruang terlalu lama. Cara ini memang cepat, tetapi berisiko membuat bakteri berkembang pada permukaan daging yang mulai hangat sementara bagian dalamnya masih beku.

Metode yang paling dianjurkan adalah memindahkan daging dari freezer ke chiller semalaman sebelum dimasak. Cara ini membantu menjaga tekstur daging tetap baik sekaligus mempertahankan rasa alaminya.

Jika ingin lebih cepat, daging bisa direndam dalam air dingin dengan kondisi masih terbungkus rapat agar tidak terpapar langsung air. Proses beku-cair berulang dapat merusak tekstur dan meningkatkan risiko pertumbuhan bakteri.

Artikel ini telah tayang di detikFood

Halaman 3 dari 2
(dfl/orb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads