Susu kental manis (SKM) memang sudah jadi 'sahabat setia' kuliner masyarakat Indonesia. Mulai dari pelengkap kopi pagi, olesan roti bakar yang lumer, sampai topping martabak manis yang menggoda selera. Rasanya yang legit dan teksturnya yang creamy memang sulit buat ditolak.
Namun, belakangan ini SKM kembali jadi buah bibir di jagat media sosial. Banyak netizen yang mulai skeptis dan mempertanyakan kandungannya. Pertanyaannya klasik: benarkah produk ini sebenarnya tidak mengandung susu sama sekali karena rasanya yang sangat manis?
Rahasia di Balik Tekstur Kental
Jangan salah kaprah, tekstur kental yang ada pada SKM itu bukan muncul tiba-tiba. Prosesnya disebut evaporasi atau penguapan air. Jadi, susu dipanaskan secara perlahan sampai sebagian besar airnya menguap. Hasilnya? Kandungan padatan susu jadi lebih terkonsentrasi, lebih padat, dan tentu saja lebih creamy.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lalu, kenapa harus pakai gula? Nah, gula di sini punya peran ganda. Selain memberikan sensasi rasa yang nikmat, gula juga berfungsi sebagai pengawet alami. Gula membantu menghambat pertumbuhan mikroorganisme, sehingga produk ini punya umur simpan yang lebih panjang dibanding susu biasa.
Bukan Sekadar Gula Berperisa
Kalau bicara aturan, BPOM sebenarnya sudah punya standar ketat. Berdasarkan Peraturan BPOM Nomor 34 Tahun 2019 tentang Kategori Pangan, susu kental manis resmi masuk dalam kategori produk susu. Syaratnya nggak main-main: wajib punya kadar lemak susu minimal 8 persen dan kadar protein minimal 6,5 persen.
Standar ini juga nggak asal buat, karena sudah mengacu pada Codex Alimentarius, sebuah referensi internasional untuk produk sweetened condensed milk. Bahkan dalam aturan sebelumnya, yakni Peraturan Kepala BPOM Nomor 21 Tahun 2016, SKM didefinisikan sebagai produk susu yang diperoleh dengan menghilangkan sebagian air dari campuran susu dan gula.
Faktanya, di pasaran bahkan ada produk susu kental manis yang memiliki komposisi kandungan susu hingga 35%. Kandungan ini terdiri dari campuran susu skim bubuk, susu sapi segar (12%), lemak susu, laktosa, hingga buttermilk bubuk. Jadi, anggapan bahwa SKM cuma 'gula rasa susu' jelas terpatahkan secara data.
Kandungan Susu Tetap Terjaga
Meski dominan rasa manis, bukan berarti nutrisi susunya menguap begitu saja. Protein susu, lemak susu, laktosa, hingga mineral alami dari susu tetap ada di dalamnya. Hanya saja, karena ada tambahan gula yang cukup tinggi, profil gizinya memang jadi berbeda kalau dibandingkan dengan susu segar atau susu UHT.
Rasa manis yang kuat inilah yang sering bikin orang terkecoh dan mengira kandungan susunya hilang. Padahal, yang terjadi adalah karakter manis dari gula memang jauh lebih menonjol menutupi rasa asli susunya.
Kesimpulannya, menyebut susu kental manis sama sekali tidak mengandung susu adalah mitos. Produk ini tetaplah olahan susu, namun dengan karakteristik tambahan gula yang tinggi. Jadi, kuncinya ada pada cara konsumsi yang bijak dan sesuai porsi!
Artikel ini telah tayang di detikFood. Simak selengkapnya di sini.
(orb/orb)
