Oleh-oleh Baru Khas Lembang, Roti Goreng Isi Selai Nanas Subang

Oleh-oleh Baru Khas Lembang, Roti Goreng Isi Selai Nanas Subang

Whisnu Pradana - detikJabar
Senin, 04 Mei 2026 08:30 WIB
Roti nanas Subang
Roti nanas Subang (Foto: Whisnu Pradana/detikJabar)
Bandung -

Tak cuma tersohor karena suguhan destinasi wisatanya yang beragam, kawasan wisata Lembang, Kabupaten Bandung Barat juga cukup terkenal sebagai daerah penghasil kuliner yang jadi buruan wisatawan.

Berangkat dari obrolan singkat dengan seorang pengusaha wisata di Lembang, Fakhri Abdullah melahirkan menu tradisional yang sudah dipadukan dengan citarasa internasional demi memanjakan lidah para pelancong.

Pria 31 tahun yang sudah lama menggeluti dunia bakery itu menyuguhkan makanan ringan yang dikombinasikan dengan hasil alam buah ketekunan para petani yang mencurahkan perhatian pada produknya ke dalam roti buatannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ya, Fakhri memanfaatkan buah nanas hasil para petani di Kabupaten Subang, yang kebetulan bertetangga dengan kawasan wisata Lembang. Nanas-nanas dari tanah Subang juga cukup banyak dijajakan di sepanjang Jalan Raya Lembang.

Fakhri melahirkan kudapan roti goreng nanas yang digadang-gadang akan menjadi oleh-oleh khas Subang. Sebab Subang, saat ini hanya mengandalkan buah nanas saja sebagai produk andalan bagi buah tangan wisatawan.

ADVERTISEMENT

"Idenya supaya bagaimana kami bisa memberdayakan petani nanas di daerah Subang. Kami olah nanas segar tersebut menjadi selai agar memiliki nilai jual yang lebih tinggi, dan kami jadikan sebagai isian roti goreng," kata Fakhri saat ditemui di Lembang, Minggu (3/5/2026).

Tak cuma mengandalkan adonan roti khas Prancis yang ia pelajari semasa berkuliah, selai nanas yang mengeluarkan rasa manis dan asam itu juga ditambahkan dengan rempah khas nusantara seperti kayu manis dan cengkeh.

Keistimewaan dari perpaduan adonan itu menjadi keunggulan roti goreng nanas buatan Fakhri. Ia menggunakan adonan roti brioche atau roti premium yang kaya akan kuning telur, keju, serta mentega.

Adonan yang sudah jadi, kemudian dibentuk bulat dengan isian selai nanas. Setelah itu, adonan akan dilapisi dengan tepung roti khusus. Sebelum digoreng, adonan akan didiamkan selama 1 sampai 2 jam alias di-proofing.

"Nah, paduan antara roti dan nanasnya itu istilahnya ngawin banget lah. Bagian luar rotinya kering dan crispy, lalu bagian dalamnya lembut. Kemudian ada sentuhan selai nanas di dalamnya. Jadi, saat sudah matang seperti ini, dia tidak berminyak terus tidak menempel di dinding-dinding mulut," kata Fakhri.

Menariknya, dari gerai roti goreng nanas di sentra oleh-oleh Tahu Susu Lembang, pengunjung yang datang tidak cuma menerka-nerka bagaimana rasa roti olahan Fakhri. Mereka bisa mencicipi dulu produk tersebut sebelum akhirnya membeli.

"Kita di sini juga live cooking, jadi pengunjung bisa lihat semua proses pengolahan dari mengolah adonan, mencetak, sampai menggoreng. Kemudian kita kasih dulu mereka tester, supaya yang mau beli ini sudah ada bayangan soal rasa roti goreng nanas," kata Fakhri.

Lantaran tidak menggunakan bahan pengawet, roti ini memiliki masa simpan selama 3 hari di suhu ruang. Namun, bagi wisatawan asal Jakarta atau luar kota, produk ini bisa dibeli dalam bentuk masuh mentah dan bertahan hingga satu minggu jika disimpan di dalam lemari es.

"Harganya terjangkau, mulai dari Rp9.000 per pcs, kemudian Rp25.000 untuk 3 pcs, dan Rp50.000 per boks isi 6 pcs," kata Fakhri.

Dinda Trifani (26), wisatawan asal Bandung mencicipi lezatnya roti goreng nanas khas Lembang. Kudapan baru itu punya citarasa yang mengingatkannya pada makanan tradisional seperti nastar yang disajikan di momen Idulfitri.

"Kalau selainya, segar dan mirip isian di kue nastar ya. Cuma kalau jadi isian roti baru coba kali ini, biasanya kan roti goreng itu isiannya daging dan sayuran. Enak sih, murah juga," kata Dinda.

(yum/yum)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads