Memasuki minggu pertama Ramadan, suasana pasar mulai berubah. Warga berbondong-bondong menyiapkan bekal berbuka puasa. Ada yang mencari minuman segar, ada pula yang berburu gorengan dan aneka camilan. Sebagian lainnya memilih buah-buahan sebagai menu pembuka yang lebih sehat.
Salah satu yang paling identik dengan Ramadan adalah kurma. Buah bercita rasa manis ini selalu menjadi incaran karena praktis dikonsumsi, tahan lama, dan dipercaya baik untuk mengembalikan energi setelah seharian berpuasa. Di Pasar Ujungberung, para pedagang mulai meramaikan lapaknya dengan berbagai jenis kurma.
Pantauan di lokasi, kurma sudah mulai dijual sejak sepekan sebelum Ramadan tiba. Beberapa pembeli terlihat datang untuk membelinya. Namun, hingga dua hari pertama puasa, jumlah pembeli masih tergolong sedikit.
Sejumlah pedagang menduga lonjakan pembeli biasanya terjadi menjelang akhir Ramadan. Hal itu diakui Wati, pedagang yang telah lama berjualan di Pasar Ujungberung.
"Sudah lama (berjualan di Pasar Ujungberung) sejak tahun 1999, Kurmanya baru dipajang di depan lapak supaya kelihatan oleh pembeli. Kalau pedagang di sini sudah banyak yang berjualan (kurma). Kalau ibu jualannya cuman satu jenis kurma, tidak banyak cukup ini saja," ujar Wati.
Wati tidak hanya menjual kurma, tetapi juga aneka camilan kering seperti keripik kaca, makaroni, dan kue gabus yang banyak diburu saat Ramadan. Ia mengatakan, biasanya penjualan meningkat seiring mendekatnya Lebaran, terutama karena banyak pembeli yang mulai mencari kue untuk persiapan hari raya. Lokasi lapaknya yang berada di pinggir jalan juga memudahkan pembeli untuk menemukannya.
"Alhamdulillah ini pada habis semua kang (sambil menunjuk beberapa cemilan kering). Kurma juga, jadi dikeluarkan semua Ketika Sudah dua minggu terakhir Ramadhan. (Pembeli) dari kemarin-kemarin juga ada, sebelum masuk puasa juga pada datang karena munggahan," ungkap Wati.
Menurut Wati, kurma memiliki daya tahan yang cukup lama sehingga relatif aman untuk dijual dalam jangka waktu panjang. Ia menyebut kurma dapat bertahan hingga satu tahun jika disimpan di tempat yang sejuk.
Harga kurma yang dijualnya pun bervariasi, mulai dari paket Rp10 ribu dengan isi standar, Rp20 ribu untuk isi lebih banyak, hingga penjualan eceran Rp50 ribu per kilogram.
"Kurma bisa tahan lama, bisa sampai satu tahun itu. Kalau membedakan kurma yang sudah tidak bagus biasanya ada jamurnya atau baunya asam. Kurma kalau ujung nya agak keras biasanya kualitasnya kurang baik. Pedagang kurma juga ada di dalam tapi biasanya di depan pasar." tutup Wati.
Meski jumlah pedagang kurma di Pasar Ujungberung belum terlalu banyak, keberadaannya tetap menjadi pelengkap suasana Ramadan. Pasar yang umumnya didominasi pedagang pakaian, jilbab, dan busana muslim itu perlahan mulai diramaikan pembeli yang mencari kebutuhan berbuka.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, pasar diperkirakan akan semakin padat saat memasuki dua minggu terakhir Ramadan, ketika masyarakat mulai berburu takjil, kue kering, hingga persiapan Lebaran.
Simak Video "Video Daftar Negara yang Mulai Puasa 18 Februari 2026"
(dir/dir)