Tanaman Ini Berkali-kali Lipat Lebih Pedas dari Cabai

Kabar Internasional

Tanaman Ini Berkali-kali Lipat Lebih Pedas dari Cabai

Dita Aliccia Armadani - detikJabar
Senin, 13 Apr 2026 06:30 WIB
Tanaman terpedas di dunia
Tanaman terpedas di dunia (Foto: Oddity Central)
Jakarta -

Selama ini, cabai identik dengan sensasi pedas paling ekstrem dalam dunia kuliner. Namun, anggapan tersebut ternyata belum sepenuhnya tepat. Ada tanaman lain yang tingkat "kepedasannya" jauh melampaui cabai bahkan dalam skala yang sulit dibayangkan manusia.

Melansir detikFood, tanaman bernama Euphorbia resinifera menyimpan senyawa alami yang luar biasa kuat. Tanaman sukulen yang bentuknya menyerupai kaktus ini banyak ditemukan di Maroko, serta memiliki kerabat dekat seperti Euphorbia poissonii di Nigeria.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berbeda dengan cabai yang mengandung capsaicin sebagai sumber rasa pedas, tanaman ini menghasilkan senyawa bernama Resiniferatoxin-yang disebut sebagai zat paling "pedas" yang pernah dikenal manusia.

Sebagai perbandingan, Pepper X-yang dinobatkan sebagai cabai terpedas oleh Guinness World Records-memiliki tingkat kepedasan sekitar 2,69 juta unit dalam Skala Scoville. Sementara itu, capsaicin murni berada di angka sekitar 16 juta unit.

ADVERTISEMENT

Namun, Resiniferatoxin berada di level yang jauh melampaui keduanya, dengan angka mencapai 16 miliar unit Scoville. Artinya, senyawa ini sekitar 1.000 kali lebih pedas dibandingkan capsaicin murni.

Dengan tingkat ekstrem tersebut, Resiniferatoxin tidak lagi dianggap sebagai bahan makanan. Sebaliknya, zat ini lebih menyerupai agen kimia berbahaya karena mampu menyebabkan luka bakar serius bahkan dalam jumlah yang sangat kecil.

Secara biologis, cara kerja senyawa ini juga sangat agresif. Baik capsaicin maupun Resiniferatoxin sama-sama menargetkan reseptor panas dalam tubuh manusia, yaitu TRPV1 receptor. Namun, Resiniferatoxin mengikat reseptor tersebut dengan intensitas jauh lebih kuat.

Akibatnya, ion kalsium membanjiri sel saraf dalam jumlah besar hingga memicu kerusakan. Dalam kondisi tertentu, hal ini bahkan dapat "mematikan" ujung saraf secara permanen, menyebabkan hilangnya sensitivitas atau desensitisasi.

Para ilmuwan meyakini, kemampuan ekstrem ini merupakan mekanisme pertahanan alami tanaman. Dengan kandungan zat yang sangat menyakitkan, Euphorbia resinifera mampu melindungi diri dari serangan hewan herbivora.

Efektivitas strategi tersebut terbukti tinggi. Kontak fisik dalam jumlah sangat kecil saja sudah cukup untuk memicu iritasi hebat hingga luka bakar kimia.


Artikel ini sudah tayang di detikFood




(dir/dir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads