Jelang Ramadan 2026, Warga Surabaya Ramai-ramai Berburu Kurma

Jelang Ramadan 2026, Warga Surabaya Ramai-ramai Berburu Kurma

Aprilia Devi - detikJatim
Rabu, 04 Feb 2026 17:30 WIB
Penjual kurma di Ampel Surabaya
Penjual kurma di Ampel Surabaya (Foto: Aprilia Devi/detikJatim)
Surabaya -

Menjelang bulan suci Ramadan 2026, warga Surabaya mulai ramai berburu kurma. Penjualannya disebut meningkat, terutama di kawasan religi Sunan Ampel yang menjadi salah satu pusat toko kurma di Kota Pahlawan.

Pantauan detikJatim di kawasan Sunan Ampel pada Rabu (4/2) pukul 13.15 WIB, sejumlah lapak kurma tampak ramai didatangi pembeli.

Warga terlihat berburu berbagai jenis kurma untuk persiapan saat puasa. Para pedagang pun mengakui penjualan mulai naik sejak awal bulan ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Siti (45), salah satu pembeli asal Rungkut, Surabaya, mengaku sengaja membeli kurma lebih awal untuk persiapan Ramadan. Ia memilih kurma jenis Tunisia yang disebutnya memiliki rasa legit.

"Berburu kurma karena sudah mau puasa, jadi buat stok untuk takjil saat buka puasa. Ini cari kurma Tunisia, rasanya enak legit," ujar Siti kepada detikJatim, Rabu (4/2/2026).

ADVERTISEMENT

Pedagang optimistis menyambut antusiasme pembeli yang berburu kurma. Salah satu pedagang kurma di kawasan Ampel, Ahmadi (32) mengatakan telah menyiapkan stok dalam jumlah besar untuk mengantisipasi lonjakan permintaan jelang Ramadan.

"Penjualan kurma jelang Ramadan ini saya baru stok sampai 7 ton untuk memenuhi permintaan. Yang banyak dicari kurma Madinah, Mesir, Tunisia," kata Ahmadi.

Ahmadi menyebut harga kurma yang dijual bervariasi, tergantung jenis dan kualitas. Kurma dijual mulai dari Rp 40 ribu hingga Rp 100 ribu per kilogram.

"Ini impor dari Arab langsung, soalnya kalau ambil dari lainnya, kualitasnya beda," jelasnya.

Sementara itu, Zaki (19), pedagang kurma lainnya menyebut, kurma Tunisia menjadi salah satu yang paling laris diburu pembeli jelang Ramadan 2026 ini.

"Kurma yang paling laris Tunisia, harganya Rp 100 ribu per kilogram. Rasanya manis, kenyal," katanya.

Ia juga mengungkapkan aktivitas jual beli di Ampel berlangsung nyaris tanpa henti selama 24 jam.

"Pembeli tidak hanya dari Surabaya, ada daerah-daerah lainnya juga datang ke sini," pungkasnya.




(auh/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads