Kisah Rendi, Mahasiswa UPI yang Sabet Perak di Asian Games 2026

Kisah Rendi, Mahasiswa UPI yang Sabet Perak di Asian Games 2026

Wisma Putra - detikJabar
Jumat, 25 Sep 2026 20:31 WIB
Rendi Setia Maulana
Rendi Setia Maulana (Foto: Istimewa).
Bandung -

Senang dan bahagia, itulah yang dirasakan Rendi Setia Maulana. Pria yang lahir di Pangandaran dan kini berdomisili di Kota Bandung berhasil meraih medali perak bagi Indonesia pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Rendi yang merupakan mahasiswa Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga (PKO), Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) itu, meraih medali perak bersama tim Indonesia pada nomor Men's Quadruple Sculls cabang olahraga rowing (dayung), Kamis (24/9) kemarin.

detikJabar berkesempatan melakukan wawancara khusus dengan Rendi melalui WhatsApp pribadinya. Pria berusia 23 tahun itu mengaku senang. Bahkan, prestasi yang dia dapat sulit diungkapkan dengan kata-kata.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Perasaan senang banget karena ini multi event terbesar di Asia," kata Rendi, Jumat (25/9/2026).

Rendi menyebut, prestasi yang dia raih tak terlepas dari perjuangannya selama berlatih di Indonesia yang dilakukan berbulan-bulan.

ADVERTISEMENT

"Kita lakukan persiapan selama 7 bulan di Pangalengan," ujar Randi.

Tim Indonesia yang diperkuat Rendi, Ihram, Febrian, dan Memo mencatat waktu 5 menit 47,90 detik. Mereka finis di posisi kedua, setelah kalah dari China.

Seperti diketahui, pada perlombaan yang berlangsung di Nagaragawa International Regatta Course, Indonesia sempat memimpin pada 500 meter awal. Tim Indonesia kemudian berada di posisi kedua setelah dilewati China pada fase berikutnya. Hingga garis finis, Indonesia mempertahankan posisi kedua dengan selisih 1,87 detik dari tim China yang meraih emas dengan catatan 5 menit 46,03 detik. Medali perunggu diraih Uzbekistan dengan waktu 5 menit 48,96 detik.

"Kita kalah dari China, kita posisi kedua, ketiga Uzbekistan," tambahnya.

Tampil di Asian Games bukan kali pertama bagi Rendi. Bahkan sebelumnya dia pernah meraih medali emas.

"Dulu medali pertama Asian Games di China dapat perunggu, di Thailand dapat emas," tuturnya.

Meski demikian, hal itu wajar bagi Rendi dan teman-temannya, karena di tahun ini dia tidak ada training center (TC) ke luar negeri. Tahun ini TC hanya dilakukan di Indonesia.

Rendi saat ini masih di Jepang. Sepulangnya nanti, dia akan langsung fokus pada event dalam negeri dan kualifikasi Olimpiade.

"Semoga kedepan bisa lebih baik dari sekarang dan bisa mendapatkan medali emas di Asian Games berikutnya. Harapan kedepan semoga habis kita dapat dua perak di cabor rowing semoga lebih diperhatikan lagi dan ada tambahan dana untuk TC ke luar negeri supaya kita bisa fokus dan percaya diri," harapnya.

Bagi Rendi, capaian tersebut menjadi bagian dari kiprahnya sebagai mahasiswa UPI yang tampil di panggung olahraga internasional. Sebelumnya, Rendi telah tercatat sebagai salah satu dari empat mahasiswa FPOK UPI yang memperkuat kontingen Indonesia pada Asian Games 2026, bersama Mutiara Rahma Putri, Raifa Putri Yattaqi, dan Maheswari Esrianto.

Perjuangan Rendi di arena Asian Games 2026 juga didampingi Dede Rohmat, dosen Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga FPOK UPI yang menjadi bagian dari tim kepelatihan rowing Indonesia.

Keberhasilan Rendi sekaligus menambah catatan prestasi sivitas akademika UPI di ajang olahraga tingkat Asia. Asian Games Aichi-Nagoya 2026 berlangsung pada 19 September-4 Oktober 2026 di Jepang dan merupakan edisi ke-20 Asian Games.

Rektor UPI, Prof. Didi Sukyadi menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa dan dosen FPOK yang menjadi bagian dari kontingen Indonesia. Ia mengajak seluruh sivitas akademika UPI memberikan dukungan dan doa bagi para duta olahraga UPI yang bertanding di Jepang.

"Saya menyampaikan ucapan terima kasih kepada mereka, selamat berjuang, harumkan nama baik bangsa, kemudian kibarkan Merah Putih dan kumandangkan lagu Indonesia Raya di luar negeri. Kita semua seluruh sivitas akademika UPI berdoa untuk kesehatan, kelancaran, dan keberhasilan teman-teman berjuang di sana melalui duta-duta olahraga kita," ucapnya.

Raihan perak Rendi Setia Maulana menjadi capaian penting dalam kiprah sivitas akademika UPI pada Asian Games 2026, sekaligus menambah kontribusi Indonesia melalui cabang rowing pada kompetisi olahraga tingkat Asia tersebut.

Sementara itu, Dekan FPOK UPI, Prof. Komarudin menyampaikan bahwa keterlibatan mahasiswa dan dosen FPOK di Asian Games merupakan bagian dari kontribusi sivitas akademika UPI dalam olahraga prestasi.

"UPI khususnya FPOK memiliki duta bangsa yang berlaga di Asian Games 2026, baik dosen maupun mahasiswa. Kami berharap tetap semangat, tampilkan performa maksimal untuk berkibarnya Sang Merah Putih sebagai wujud nyata bakti sivitas akademika UPI untuk negeri tercinta Indonesia," pungkasnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Menginap di Hotel Nyaman di Bandung, Menikmati Liburan "
[Gambas:Video 20detik] (wip/mso)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads