Dunia tinju tidak hanya berbicara soal kemenangan dan kekalahan. Di balik setiap pertandingan, ada harga diri, persahabatan, dan ambisi yang terkadang membawa seseorang ke dalam bahaya. Hal itu dialami Rocky Balboa ketika seorang petinju asal Uni Soviet muncul dengan kekuatan luar biasa dan mengubah hidupnya. Pertarungan yang semula dianggap sebagai ajang unjuk kemampuan justru berakhir dengan tragedi yang membuat Rocky kembali naik ring demi sebuah pembalasan.
Film Rocky IV dirilis pada 1985 dengan Sylvester Stallone sebagai pemeran utama sekaligus penulis dan sutradara. Selain Stallone sebagai Rocky Balboa, film ini dibintangi Carl Weathers sebagai Apollo Creed, Dolph Lundgren sebagai Ivan Drago, Talia Shire sebagai Adrian Balboa, dan Burt Young sebagai Paulie Pennino. Menggabungkan drama olahraga dan aksi, film ini juga membawa ketegangan politik era Perang Dingin ke dalam persaingan dua petinju dari negara yang berseberangan.
Setelah kembali meraih gelar juara dunia kelas berat, Rocky mulai menikmati kehidupan yang lebih tenang bersama keluarganya. Sahabat sekaligus mantan rivalnya, Apollo Creed, juga telah meninggalkan persaingan sengit di masa lalu. Namun, ketenangan itu berubah ketika Ivan Drago datang dari Uni Soviet ke Amerika Serikat. Bertubuh besar dan memiliki pukulan yang sangat kuat, Drago dipersiapkan dengan metode latihan modern untuk membuktikan keunggulan dirinya di atas ring.
Kedatangan Drago memancing rasa penasaran Apollo. Meski sudah lama tidak bertanding secara serius, ia merasa masih mampu menghadapi petinju muda tersebut. Apollo pun menerima tantangan pertandingan ekshibisi yang seharusnya menjadi ajang pembuktian kemampuan. Rocky sempat merasa khawatir melihat keputusan sahabatnya, tetapi Apollo tetap yakin bisa mengendalikan jalannya pertandingan. Ia memasuki ring dengan penuh percaya diri, tanpa menyadari betapa berbahayanya lawan yang akan dihadapinya.
Pertandingan berlangsung di tengah sorakan penonton yang memenuhi arena. Apollo tampil dengan gaya khasnya, sedangkan Drago mengandalkan kekuatan fisik dan pukulan keras. Seiring berjalannya ronde, perbedaan kemampuan keduanya semakin terlihat. Rocky yang menyaksikan dari sudut ring mulai menyadari situasi tersebut tidak lagi seperti pertandingan persahabatan. Apollo terus menerima serangan, tetapi ia menolak menyerah hingga akhirnya terjatuh dan tidak mampu bangkit kembali. Tragedi itu meninggalkan luka mendalam bagi Rocky.
Kematian Apollo mengubah tujuan hidup Rocky. Ia merasa harus menghadapi Drago secara langsung demi menghormati sahabatnya sekaligus menuntaskan rasa bersalah yang menghantuinya. Tantangan tersebut bukan perkara mudah karena Drago memiliki keunggulan fisik dan dukungan penuh dari timnya. Rocky akhirnya menerima pertandingan yang akan digelar di Uni Soviet, meski Adrian berusaha mengingatkannya tentang risiko besar yang menanti. Keputusan itu membawa Rocky meninggalkan kenyamanan rumah untuk menjalani latihan keras di tengah dinginnya Siberia.
Berbeda dari Drago yang berlatih menggunakan peralatan modern dan pemantauan ilmiah, Rocky memilih cara sederhana untuk mempersiapkan diri. Ia berlari menembus salju, mengangkat kayu, dan melatih ketahanan tubuh di alam terbuka. Hari demi hari, Rocky berusaha membangun kekuatan sekaligus mempersiapkan mental menghadapi lawan yang belum pernah ia taklukkan. Sementara itu, Drago terus berlatih dengan dukungan tim Soviet yang ingin melihatnya menang di hadapan publik dunia.
Pertandingan akhirnya berlangsung di Moskow pada Hari Natal. Rocky memasuki arena dengan membawa kenangan Apollo, sedangkan Drago mendapat dukungan dari penonton tuan rumah. Sejak ronde awal, duel berjalan keras dan Rocky harus menahan serangan yang membuatnya berkali-kali terdesak. Namun, ia terus bertahan dan perlahan memberikan perlawanan. Ketegangan meningkat ketika Rocky mulai menunjukkan kemampuan untuk menyulitkan Drago, membuat suasana arena berubah dari sorakan penuh keyakinan menjadi perhatian yang semakin serius.
Kini, pertarungan memasuki fase paling menentukan. Rocky telah membuktikan dirinya bukan lawan yang mudah dijatuhkan, tetapi Drago masih memiliki kekuatan yang mengancam. Setiap pukulan bisa menjadi penentu akhir duel, sementara Rocky terus mengingat alasan yang membawanya sampai ke Moskow. Mampukah ia menumbangkan petinju Soviet tersebut dan menuntaskan janjinya kepada Apollo? Saksikan perjuangan Rocky Balboa dalam Rocky IV di Bioskop Trans TV sesuai jadwal penayangan yang berlaku.
Jadwal Acara Trans TV Hari Ini
Simak aksinya di Bioskop Trans TV yang bakal tayang Jumat (23/10/2026) pukul 22.00 WIB, hanya di Trans TV.
05:00 Islam Itu Indah
06:30 Insert Pagi
07:30 CNN Indonesia Good Morning
08:30 Pagi-Pagi Ambyar
10:30 Insert
12:30 Brownis (Obrolan Manis)
14:00 Rumpi (No Secret)
15:00 Insert Today
16:00 CNN Indonesia News Update
16:30 Dream Box Indonesia
17:30 Bikin Laper
18:45 Insert Story
20:00 Bioskop Trans TV - Lady Bloodfight
22:00 Bioskop Trans TV - Rocky IV
Detikers bisa menyaksikannya di layar kaca, streaming di www.transtv.co.id, melalui aplikasi detikcom, atau berlangganan TransVision. Jangan sampai ketinggalan ya!
(iqk/iqk)