6 Setting WhatsApp yang Wajib Diaktifkan agar Akun Lebih Aman dari Penipuan

Tya Eka Yulianti - detikJabar
Minggu, 13 Sep 2026 18:03 WIB
Foto: Deeksha Pahariya/Unsplash
Bandung -

WhatsApp menjadi salah satu aplikasi yang paling sering digunakan untuk berkomunikasi sehari-hari. Mulai dari mengobrol dengan teman, urusan pekerjaan, berbagi foto, hingga menerima berbagai notifikasi penting dilakukan melalui WhatsApp.

Namun, tingginya penggunaan WhatsApp juga membuat aplikasi ini menjadi sasaran tindak penipuan maupun aksi mata-mata. Karena itu, pengguna perlu memperhatikan keamanan akun dan memanfaatkan fitur bawaan yang tersedia.

Ada sejumlah setting WhatsApp yang bisa diaktifkan untuk menambah perlindungan akun. Pengaturannya pun cukup mudah dan dapat dilakukan langsung melalui aplikasi.

Lantas, apa saja setting WhatsApp yang perlu diaktifkan agar akun lebih aman dari penipuan?

1. Aktifkan Two-Step Verification

Two-step verification atau verifikasi dua langkah memberikan lapisan keamanan tambahan pada akun WhatsApp.

Fitur ini mengharuskan pengguna memasukkan PIN rahasia ketika nomor WhatsApp digunakan pada perangkat baru. Dengan demikian, meskipun ada orang lain yang mendapatkan kode SMS, mereka tetap tidak dapat mengakses akun tanpa mengetahui PIN tersebut.

Cara mengaktifkan verifikasi dua langkah WhatsApp:

  • Buka WhatsApp.

  • Pilih Pengaturan (Settings).

  • Ketuk Akun (Account).

  • Pilih Verifikasi dua langkah (Two-step verification).

  • Pilih Aktifkan (Enable).

  • Masukkan PIN enam digit yang kuat dan sulit ditebak.

Pengguna juga bisa menambahkan alamat email untuk membantu mengatur ulang PIN jika sewaktu-waktu lupa.

2. Aktifkan Screen Lock

Setting WhatsApp berikutnya yang tidak kalah penting adalah Screen Lock atau kunci layar.

Fitur ini memungkinkan pengguna mengunci WhatsApp menggunakan Face ID atau pemindai sidik jari yang tersedia di ponsel.

Dengan begitu, orang lain yang mengambil atau memegang HP tidak bisa begitu saja membuka percakapan WhatsApp.

Cara mengaktifkan Screen Lock:

  • Buka Pengaturan (Settings) di WhatsApp.

  • Pilih Privasi (Privacy).

  • Pilih Kunci layar (Screen lock).

  • Aktifkan fitur tersebut.

Tentukan kapan WhatsApp akan terkunci setelah pengguna keluar dari aplikasi.

Tersedia pilihan untuk mengunci aplikasi secara segera, setelah satu menit, atau setelah 30 menit.

3. Sembunyikan Last Seen dan Status Online

Pengaturan Last seen & online juga dapat digunakan untuk menjaga privasi pengguna.

Dengan menyembunyikan status tersebut, orang yang tidak dikenal tidak bisa dengan mudah mengetahui kapan pengguna sedang aktif di WhatsApp.

Hal ini dapat membantu mencegah orang lain melacak kebiasaan pengguna atau memanfaatkannya untuk melakukan penipuan.

Cara mengaturnya cukup mudah. Buka Pengaturan, kemudian pilih Privasi dan masuk ke menu Last seen & online.

Pengguna bisa memilih Kontak saya agar informasi tersebut hanya dapat dilihat oleh kontak, atau memilih Tidak ada untuk menyembunyikannya dari semua orang.

4. Atur Siapa yang Bisa Memasukkan ke Grup

Grup WhatsApp terkadang menjadi sumber spam. Pengguna bisa saja dimasukkan oleh orang yang tidak dikenal ke dalam grup yang menawarkan hadiah palsu, berisi iklan, atau menjadi sarana penipuan.

Untuk mencegah hal tersebut, pengguna bisa mengatur siapa yang diperbolehkan memasukkan mereka ke grup.

Caranya:

  • Buka Pengaturan (Settings).

  • Pilih Privasi (Privacy).

  • Ketuk Grup (Groups).

  • Pilih Kontak saya (My contacts).

Pengguna juga bisa memilih Kontak saya kecuali... (My contacts except...) untuk mengecualikan orang-orang tertentu.

Jika seseorang yang tidak diizinkan mencoba memasukkan pengguna ke dalam grup, pengguna akan menerima permintaan sehingga bisa menentukan apakah akan menyetujuinya atau mengabaikannya.

5. Periksa Linked Devices

Fitur Linked Devices atau perangkat tertaut juga perlu diperiksa secara berkala.

WhatsApp Web dan perangkat tertaut memang memudahkan pengguna mengakses WhatsApp dari komputer maupun perangkat lain. Namun, perangkat lama atau komputer yang digunakan bersama orang lain mungkin masih memiliki akses ke akun.

Karena itu, pengguna perlu memastikan tidak ada perangkat asing atau perangkat yang sudah tidak digunakan masih terhubung ke akun WhatsApp.

Cara memeriksanya:

  • Buka Pengaturan WhatsApp.

  • Pilih Perangkat tertaut (Linked devices).

  • Periksa seluruh perangkat yang terhubung.

  • Keluar atau log out dari perangkat yang tidak dikenali atau sudah tidak digunakan.

Langkah sederhana ini penting, terutama bagi pengguna yang pernah login WhatsApp menggunakan komputer bersama.

6. Aktifkan Notifikasi Keamanan

Setting WhatsApp terakhir yang bisa digunakan untuk meningkatkan keamanan adalah notifikasi keamanan.

Fitur ini akan memberi tahu pengguna ketika kode keamanan suatu kontak berubah. Kondisi tersebut dapat terjadi ketika kontak mengganti ponsel atau memasang ulang WhatsApp.

Notifikasi tersebut membantu pengguna mengetahui adanya perubahan pada kode keamanan sehingga informasi terkait keamanan percakapan tetap terpantau.

Cara mengaktifkan notifikasi keamanan:

  • Buka Pengaturan.

  • Ketuk Keamanan.

  • Aktifkan opsi Tampilkan notifikasi keamanan.

Setelah aktif, WhatsApp akan memberikan peringatan ketika kode enkripsi kontak berubah.

6 Setting WhatsApp untuk Tambah Keamanan Akun

Enam pengaturan tersebut dapat menjadi langkah sederhana untuk meningkatkan keamanan akun WhatsApp, mulai dari mengaktifkan two-step verification, menggunakan screen lock, menyembunyikan last seen dan online, membatasi orang yang bisa memasukkan ke grup, memeriksa linked devices, hingga mengaktifkan notifikasi keamanan.

Pengguna sebaiknya tidak hanya mengandalkan satu fitur keamanan. Dengan memanfaatkan beberapa pengaturan yang tersedia, pengguna dapat mengurangi sejumlah risiko terhadap privasi dan keamanan akun WhatsApp.

Jadi, sudahkah kamu mengecek setting WhatsApp di HP dan mengaktifkan fitur-fitur keamanan tersebut?



Simak Video "Video Kisah WNI Eks Pekerja Penipuan Online Kamboja: Dipukul-Tak Diberi Makan"

(tya/tya)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork