Atlet Bandung Incar Rekor BASE Jump Pertama di Tebing Swiss

Atlet Bandung Incar Rekor BASE Jump Pertama di Tebing Swiss

Bima Bagaskara - detikJabar
Sabtu, 08 Agu 2026 13:30 WIB
Ceppy Bekajaya, atlet BASE jump asal Bandung yang siap taklukkan tebing ekstrem di Swiss
Ceppy Bekajaya, atlet BASE jump asal Bandung yang siap taklukkan tebing ekstrem di Swiss (Foto: Bima Bagaskara/detikJabar)
Bandung -

Nama Ceppy Bekajaya bersiap masuk dalam catatan sejarah olahraga ekstrem Indonesia. Atlet BASE jump asal Bandung itu akan mencoba lompatan dari Eiger Mushroom, Swiss, pada akhir Agustus 2026 ini. Jika misinya berhasil, ia akan menjadi orang Indonesia pertama yang melakukan BASE jump dari salah satu tebing paling menantang di dunia tersebut.

Misi itu menjadi tantangan terbesar sepanjang karier Ceppy. Setelah bertahun-tahun melompat di berbagai lokasi di Indonesia dan Malaysia, kini ia akan menghadapi tebing-tebing legendaris Eropa dengan target utama Eiger Mushroom.

Perjalanan dimulai pada 10 Agustus 2026. Ceppy akan terbang dari Bandung menuju Millau di Prancis Selatan sebelum melanjutkan latihan di Monte Brento, Italia. Tebing setinggi sekitar 1.000 meter itu dipilih sebagai lokasi pemanasan sebelum menghadapi tantangan sesungguhnya di Swiss.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Rencana berangkat dari Bandung tanggal 10 Agustus. Tujuan pertama ke Millau di Prancis Selatan sekitar seminggu. Setelah itu bergeser ke Monte Brento di Italia, lalu semoga tanggal 27 Agustus sudah masuk Swiss untuk mencari waktu cuaca terbaik melakukan lompatan di Eiger Mushroom," ujar Ceppy, Jumat (7/8/2026).

Selama berada di Monte Brento pada 22-27 Agustus, ia akan mematangkan persiapan teknis sekaligus beradaptasi dengan karakter tebing-tebing Eropa yang jauh berbeda dibanding lokasi lompatan yang pernah dijajal sebelumnya.

ADVERTISEMENT

Sebab, selama menekuni BASE jump, lompatan tertinggi yang pernah dilakukannya masih berada di kisaran 200 meter saat berada di Malaysia. "Sebelumnya paling tinggi sekitar 200 meter. Jadi nanti di Eropa jelas menjadi tantangan yang sangat berbeda," katanya.

Meski demikian, pengalaman Ceppy bukanlah pengalaman seorang pemula. Hingga kini ia telah membukukan 144 lompatan BASE jump di berbagai lokasi, mulai dari Pulau Jawa, Sumatra hingga Malaysia.

Apabila rencana tersebut berjalan sesuai target, Ceppy akan menjadi orang Indonesia pertama yang sukses melakukan BASE jump dari Eiger Mushroom.

"Untuk Eiger Mushroom, insyaallah akan menjadi yang pertama dilakukan oleh orang Indonesia. Kalau di Lauterbrunnen memang sudah pernah ada rekan dari Indonesia yang melompat," tuturnya.

Bagi Ceppy, ekspedisi ini bukan hanya tentang memecahkan rekor pribadi. Ia juga ingin memperkenalkan komunitas BASE jump Indonesia kepada dunia internasional.

Menurutnya, banyak atlet BASE jump mancanegara datang ke Indonesia untuk melompat. Namun, mereka belum mengetahui bahwa Indonesia memiliki banyak tebing potensial di Bandung, Sumatra hingga Sulawesi selain Bali.

"Harapan saya komunitas BASE jump dunia tahu kalau Indonesia punya BASE jumper. Banyak atlet luar negeri datang ke Bali, tetapi belum tahu Bandung, Sumatra, bahkan Sulawesi juga memiliki tebing yang layak untuk BASE jump," ucapnya.

Di balik hobinya menaklukkan tebing, Ceppy sehari-hari berprofesi sebagai spesialis keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di bidang pekerjaan di ketinggian. Ia juga bekerja sebagai operator, teknisi, instruktur bagi pekerja di ketinggian, sehingga aktivitas di area vertikal sudah menjadi bagian dari kesehariannya.

"Kalau dari dunia profesional, saya itu sebagai spesialis K3 bekerja di ketinggian. Jadi saya operator juga, teknisi untuk bekerja di ketinggian. Saya juga kadang mengajar sebagai instruktur untuk para pekerja ketinggian," ungkapnya.

Pengalaman profesional itulah yang menjadi bekal penting sebelum menekuni BASE jump. Bahkan, sebelum terjun ke olahraga ekstrem tersebut, Ceppy telah lebih dahulu mencatat sekitar 200 kali lompatan skydiving sebagai tahapan menuju BASE jump.

Saat ini jumlah BASE jumper berkewarganegaraan Indonesia masih sangat terbatas. Ceppy menyebut hanya ada enam orang, dengan lima di antaranya masih aktif berdomisili di Indonesia.

Karena itu, ia berharap misinya di Swiss bukan hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga membuka mata komunitas BASE jump dunia bahwa Indonesia memiliki atlet sekaligus lokasi-lokasi potensial untuk olahraga ekstrem tersebut.

"Insyaallah ya, ini bisa juga berguna untuk Indonesia karena yang jelas ini saya juga bawa nama Indonesia untuk masuk ke komunitas base jump dunia," pungkasnya.

(bba/yum)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads