Amalan dan Keutamaan Maulid Nabi Muhammad SAW 2026, Lengkap dengan Dalilnya

Amalan dan Keutamaan Maulid Nabi Muhammad SAW 2026, Lengkap dengan Dalilnya

Nur Khansa Ranawati - detikJabar
Minggu, 23 Agu 2026 11:04 WIB
of Mawlid al-Nabi al-Sharif. translation Arabic- Prophet Muhammads birthday in Arabic Calligraphy style. Islamic architecture cartoon scenery background. Illustration.
Foto: Getty Images/REIMUSS
Bandung -

Maulid Nabi Muhammad SAW adalah salah satu hari yang penting bagi umat Islam. Maulid Nabi diperingati untuk mengenang hari kelahiran Rasulullah SAW sekaligus momen untuk meneladani akhlaknya.

Di berbagai daerah, peringatan ini biasanya diisi dengan sejumlah kegiatan keagamaan. Mulai dari pengajian, pembacaan shalawat, hingga berbagi makanan dan bersedekah.

Lantas, kapan Maulid Nabi Muhammad SAW diperingati tahun ini, serta apa saja amalan yang bisa dilakukan untuk memperingati kelahiran Rasulullah SAW? Simak ulasan selengkapnya berikut ini!

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kapan Maulid Nabi Muhammad SAW 2026/1448 H?

Setiap tahunnya, Maulid Nabi Muhammad SAW diperingati setiap 12 Rabiul Awal dalam kalender Hijriah. Pada 2026, peringatan Maulid Nabi bertepatan dengan Rabu, 26 Agustus 2026, yang merupakan 12 Rabiul Awal 1448 H.

Peringatan Maulid Nabi sendiri tidak hanya dilakukan dalam bentuk acara seremonial. Umat Islam dapat mengisinya dengan berbagai ibadah dan kegiatan positif yang mencerminkan rasa syukur serta kecintaan kepada Rasulullah SAW.

ADVERTISEMENT

Dalil Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

Dilansir dari NU Online, Prof Quraish Shihab menjelaskan bahwa perayaan Maulid Nabi mulai dikenal secara meriah pada masa pemerintahan Islam setelah masa Nabi dan sahabat. Inti dari peringatan tersebut adalah memperkenalkan sosok Rasulullah SAW kepada setiap generasi sehingga umat Islam semakin mengenal dan mencintai beliau.

Kiai Said Aqil Siradj menjelaskan bahwa memperingati Maulid Nabi termasuk sunnah taqririyyah, yakni perbuatan yang tidak dilakukan Nabi secara langsung tetapi mendapat pembenaran dalam syariat.

Salah satu kisah yang kerap dijadikan rujukan adalah ketika Ka'ab bin Zuhair memuji Rasulullah SAW melalui syair. Nabi tidak melarangnya dan bahkan memberikan burdah atau selimut yang dikenakannya.

Rasulullah sendiri juga memperingati kelahirannya dengan berpuasa di hari Senin. Ketika ditanya alasannya, beliau menjawab: "Aku berpuasa pada hari itu karena pada hari itu aku dilahirkan, dan pada hari itu pula wahyu diturunkan kepadaku."

Selain itu, terdapat dalil Al-Qur'an yang sering dijadikan dasar untuk bergembira atas karunia dan rahmat Allah SWT.

"Katakanlah, dengan karunia Allah dan rahmat-Nya (Nabi Muhammad SAW) hendaklah mereka bergembira. Itu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan."(QS Yunus: 58).

Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki menjelaskan bahwa ayat ini menjadi dasar anjuran untuk bergembira dengan adanya Nabi Muhammad SAW. Bahkan disebutkan bahwa Abu Lahab mendapat keringanan siksa setiap hari Senin karena bergembira atas kelahiran Rasulullah.

Allah SWT juga menegaskan dalam QS Al-Anbiya' ayat 107:

"Dan tiadalah Kami mengutusmu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam."

Dari dalil-dalil tersebut, dapat dipahami bahwa bergembira dan bersyukur atas kelahiran Nabi adalah sesuatu yang dianjurkan.

Amalan Maulid Nabi Muhammad SAW 2026

Dilansir dari buku "Bahas Cerdas dan Kupas Tuntas Dalil Syar'i Maulid Nabi" karya Muhammad Ahmad Vad'aq, Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Al-Hawi menjelaskan bahwa amalan dalam peringatan Maulid sebaiknya dibatasi pada hal-hal yang mencerminkan rasa syukur.

Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan antara lain membaca Al-Qur'an, memberi makan, bersedekah, melantunkan syair pujian kepada Rasulullah SAW, serta memperbanyak dzikir.

Berikut sejumlah amalan yang bisa dilakukan saat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 2026:

1. Membaca dan Mengkaji Al-Qur'an

Membaca Al-Qur'an dapat menjadi salah satu amalan untuk mengisi momentum Maulid Nabi. Tidak hanya membaca, umat Islam juga dapat memperdalam pemahaman terhadap kandungan Al-Qur'an melalui kajian atau membaca tafsir.

2. Memberi Makan Sesama

Berbagi makanan kepada keluarga, tetangga, maupun orang yang membutuhkan juga dapat dilakukan sebagai bentuk rasa syukur. Di Indonesia, kegiatan berbagi makanan sering menjadi bagian dari tradisi peringatan Maulid Nabi.

Amalan tersebut dapat menjadi kesempatan untuk membantu sesama sekaligus mempererat hubungan sosial di lingkungan sekitar.

3. Bersedekah

Sedekah merupakan amalan yang dapat dilakukan kapan saja. Momentum Maulid Nabi dapat dimanfaatkan untuk memperbanyak sedekah sebagai bentuk syukur atas nikmat Allah SWT dan kecintaan kepada Rasulullah SAW.

4. Melantunkan Shalawat dan Syair Pujian

Memperbanyak membaca shalawat menjadi salah satu cara untuk menunjukkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.

Allah SWT berfirman dalam QS Al-Ahzab ayat 56:

"Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya."

Selain shalawat, umat Islam juga dapat membaca syair atau nasyid yang berisi pujian kepada Rasulullah SAW.

5. Memperbanyak Dzikir dan Doa

Maulid Nabi juga dapat diisi dengan memperbanyak dzikir, seperti membaca tahlil dan tasbih, serta memanjatkan doa. Momentum tersebut dapat dimanfaatkan untuk memohon keberkahan, keselamatan, serta keteguhan iman kepada Allah SWT.

6. Menghadiri Majelis Ilmu dan Maulid

Menghadiri pengajian, majelis ilmu, atau kegiatan Maulid dapat menjadi cara untuk semakin mengenal kehidupan Rasulullah SAW.

Dengan mempelajari sirah Nabi, umat Islam dapat memahami bagaimana Rasulullah menjalani kehidupan dan menghadapi berbagai persoalan. Hal tersebut kemudian dapat menjadi bekal untuk meneladani akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari. Aisyah RA pernah berkata: "Akhlak Nabi SAW adalah Al-Qur'an."

7. Menjaga Silaturahmi dan Ukhuwah

Menjaga silaturahmi juga sejalan dengan semangat memperingati Maulid Nabi. Umat Islam dapat memanfaatkan momentum ini untuk bersilaturahmi dengan keluarga, tetangga, maupun sesama Muslim.

Selain mempererat ukhuwah, saling membantu dan mendoakan juga menjadi bentuk nyata dalam meneladani akhlak Rasulullah SAW.

Demikian ulasan mengenai Maulid Nabi Muhammad SAW 2026/1448 H, dalil peringatan, serta amalan yang dapat dilakukan. Semoga bermanfaat.



(tya/tya)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads