Motor yang terkena abu vulkanik tidak boleh langsung dibersihkan dengan cara digosok atau dilap dalam kondisi kering. Partikel abu vulkanik yang menempel pada bodi motor bisa menyebabkan permukaan cat tergores.
PT Astra Honda Motor (AHM) membagikan cara membersihkan motor yang terpapar abu vulkanik agar kendaraan tetap terawat. Salah satu hal penting yang perlu diperhatikan adalah jangan langsung menggosok atau mengelap abu yang masih menempel dalam kondisi kering.
Abu vulkanik memiliki partikel tajam dan bersifat abrasif. Jika langsung digosok pada permukaan bodi, partikel tersebut dapat bekerja seperti amplas dan menimbulkan goresan pada cat motor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cara Membersihkan Motor Kena Abu Vulkanik
Lantas, bagaimana cara membersihkan motor yang terkena abu vulkanik? Berikut langkah yang disarankan AHM.
1. Jangan Langsung Dilap Saat Kering
Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah menghindari menggosok permukaan motor ketika masih tertutup abu dalam kondisi kering.
Partikel abu yang menempel pada bodi dapat menggores permukaan cat apabila bergesekan dengan kain atau lap.
Karena itu, jangan terburu-buru mengambil lap untuk membersihkan debu vulkanik yang menempel.
2. Basahi Abu dengan Air
Sebelum masuk ke tahap pencucian, abu vulkanik sebaiknya terlebih dahulu dibasahi menggunakan air secukupnya.
Air membantu membuat abu tidak mudah beterbangan sekaligus memudahkan partikel abu terlepas dari permukaan kendaraan.
Lakukan pembasahan secara hati-hati dan pastikan abu yang menempel sudah benar-benar terangkat sebelum melanjutkan proses pencucian.
3. Pastikan Abu Terangkat Sebelum Menggosok
Setelah dibasahi, pastikan sebagian besar abu vulkanik sudah terangkat dari permukaan motor.
Tahap ini penting karena sisa partikel abu yang masih menempel berpotensi menggores cat ketika bodi digosok menggunakan spons atau kain.
Jadi, jangan langsung menggosok bodi motor setelah menyiramnya. Pastikan terlebih dahulu partikel abu sudah terlepas.
4. Cuci dengan Air dan Sabun Khusus Kendaraan
Setelah sebagian besar abu terangkat, motor dapat dicuci menggunakan air dan deterjen atau sabun khusus kendaraan.
Gunakan spons atau kain yang bersih dan lembut untuk membersihkan permukaan motor.
Hindari menggunakan kain yang kotor karena sisa partikel abu yang menempel pada kain juga berpotensi menyebabkan goresan pada permukaan cat.
Jangan Cuma Bersihkan Bodi Motor
Membersihkan motor setelah terkena abu vulkanik bukan hanya soal membuat bodi kembali bersih.
Ada sejumlah komponen motor yang juga perlu diperhatikan setelah kendaraan terpapar abu vulkanik. AHM menyebut beberapa bagian yang perlu mendapat perhatian, antara lain filter udara, sistem pengereman, rantai dan komponen bergerak, area mesin dan CVT, lampu depan dan belakang, serta ban dan area roda.
Komponen penyaring udara menjadi salah satu bagian yang penting diperiksa karena abu vulkanik dapat masuk dan menumpuk pada bagian tersebut.
Kondisi sistem pengereman juga perlu dipastikan tetap berfungsi dengan baik. Begitu pula rantai, komponen bergerak, mesin, CVT pada motor matik, lampu dan ban.
Tips Naik Motor Saat Terpapar Abu Vulkanik
Selain memberikan tips membersihkan motor, AHM juga mengingatkan pengendara untuk berhati-hati apabila harus berkendara ketika terjadi hujan abu vulkanik.
Manager Safety Riding PT Astra Honda Motor (AHM), Daniel Aria Sulistya Nugroho, mengatakan pengendara perlu waspada dan tidak memaksakan diri ketika kondisi tidak memungkinkan.
"Lakukan persiapan sebelum perjalanan, kurangi kecepatan, jaga jarak aman, perhatikan kondisi jalan, dan segera menepi apabila kondisi sudah tidak memungkinkan untuk berkendara dengan aman. Jika perjalanan tidak mendesak, menunda perjalanan hingga kondisi kembali aman tetap menjadi pilihan terbaik. Tetap Cari Aman saat berkendara," ujar Daniel.
Sebelum berangkat, pengendara juga perlu menggunakan perlengkapan berkendara secara lengkap.
Gunakan helm dengan visor tertutup untuk membantu melindungi wajah dan mata. Masker yang mampu menyaring partikel halus juga disarankan untuk membantu mengurangi paparan abu.
Pengendara juga dapat menggunakan kacamata tambahan untuk memberikan perlindungan terhadap mata dari iritasi akibat paparan abu vulkanik.
Hati-hati Membersihkan Visor Helm
Visor helm juga perlu mendapat perhatian ketika berkendara di tengah hujan abu.
Partikel abu vulkanik yang menempel pada visor dapat mengganggu pandangan. Namun, membersihkannya secara sembarangan juga dapat menimbulkan masalah.
Partikel abu yang menempel pada visor berpotensi menggores permukaannya apabila langsung digosok. Akibatnya, pandangan pengendara justru dapat semakin terganggu.
Karena itu, hindari menggosok visor dalam kondisi masih terdapat banyak partikel abu yang menempel.
Periksa Kondisi Motor Sebelum Berangkat
Sebelum menggunakan motor, pengendara juga perlu memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan baik.
Beberapa bagian yang perlu diperiksa antara lain tekanan dan kondisi ban, sistem pengereman, lampu utama, lampu belakang, lampu sein, spion serta kondisi mesin.
Bagian kendaraan yang berfungsi sebagai penyaring udara juga perlu diperhatikan karena abu vulkanik dapat masuk dan menumpuk di dalamnya.
Selain kondisi motor, pengendara sebaiknya memantau informasi resmi mengenai aktivitas gunung api, arah penyebaran abu, kondisi lalu lintas dan kemungkinan adanya penutupan jalan.
Kurangi Kecepatan Saat Jalan Tertutup Abu
Jika terpaksa berkendara ketika hujan abu vulkanik terjadi, pengendara disarankan mengurangi kecepatan.
Abu yang menutupi permukaan jalan, terutama ketika bercampur dengan air, dapat membuat jalan menjadi lebih licin dan mengurangi daya cengkeram ban.
Hindari melakukan manuver secara tiba-tiba. Kendalikan motor dengan halus dan berikan perhatian lebih terhadap kondisi lalu lintas di depan.
Jaga jarak aman dengan kendaraan lain untuk mengantisipasi kondisi jalan yang sulit diprediksi.
Jangan Paksa Berkendara Jika Jarak Pandang Terbatas
Jika hujan abu semakin pekat hingga membuat jarak pandang sangat terbatas, jangan memaksakan diri untuk terus berkendara.
Kurangi kecepatan secara bertahap, nyalakan lampu utama dan jaga jarak dengan kendaraan lain. Setelah itu, cari tempat yang aman untuk menepi.
Pengendara juga sebaiknya tidak membuka visor helm ketika abu masih pekat untuk mengurangi paparan langsung terhadap mata dan wajah.
Jika perjalanan tidak mendesak, menunda perjalanan hingga kondisi kembali aman menjadi pilihan yang paling tepat.
Jadi, bagi pemilik motor yang terkena abu vulkanik, ingat satu hal penting: jangan langsung dilap saat abu masih kering. Basahi terlebih dahulu dengan air hingga abu terangkat, kemudian lanjutkan dengan pencucian menggunakan air dan sabun khusus kendaraan serta spons atau kain yang bersih dan lembut.
Selain bodi, periksa juga filter udara, rem, rantai, mesin, CVT, lampu, ban dan bagian roda agar motor tetap dalam kondisi baik setelah terpapar abu vulkanik.
