Maulid atau Maulud? Ini Penjelasan Makna dan Asal-usulnya

Maulid atau Maulud? Ini Penjelasan Makna dan Asal-usulnya

Dian Nugraha Ramdani - detikJabar
Selasa, 25 Agu 2026 05:00 WIB
Ilustrasi Tahun Baru Islam 2026
Ilustrasi (Foto: magnific/Magnific)
Bandung -

Bulan Rabiulawal sering juga disebut bulan Maulid, yaitu bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Pembawa risalah itu lahir empat belas abad lalu. Di Tatar Sunda, nama asli bulan ini bahkan jarang disebutkan karena kebiasaan masyarakat menyebutnya bulan Mulud. Pada bulan ini, kerap diadakan tradisi 'Muludan', yakni tradisi merayakan kelahiran nabi dengan penuh kegembiraan.

Namun, di zaman kini, ada banyak penyebutan yang berakar dari kata yang sama, yaitu Maulid, Maulud, dan Milad. Apa arti masing-masing kata itu?

Maulid

Dalam acara Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) khusus bulan Maulid, sering tertulis di baliho 'Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW'. Kata 'Maulid' merupakan bentuk kata dalam bahasa Arab yang menunjukkan tempat atau waktu kelahiran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Syekh Muhammad Ma'sum dalam kitab Amsilati Tashrifiyah, pola kata tersebut merupakan bentuk tsulatsi (kata tiga huruf) dengan wazan fa'ala-yaf'ilu. Jadi, Walada-Yalidu.

Namun, dalam kata tersebut terdapat 'ilat berupa Wawu, sehingga kata itu masuk ke dalam tahrif (perubahan bentuk) mitsal wawu. Maulid sendiri merupakan bentuk isim (kata benda) yang menunjukkan tempat (isim makan) dan waktu (isim zaman).

ADVERTISEMENT

Dengan demikian, kita bisa menerjemahkan Maulid sebagai 'tempat kelahiran' atau 'waktu kelahiran'. Namun, saat melihat spanduk bertuliskan 'Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW', yang lebih pas adalah memaknainya sebagai memperingati waktu kelahiran nabi.

Maulud

Masih dari akar kata yang sama. Maulud merupakan mitsal wawu dalam wazan tsulatsi. Maulud menempati pola isim maf'ul, yaitu 'Mafuulun' menjadi 'Mauluudun'.

Oleh karena itu, untuk memahami arti kata Maulud, kita mesti menilainya sebagai benda yang dikenai pekerjaan (objek). Kata Maulud berarti 'Yang dilahirkan'.

Dalam hal ini, Maulud berarti sosok Nabi Muhammad SAW sendiri, sebab beliaulah yang dimaksud dalam kata 'Yang dilahirkan'.

Semua umat Islam tidak boleh menolak 'Maulud' sebab secara bahasa, menolaknya berarti menolak Nabi Muhammad SAW terlahir ke dunia. Perbedaan akan muncul dalam memahami 'Maulud' sebagai istilah.

Dalam bahasa Arab, definisi terbentuk dari dua sisi. Pertama dari segi bahasa, kedua dari segi istilah. Dari segi istilah, Maulud sering dikaitkan dengan perayaan, peringatan, atau Muludan.

Milad

Kita sering secara simpel mengartikan 'Milad' sebagai hari ulang tahun. Itu juga tidak keliru. Namun, ada ungkapan yang lebih penting dengan menggunakan kata ini.

Milad, menurut kamus Arab-Indonesia Almaany, selain berarti 'waktu kelahiran' juga bermakna tonggak waktu Masehi. Ungkapan 'Qobla Milad' berarti sebelum kelahiran Isa AS atau sebelum Masehi. Sebaliknya, ungkapan 'Bakda Milad' adalah periode waktu Masehi atau setelah kelahiran Isa AS.

Demikian arti kata-kata Maulid, Maulud, dan Milad menurut sumber-sumber kebahasaan. Semoga membantu ya detikers!

(iqk/iqk)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads