India terkenal dengan ragam kulinernya yang kerap menyita perhatian publik, termasuk warga Indonesia. Ragam makanan pun sering jadi sorotan dan perbincangan.
Alasannya beragam, mulai dari proses pembuatannya yang kadang dinilai kurang higienis, aneh, hingga jorok. Alhasil, beragam pro dan kontra kerap tersaji dari makanan India, terutama yang seliweran di media sosial.
Salah satunya adalah cara menggoreng yang tak biasa berikut ini. Bukan menggunakan minyak, tapi menggunakan pasir. Ya, kamu nggak salah baca? Menggorengnya menggunakan pasir. Hal ini kemudian memicu berbagai reaksi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikutip dari detikFood, unggahan ulang sebuah video di akun X @IndianGems_ menunjukkan seorang penjual makanan kaki lima sedang menggoreng kentang. Penjual tersebut tidak menggorengnya menggunakan minyak panas, tapi pasir.
Dari klip video terlihat penjual tersebut telah menyiapkan wajan besar berisi pasir. Lalu berbagai jenis kerupuk, mulai dari yang bentuknya panjang, bulat, dan warna warni ini dimasukkan ke dalamnya.
Lalu penjual tersebut mengaduk atau mengoseng-oseng kerupuk dalam pasir menggunakan semacam wadah pipih bulat yang bagian bawahnya berlubang. Setelah beberapa saat, penjual baru mengangkat, meniriskan pasir, lalu mengemasnya dalam plastik.
Video asli yang diunggah akun X @Vasheegaran dengan keterangan sarkastis berbunyi, "Makanan jalanan dari India ini kaya akan protein, kalsium, magnesium, aluminium, titanium, uranium, platinum, kriptonium, dll."
Daftar unsur yang dilebih-lebihkan ini dimaksudnya sebagai sebuah lelucon. Namun unggahan videonya justru memicu beragam tanggapan dari netizen, lapor news18.com (20/2).
Beberapa orang bukannya khawatir dengan metode tersebut melainkan dengan kebersihannya.
"Saya pikir kekhawatiran itu muncul dari berbagai contoh kebersihan yang buruk dan menganggap pasir itu benar-benar berasal dari tanah yang mereka injak," ujar seorang netizen.
Ada juga netizen yang menyoroti kalau dalam banyak kasus, sebenarnya lebih banyak penjual menggunakan garam, bukan pasir untuk menggoreng.
"Ps, 90% dari yang digoreng itu adalah garam. Ya, saya sudah bertanya kepada beberapa penjual secara pribadi. Sangat sedikit orang menggunakan pasir saat ini," jelas netizen itu.
Di antara banyak komentar, ada sebuah komentar yang paling menarik perhatian.
Pengguna bernama Dr. Bohra MD mengungkap bila menggoreng dengan pasir jauh lebih sehat daripada menggoreng dengan banyak minyak.
Netizen pemilik akun @TyrantOppressor juga berkomentar, "Tidak ada yang salah akan hal itu. Faktanya itu lebih sehat dari menggoreng menggunakan minyak."
Praktik menggoreng menggunakan pasir panas atau garam bukanlah hal yang baru. Metode ini telah lama digunakan oleh pedagang kaki lima di beberapa bagian Asia Selatan dan bahkan kerap diterapkan di dapur rumah.
Dilansir dari alodokter.com (23/2), menggoreng kerupuk menggunakan pasir memang bisa meminimalisasi kandungan kalorinya dibandingkan menggorengnya pakai minyak. Namun jenis pasir yang dipilih juga sebaiknya tidak sembarang, melainkan harus yang bersih dan sudah melalui beragam proses.
Artikel ini telah tayang di detikFood











































