Cara Cek Sebaran Abu Vulkanik Lewat HP, Bisa Tahu Arah dan Wilayah Terdampak

Cara Cek Sebaran Abu Vulkanik Lewat HP, Bisa Tahu Arah dan Wilayah Terdampak

Tya Eka Yulianti - detikJabar
Selasa, 08 Sep 2026 10:37 WIB
Pemantauan Abu Vulkanik pakai HP
Foto: Adi FR/detikINET
Bandung -

Abu vulkanik akibat erupsi gunung api dapat terbawa angin hingga puluhan bahkan ratusan kilometer dari sumber erupsi. Karena itu, masyarakat perlu mengetahui arah pergerakan abu, terutama ketika aktivitas vulkanik sedang meningkat.

Informasi mengenai sebaran abu vulkanik juga kerap beredar dengan cepat melalui media sosial maupun grup percakapan. Namun, masyarakat sebaiknya tidak hanya mengandalkan informasi yang belum terverifikasi.

Kini ada cara mudah untuk cek sebaran abu vulkanik lewat HP tanpa perlu menginstal aplikasi. Pengguna cukup membuka browser untuk melihat arah pergerakan abu hingga perkiraan wilayah yang berpotensi terdampak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Cara Cek Sebaran Abu Vulkanik Lewat HP

Salah satu layanan berbasis web yang dapat digunakan untuk melihat informasi sebaran abu vulkanik adalah abu.cikoytew.my.id.

Situs tersebut dibuat oleh Tri Purnomo Aji dan menyajikan informasi mengenai gunung api serta pergerakan abu vulkanik dalam tampilan yang dapat diakses melalui perangkat yang terhubung internet.

ADVERTISEMENT

Melalui layanan ini, pengguna dapat melihat gunung api yang sedang berstatus Siaga, arah pergerakan abu, hingga kemungkinan suatu kota dilewati sebaran abu vulkanik.

Tri melalui akun Threads @triprnmaji menjelaskan bahwa layanan tersebut dapat digunakan tanpa perlu memasang aplikasi.

"Tinggal buka, gak perlu install apa-apa. Yang bisa lu cek: gunung mana aja yang statusnya siaga sekarang, abunya lagi ke arah mana, dan yang paling penting, kota tempat lu tinggal bakal kelewatan abu apa kaga, dari sekarang sampe 18 jam ke depan," tulisnya.

  • Langkah-langkahnya:

    Buka browser di HP, seperti Chrome, Safari, atau browser lainnya.

  • Masukkan alamat abu.cikoytew.my.id.

  • Pilih gunung api yang ingin dipantau.

  • Masukkan nama kota tempat tinggal atau gunakan fitur lokasi jika tersedia.

  • Situs akan menampilkan informasi apakah lokasi tersebut berpotensi terkena sebaran abu.

  • Periksa arah pergerakan abu dan jarak lokasi dari wilayah yang diperkirakan terdampak.

Layanan tersebut juga dapat dibuka melalui tablet maupun komputer. Pengguna tidak perlu membuat akun ataupun menginstal aplikasi tambahan.

Pemantauan Abu Vulkanik pakai HPPemantauan Abu Vulkanik pakai HP Foto: Adi FR/detikINET

Bisa Cek Prediksi Sebaran Abu hingga 18 Jam

Salah satu fitur yang menarik adalah informasi prakiraan pergerakan abu vulkanik.

Pengguna dapat melihat kemungkinan arah sebaran abu dari kondisi saat ini hingga sekitar 18 jam ke depan. Informasi yang ditampilkan antara lain gunung yang sedang dipantau, arah pergerakan abu, serta prediksi apakah suatu kota berpotensi dilewati sebaran abu.

Pengguna juga dapat melihat jarak lokasi dari area yang diperkirakan terdampak.

Dengan begitu, masyarakat dapat memperoleh gambaran awal mengenai arah pergerakan abu vulkanik dan kemungkinan dampaknya terhadap wilayah tempat tinggal.

Data Sebaran Abu Vulkanik dari Mana?

Informasi yang ditampilkan layanan tersebut mengacu pada data dari lembaga pemantauan abu vulkanik untuk keselamatan penerbangan.

Informasi sebaran abu vulkanik merupakan hal penting dalam dunia penerbangan karena abu dapat membahayakan pesawat yang melintasi wilayah terdampak.

Namun, hasil prediksi dari situs tersebut sebaiknya digunakan sebagai alat bantu untuk memahami situasi, bukan sebagai pengganti peringatan atau instruksi resmi pemerintah.

Arah Abu Vulkanik Bisa Berubah

Masyarakat juga perlu memahami bahwa prediksi sebaran abu vulkanik bukan kondisi yang bersifat tetap.

Arah dan luas sebaran abu dapat berubah mengikuti kondisi atmosfer, terutama arah serta kecepatan angin.

Artinya, prediksi yang terlihat saat ini belum tentu sama beberapa jam kemudian.

Karena itu, masyarakat tetap perlu memantau perkembangan terbaru dari lembaga resmi, terutama jika wilayah tempat tinggal berada di sekitar gunung api atau masuk dalam area yang diperkirakan terdampak.

Tetap Pantau Informasi Resmi

Selain menggunakan layanan pemantauan berbasis web, masyarakat tetap disarankan mengikuti informasi resmi dari PVMBG/Badan Geologi, BMKG, BNPB, serta pemerintah daerah.

Informasi dari lembaga resmi penting untuk mengetahui perkembangan aktivitas gunung api, arah sebaran abu, kondisi cuaca maupun rekomendasi yang harus dilakukan masyarakat.

Jika suatu wilayah diperkirakan terdampak abu vulkanik, masyarakat dapat melakukan sejumlah langkah perlindungan sesuai arahan otoritas.

Di antaranya menggunakan masker yang sesuai untuk menyaring partikel, menutup pintu dan jendela, melindungi sumber air serta membatasi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi tidak memungkinkan.

Masyarakat kini dapat cek sebaran abu vulkanik lewat HP tanpa perlu menginstal aplikasi. Caranya cukup membuka browser dan mengakses layanan pemantauan sebaran abu vulkanik.

Pengguna dapat memilih gunung api yang ingin dipantau, memasukkan lokasi atau kota tempat tinggal, kemudian melihat arah pergerakan abu serta perkiraan wilayah yang berpotensi terdampak hingga 18 jam ke depan.

Meski praktis, informasi tersebut tetap perlu digunakan sebagai referensi tambahan. Untuk keputusan terkait keselamatan, masyarakat harus tetap mengutamakan informasi dan arahan resmi dari BMKG, PVMBG/Badan Geologi, BNPB dan pemerintah daerah.



(tya/tya)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads