Nasib 'Vending Machine' di Jepang: Dulu Favorit, Sekarang Tak Lagi Diminati

Kabar Internasional

Nasib 'Vending Machine' di Jepang: Dulu Favorit, Sekarang Tak Lagi Diminati

Dita Aliccia Armadani - detikJabar
Minggu, 10 Mei 2026 11:00 WIB
Vending machine minuman di Jepang
Vending machine minuman di Jepang (Foto: Sora News 24)
Jepang -

Jumlah mesin penjual otomatis minuman di Jepang kini mengalami penurunan yang cukup signifikan, padahal negara tersebut selama ini dikenal sebagai "rumah" bagi vending machine. Fenomena ini pun memunculkan pertanyaan: apa yang sebenarnya terjadi?

Bagi wisatawan atau pecinta kuliner yang pernah berkunjung ke Jepang, vending machine tentu sudah menjadi pemandangan yang akrab. Mesin ini biasanya menawarkan beragam minuman dan makanan ringan yang mudah diakses. Namun belakangan, keberadaannya mulai berkurang dan menjadi sorotan.

Mengacu pada laporan Sora News 24 (11/4), jumlah vending machine minuman di Jepang pada 2025 tercatat sekitar 1,95 juta unit, menurut data dari Inryo Soken. Angka ini menunjukkan penurunan sekitar 90 ribu unit dibandingkan tahun sebelumnya, sekaligus menjadi penurunan terbesar dalam satu tahun terakhir.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penurunan ini juga menandai momen pertama sejak 1994 di mana jumlah vending machine minuman di Jepang turun di bawah angka 2 juta unit. Sebelumnya, jumlahnya sempat mencapai 2,17 juta unit pada 1995, bahkan stabil di kisaran 2,4 juta unit selama periode 1999 hingga 2016.

Tren penurunan sebenarnya sudah berlangsung sejak 2014, ketika jumlah mesin mencapai puncaknya. Sejak saat itu, angka terus merosot seiring berubahnya pola konsumsi masyarakat. Salah satu faktor utama adalah kenaikan harga minuman.

ADVERTISEMENT

Dalam beberapa tahun terakhir, harga minuman di vending machine meningkat sekitar 20 persen atau lebih, termasuk untuk produk umum seperti air mineral, teh hijau, hingga kopi. Meski belum tergolong mahal, kenaikan ini membuat konsumen menjadi lebih selektif sebelum membeli.

Kini, banyak orang mulai mempertimbangkan ulang apakah harga yang ditawarkan sebanding dengan kemudahan yang didapat, terutama di lokasi-lokasi seperti stasiun atau tepi jalan. Keraguan ini membuat sebagian konsumen memilih alternatif lain.

Toko serba ada menjadi salah satu pilihan karena sering menawarkan promo menarik, seperti paket makanan dengan bonus minuman. Selain itu, supermarket dan toko obat juga menyediakan minuman dengan harga lebih murah, meskipun lokasinya tidak selalu sedekat vending machine.

Perubahan perilaku juga dipengaruhi oleh kebiasaan belanja online. Banyak orang memilih membeli minuman dalam jumlah besar melalui platform daring karena dinilai lebih hemat. Selain praktis, berbagai promo yang ditawarkan juga membuat opsi ini semakin menarik.

Dengan menyimpan stok di rumah, kebutuhan minuman harian dapat dipenuhi tanpa harus membeli secara satuan di vending machine.

Meski jumlahnya masih mendekati 2 juta unit, vending machine diperkirakan belum akan hilang dari Jepang dalam waktu dekat. Namun, tanpa inovasi atau strategi baru untuk menarik minat konsumen, jumlahnya kemungkinan akan terus berkurang di masa mendatang.

(yum/yum)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads